Penerapan Pendidikan Nilai melalui Budaya 5S di Sekolah Dasar dalam Perspektif Filsafat Aksiologi

Authors

  • Nazwa Chairani Universitas Negeri Medan
  • Jasmin Claudia Ramdhani Universitas Negeri Medan
  • Dwika Aulia Universitas Negeri Medan
  • Siti Aisah Nasution Universitas Negeri Medan
  • Shahnaz Muthi’ah Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14224

Keywords:

Pendidikan Nilai, Budaya 5S, Sekolah Dasar, Aksiologi, Pendidikan Karakter

Abstract

Pendidikan sekolah dasar berperan penting dalam membangun kemampuan akademik sekaligus kesadaran moral, tanggung jawab sosial, dan kebiasaan berperilaku. Salah satu pendekatan pendidikan nilai yang dekat dengan kehidupan peserta didik adalah budaya 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Artikel ini bertujuan mengkaji makna pendidikan dari penerapan budaya 5S melalui perspektif filsafat aksiologi yang menelaah hakikat, tujuan, serta perwujudan nilai dalam tindakan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan prosedur observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagaimana dijelaskan dalam naskah penelitian awal. Guru dan peserta didik menjadi subjek kajian, sedangkan informasi ditafsirkan dengan menghubungkan rutinitas interaksi di sekolah dengan nilai etis dan sosial yang mendasarinya. Pembahasan menunjukkan bahwa senyum mencerminkan keramahan, salam mengandung penghormatan, sapa membangun perhatian, sedangkan sopan dan santun mengarahkan penggunaan bahasa serta tindakan yang menghargai orang lain. Penerapan budaya 5S perlu didukung pembiasaan yang berkelanjutan, keteladanan guru, penguatan dalam pembelajaran, dan keselarasan antara sekolah dengan keluarga. Dalam pandangan aksiologi, kebermaknaan budaya 5S tidak sebatas kepatuhan terhadap aturan, melainkan terletak pada berkembangnya pemahaman peserta didik mengenai alasan moral di balik perilaku tersebut. Karena itu, budaya 5S dapat menjadi sarana menerjemahkan nilai abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret dan mudah diterapkan. Namun, uraian kualitatif dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk membuktikan hubungan sebab akibat antara program 5S dan perubahan karakter peserta didik.

References

1. Aini, N., dkk. (2024). Transformasi pembiasaan pagi sebagai upaya penguatan nilai tanggung jawab siswa SD Muhammadiyah Pati di era Kurikulum Merdeka. Didaktika.

2. Bule, M., Qondias, D., Ba'i, S. E., Kedo, L., & Darno, K. (2026). Analisis Pelaksanaan Budaya 5S sebagai Bentuk Pembiasaan Nilai Literasi Budaya dan Kewargaan di Sekolah Dasar Katolik Mataloko. Jurnal Citra Pendidikan Anak (JCPA), 5(2), 188–199.

3. Hada, G. S., & Erna, E. (2024). Analisis penerapan budaya sekolah 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dalam membangun karakter di sekolah dasar. JANACITTA, 7(1), 63–71.

4. Jalaluddin, & Idi, A. (2012). Filsafat Pendidikan: Manusia, Filsafat, dan Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

5. Latifah, S. I., Husnayayin, A., Triani, S., Suradi, A., & Riadi, D. (2025). Nilai-Nilai Aksiologis dalam Filsafat Pendidikan Islam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 223–232.

6. Mardia, A. H. M., & Ismail. (2025). Penerapan filsafat pendidikan dalam mengelola beragam tipe guru di lingkungan sekolah. Jurnal Guru Kita, 9(2), 379–387.

7. Pebruanti, Y. (2024). Implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Pena Ilmiah, 6(2).

8. Rosita, D., & Hanum, F. (2024). Penerapan Nilai-Nilai Budaya Lokal dengan Pendekatan Aksiologi terhadap Karakter Siswa di Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 379–389.

9. Sadulloh, U. (2009). Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

10. Sylviyanah. (2012). Pembinaan akhlak mulia pada sekolah dasar (Studi deskriptif pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Nur Al-Rahman). TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education.

11. Zuriah, N. (2020). Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan: Menggagas Platform Pendidikan Budi Pekerti Secara Kontekstual dan Futuristik. Jakarta: Bumi Aksara.

12. Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

13. Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What Works in Character Education: A Research-Driven Guide for Educators. Washington, DC: Character Education Partnership.

14. Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

15. Nucci, L. P., & Narvaez, D. (Eds.). (2008). Handbook of Moral and Character Education. New York: Routledge.

Downloads

Published

28-10-2026

How to Cite

Chairani, N., Ramdhani, J. C., Aulia, D., Nasution, S. A., & Muthi’ah, S. (2026). Penerapan Pendidikan Nilai melalui Budaya 5S di Sekolah Dasar dalam Perspektif Filsafat Aksiologi. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 11727–11733. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14224