Analisis Fasilitas dan Metode Pembelajaran di MAN 2 Model Medan Terkhususnya Kelas X-C
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14139Keywords:
Fasilitas Pendidikan, Proses Pembelajaran, Teknologi Digital, Keaktifan Peserta Didik, Filsafat PendidikanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas dan proses pembelajaran di MAN 2 Model Medan, khususnya pada kelas X-C, serta mengkajinya berdasarkan perspektif filsafat pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi langsung dan tanya jawab. Penelitian dilaksanakan di MAN 2 Model Medan dengan subjek penelitian meliputi lingkungan sekolah, peserta didik kelas X-C, dan guru sebagai narasumber. Data yang dikumpulkan mencakup kondisi sarana dan prasarana, proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan media digital, keterlibatan peserta didik, serta peran guru dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fasilitas sekolah dan lingkungan kelas X-C secara umum tergolong baik dan cukup mendukung kegiatan pembelajaran. Kelas X-C terdiri atas 36 peserta didik, dengan 17 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Hasil pengamatan menunjukkan sekitar 80% peserta didik aktif mengikuti pembelajaran, sedangkan sekitar 20% peserta didik belum sepenuhnya aktif. Sekolah juga telah memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai pendukung pembelajaran, meskipun penggunaannya tetap membutuhkan kemampuan guru dalam memilih media dan metode yang sesuai dengan materi serta karakteristik peserta didik. Dari perspektif filsafat pendidikan, temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan merupakan proses yang melibatkan berbagai unsur, yaitu peserta didik, guru, lingkungan, fasilitas, teknologi, pimpinan sekolah, dan tenaga kependidikan. Keterpaduan berbagai unsur tersebut diperlukan untuk menciptakan proses pendidikan yang mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, dan potensi peserta didik secara menyeluruh.
References
1. Atmaja, P., Joharman, & Hidayah, R. (2020). Correlation between learning environment at school and mathematics learning outcomes for the fourth grade student of elementary schools in Kebumen Sub-District in academic year of 2019/2020. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(1). https://doi.org/10.20961/jkc.v8i1.40401
2. Azharotunnafi, A., Nisak, H. D. K., & Trisnawati, D. (2025). The influence of learning environment and learning motivation on student achievement in Social Studies: A case study in Adiwiyata School. JIPSINDO, 12(1). https://doi.org/10.21831/jipsindo.v12i1.77536
3. Dewantara, K. H. (1962). Bagian pertama: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
4. Dewantara, K. H. (2013). Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka (Bagian I: Pendidikan). UST-Press.
5. Dewey, J. (1938). Experience and education. Macmillan.
6. Guerra-Reyes, F., et al. (2022). Standards of teacher digital competence in higher education: A systematic literature review. Sustainability, 14(21), 13983. https://doi.org/10.3390/su142113983
7. Haryati. (2019). Pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara: Studi tentang sistem Among dalam proses pendidikan. Uwais Inspirasi Indonesia.
8. Istiningsih, & Djohar. (2017). Filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam kehidupan nyata. Suluh Media.
9. Jati, A. K., Handoyo, E., & Wijayanti, T. (2026). Filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(1), 64–75. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i01.11931
10. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.
11. Kokko, A. K., & Hirsto, L. (2021). From physical spaces to learning environments: Processes in which physical spaces are transformed into learning environments. Learning Environments Research, 24, 71–85. https://doi.org/10.1007/s10984-020-09315-0
12. Machfudz, M. (2020). Penguatan pendidikan melalui lingkungan pembelajaran dalam meningkatkan kualitas belajar siswa di madrasah. FALASIFA: Jurnal Studi Keislaman, 11(2), 136–152. https://doi.org/10.36835/falasifa.v11i2.396
13. Nkomo, L. M., Daniel, B. K., & Butson, R. J. (2021). Synthesis of student engagement with digital technologies: A systematic review of the literature. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 18, 34. https://doi.org/10.1186/s41239-021-00270-1
14. Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
15. Salim, N. A., Afdal, A., & Indriani, Y. (2020). The relationship between the learning environment and student learning outcomes SDN 002 Gugus VI South Bontang Bontang City. Borneo Educational Journal, 2(1), 55–65. https://doi.org/10.24903/bej.v2i1.1478
16. Sugiarta, I. M., Mardana, I. B. P., Adiarta, A., & Artanayasa, I. W. (2019). Filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara (tokoh Timur). Jurnal Filsafat Indonesia, 2(3). https://doi.org/10.23887/jfi.v2i3.22187
17. Suparlan, H. (2015). Filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan sumbangannya bagi pendidikan Indonesia. Jurnal Filsafat, 25(1). https://doi.org/10.22146/jf.12586
18. Tan, C. Y., Dimmock, C., & Walker, A. (2022). How school leadership practices relate to student outcomes: Insights from a three-level meta-analysis. School Leadership & Management, 42(1), 4–27. https://doi.org/10.1177/17411432211061445
19. UNESCO. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education—A tool on whose terms? UNESCO. https://doi.org/10.54676/UZQV8501
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














