Analisis Persepsi Siswa terhadap Efektivitas Diskusi Peer-Teaching dalam Memahami Materi Dampak Sosial Informatika

Authors

  • Raditya Muhammad Salman Universitas Negeri Malang
  • Hary Suswanto Universitas Negeri Malang
  • Rachman Kurniawan Universitas Negeri Malang
  • M. Nur’Azza Al Ilmi Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14256

Keywords:

Peer-Teaching, Persepsi Siswa, Dampak Sosial Informatika, Literasi Digital, Pembelajaran Kolaboratif

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa terhadap efektivitas diskusi peer-teaching dalam memahami materi Dampak Sosial Informatika. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 38 siswa yang telah mempelajari materi Dampak Sosial Informatika melalui diskusi peer-teaching. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–4 yang mengukur tiga variabel, yaitu persepsi efektivitas diskusi peer-teaching, pemahaman materi Dampak Sosial Informatika, serta dampak afektif dan perubahan perilaku. Instrumen mencakup indikator kemudahan komunikasi, keterlibatan aktif, kualitas penjelasan tutor, penguasaan konsep, kesadaran kritis, kontekstualisasi, respons tanggung jawab, dan empati digital. Data dianalisis secara deskriptif melalui rata-rata skor setiap indikator, persentase pilihan jawaban, serta pengelompokan skor ke dalam kategori persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kesadaran kritis memperoleh skor tertinggi sebesar 3,37 dan termasuk kategori sangat tinggi, sedangkan kualitas penjelasan tutor memperoleh skor terendah sebesar 2,82, tetapi masih berada pada kategori tinggi. Sebanyak 81,6% siswa menilai diskusi peer-teaching efektif, 84,2% siswa merasa lebih memahami materi, dan 81,6% siswa melaporkan perubahan sikap positif terhadap isu digital. Temuan ini menunjukkan bahwa diskusi peer-teaching dipersepsikan positif dan bermanfaat dalam membantu siswa memahami Dampak Sosial Informatika, meningkatkan kesadaran kritis, serta mendorong sikap bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Namun, kualitas penjelasan tutor sebaya masih perlu diperbaiki karena kemampuan tutor dalam menjelaskan materi belum seragam. Oleh karena itu, guru perlu memberikan pembekalan singkat kepada tutor sebaya agar proses diskusi dapat berlangsung lebih efektif dan manfaat pembelajaran dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh kelompok.

References

1. Adawiyah, R. (2022). Pengaruh literasi digital dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar kimia pada masa pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Mujur Lombok Tengah. Edukasi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5783–5793.

2. Ali, A., Apriyanto, A., Haryanti, T., & Hidayah, H. (2024). Metode pembelajaran inovatif: Mengembangkan teknik mengajar di abad 21. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

3. A’yun, E. Q., Hafidzoh, H. S., Nadilah, R. S., & Rahmi, U. Y. (2025). Analisis model pembelajaran direct instruction dengan metode ceramah. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(2), 230–239.

4. Febianti, Y. N. (2014). Peer teaching (tutor sebaya) sebagai metode pembelajaran untuk melatih siswa mengajar. Jurnal Edunomik, 2(2), 80–87.

5. Fitrianti, F., & Hidayati, N. (2025). Peran guru dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa di kelas. Damhil Education Journal, 5(1), 64–73.

6. Green, P. (2011). In and beyond the classroom: A literature review of peer assisted learning (PAL). National HE STEM Programme.

7. Haris, I. N. (2018). Model pembelajaran peer teaching dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Jurnal Biomartika, 4(1).

8. Kemendikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran Informatika fase D–elemen dampak sosial informatika. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

9. Monalisa, M. (2024). Efektivitas penggunaan dokumenter Netflix “The Social Dilemma” dalam pembelajaran dampak sosial informatika kelas 9 pada Sekolah Penggerak Angkatan 1. INFOTIKA: Jurnal Pendidikan Informatika, 3(2), 7–18.

10. Nurhasanah, A., Reygita, H., & Kalalo, S. N. M. (2024). Pengaruh teknologi modern terhadap moralitas dan tanggung jawab siswa sekolah dasar. Student Scientific Creativity Journal, 2(1), 175–186.

11. Saputra, A. M. A., Kharisma, L. P. I., Rizal, A. A., Burhan, M. I., & Purnawati, N. W. (2023). Teknologi informasi: Peranan TI dalam berbagai bidang. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

12. Sembiring, G. A., Siagian, K. A., Rajagukguk, N. A., Arwita, W., & Nasution, A. (2025). Pengaruh model Problem Based Learning terhadap peningkatan aktivitas dan minat belajar siswa pada materi komponen ekosistem dan interaksinya di kelas X SMA Negeri 7 Medan. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(4).

13. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

14. Tumangger, M. H., Achmadi, T. A., Rahmasari, S., Caroline, P. M., Angelin, S. B., Hidayanti, V., & Rahmatika, M. (2025). Efektivitas metode peer teaching terhadap peningkatan keaktifan dan pemahaman teknik pangkas rambut mahasiswa vokasi. JoEMS: Journal of Education and Management Studies, 8(6), 305–314. https://doi.org/10.32764/joems.v8i6.1632

15. Wibowo, Y. R., & Salfadilah, F. (2025). Analisis penerapan metode diskusi pada pembelajaran PAI untuk menumbuhkan karakter kerja sama di sekolah dasar. Journal of Islamic Education and Pedagogy, 2(1), 44–61.

16. Wulandari, T., & Suryani, I. (2020). Penerapan peer teaching untuk meningkatkan keberanian dan interaksi siswa dalam proses belajar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 6(4), 87–95.

Downloads

Published

09-10-2026

How to Cite

Salman, R. M., Suswanto, H., Kurniawan, R., & Al Ilmi, M. N. (2026). Analisis Persepsi Siswa terhadap Efektivitas Diskusi Peer-Teaching dalam Memahami Materi Dampak Sosial Informatika. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 9444–9452. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14256