Implementasi Project-Based Learning pada Praktik Pengelasan SMAW di Sekolah Menengah Kejuruan

Authors

  • Mujiyono Mujiyono Universitas Ahmad Dahlan
  • Guguh Irdianto Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14234

Keywords:

Project-Based Learning, Pjbl, SMK, Teknik Pengelasan, SMAW, Pembelajaran Vokasi

Abstract

Pembelajaran teknik pengelasan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan pendekatan yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan praktik, pemecahan masalah, kerja sama, dan budaya kerja industri. Project-Based Learning (PjBL) menjadi pendekatan relevan karena memberikan pengalaman belajar melalui penyelesaian proyek kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman guru terhadap PjBL, implementasi PjBL pada praktik pengelasan SMAW, kendala yang dihadapi, serta strategi mengatasinya di SMKN 1 Cibarusah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi perangkat pembelajaran serta kegiatan praktik. Informan terdiri atas kepala sekolah, kepala kompetensi keahlian teknik pengelasan, dan guru produktif teknik pengelasan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pemeriksaan keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman baik terhadap konsep PjBL dan memandang PjBL bukan sekadar pemberian tugas proyek, tetapi sebagai pendekatan yang mengintegrasikan proses, produk, kompetensi, dan pengalaman kerja. Implementasi PjBL dilakukan melalui perencanaan proyek, persiapan alat dan bahan, pembagian peran, pelaksanaan pekerjaan, monitoring, finishing, pengujian, evaluasi, penyusunan laporan, dan presentasi. Pola kelompok mengadopsi pembagian peran seperti welder, quality control, dan safety officer. Kendala meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, bahan praktik, waktu pembelajaran, heterogenitas kemampuan siswa, perbedaan pemahaman guru, dan gangguan peralatan. Strategi penyelesaian dilakukan melalui rotasi penggunaan mesin, pembagian proyek menjadi subproyek, substitusi dan efisiensi bahan, pembagian peran siswa, pendampingan, koordinasi MGMP, serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi PjBL dalam praktik pengelasan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi pedagogis guru, tetapi oleh kemampuan sekolah mengelola sumber daya, waktu, fasilitas, dan kemitraan industri.

References

1. Abidin,. (2021). Pengaruh model project based learning dan motivasi belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran produktif di SMK. JPPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), 6(1), 58–64.

2. Adnyana, P. E. S., et al. (2025). Pendidikan abad ke-21: Tantangan, strategi dan inovasi pendidikan masa depan. PT Star Digital Publishing.

3. Agustini, R. P., & Irvani, A. I. (2023). Analisis keterampilan kolaboratif siswa dalam kegiatan praktikum pesawat sederhana. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika, 3(2), 215–222.

4. Aini, M., et al. (2022). Efektivitas model pembelajaran project based learning (PjBL) berbasis STEM terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Kiprah Pendidikan, 1(4), 247–253.

5. Ahmanda, W., et al. (2022). Implementasi program SMK Pusat Keunggulan dilihat dari konsep 8+i link and match. Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan, 2(2), 59–74.

6. Sadri Arjono, Nelvi Erizon, Junil Adri, dan Dori Yuvenda. ., et al. (2023). Penerapan model pembelajaran project based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek), 5(2), 217–222.

7. Joko, B. S. (2020). Strategi MGMP sekolah menengah pertama dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di tengah berbagai kendala: Studi kasus di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 13(2), 109–128.

8. Karsikah, Dede Sulaeman, Izdad Irsyadillah Fauzan, Sofiyah, Eniyah, Sulastri, dan Siti Silfina. (2025). Sinergi SMK dan dunia usaha melalui perencanaan SDM berbasis kebutuhan industri. Lebah, 18(3), 199–208.

9. Lekahena, W. S., & Naibaho, L. (2024). Analisis gaya mengajar guru SMA terhadap minat belajar siswa. Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi, 6(1), 59–68.

10. Munthe, F., & Mataputun, Y. (2021). Analisis kerjasama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri dalam meningkatkan mutu lulusan sekolah menengah kejuruan. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 7(2), 312–319.

11. Mursida, M. (2025). Pengaruh kualitas pengajaran, fasilitas belajar, dan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 579–591.

12. Nugraha, I. R. R., et al. (2023). Efektivitas strategi pembelajaran project based learning dalam meningkatkan kreativitas siswa. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 17(1), 39–47.

13. Nurhamidah, S., & Nurachadijat, K. (2023). Project based learning dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 3(2), 42–50.

14. Nurmaliati, Unan Yusmaniar Oktiawati, Al Ikhlas (2024). Kurikulum dan pendidikan berbasis project mendorong kreativitas

15. Rianaya, A. L., & Yayuk, E. (2025). Pengembangan model pembelajaran berbasis project pada kompetensi keahlian APHP di SMKN 1 Mejayan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 216–235.

16. Risdiany, H. (2021). Pengembangan profesionalisme guru dalam mewujudkan kualitas pendidikan di Indonesia. Al-Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 194–202.

17. Ritonga, T. N. (2021). Pengalaman dan kompetensi profesional guru terhadap kinerja guru. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 195–216.

18. Rofiudin, Luhur Adi Prasetya, dan Didik Dwi Prasetya. (2024). Pembelajaran kolaboratif di SMK: Peran kerja sama siswa dalam meningkatkan keterampilan soft skills. Journal of Education Research, 5(4), 4444–4455.

19. Sholeh, M. I., et al. (2024). Penerapan pembelajaran berbasis project (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Tinta, 6(2), 158–176.

20. Son, W. J. (2024). Pengaruh project based learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI teknik pengelasan di SMK Negeri 2 Kupang. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik Mesin.

21. Suhendra, I. (2024). Model pembelajaran teaching factory dalam meningkatkan kompetensi keahlian siswa pada konsentrasi keahlian teknik komputer dan jaringan di SMK Aceh Selatan: Kajian multi situs. Universitas Bina Bangsa Getsempena.

22. Taufiqurrahman, T., & Junaidi, J. (2021). Pembelajaran berbasis project (Project-Based Learning) untuk mengembangkan keterampilan abad 21. Incare, International Journal of Educational Resources, 2(2), 225–241.

23. Tessa, A., & Humaedi, M. A. (2023). Upaya menguatkan link and match melalui program SMK Pusat Keunggulan: Studi kasus SMKN 1 Bantul. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 16(2).

24. Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. The Autodesk Foundation.

25. Wibowo, A. (2023). Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0. Yayasan Prima Agus Teknik.

26. Wicaksono, N. F. (2024). Guru sebagai pilar utama: Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Jurnal Pendidikan Vokasi dan Seni, 3(1), 1–12.

27. Zebua, E. N. K., & Zebua, N. (2024). Analisis prinsip dan peran asesmen autentik pada proses dan hasil belajar peserta didik. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(2), 128–136.

Downloads

Published

16-10-2026

How to Cite

Mujiyono, M., & Irdianto, G. (2026). Implementasi Project-Based Learning pada Praktik Pengelasan SMAW di Sekolah Menengah Kejuruan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 10215–10222. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14234