Persepsi Konsumen terhadap Perubahan Harga Beras di Kecamatan Medan Pancing
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14126Keywords:
Persepsi Konsumen, Perubahan Harga, Beras, Pengeluaran, Kecamatan Medan PancingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap perubahan harga beras di Kecamatan Medan Pancing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang merupakan konsumen beras di sekitar Kecamatan Medan Pancing. Instrumen penelitian terdiri atas 20 pernyataan yang diukur menggunakan skala Likert dan mencakup lima indikator, yaitu perubahan harga yang dirasakan, keterjangkauan harga, kewajaran harga, dampak terhadap pengeluaran, serta dampak terhadap pembelian dan konsumsi. Data dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan skor dan nilai rata-rata pada setiap indikator untuk menggambarkan kecenderungan persepsi responden terhadap perubahan harga beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi konsumen sebesar 3,38 dan berada pada kategori netral. Indikator dampak terhadap pengeluaran memperoleh rata-rata tertinggi sebesar 3,62 dengan kategori setuju, diikuti indikator perubahan harga yang dirasakan sebesar 3,59 dengan kategori setuju. Sementara itu, keterjangkauan harga memperoleh rata-rata sebesar 3,33, dampak terhadap pembelian dan konsumsi sebesar 3,29, serta kewajaran harga sebesar 3,10 yang seluruhnya berada pada kategori netral. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga beras paling dirasakan konsumen melalui aspek pengeluaran dan pengelolaan keuangan sehari-hari. Pada aspek pembelian dan konsumsi, penyesuaian yang lebih terlihat berkaitan dengan pilihan jenis atau merek beras dibandingkan dengan pengurangan jumlah pembelian atau konsumsi. Dengan demikian, persepsi konsumen terhadap perubahan harga beras mencakup aspek perubahan harga, keterjangkauan, kewajaran, pengeluaran, serta penyesuaian pembelian dan konsumsi.
References
1. Aditya, Z., & Hadi, S. (2026). Analisis pola dan perilaku konsumsi beras oleh rumahtangga peserta Program Keluarga Harapan di Kota Pekanbaru. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 12(2).
2. Ariani, M. (2010). Diversifikasi konsumsi pangan pokok mendukung swasembada beras. Prosiding Pekan Serealia Nasional.
3. Ariyanti, S. D., Nabila, U., & Rahmawati, L. (2024). Pemenuhan Kebutuhan Produksi Beras Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis, 7(1), 82-93.
4. Bustaman, A. D. (2003). Analisis integrasi pasar beras di Indonesia [Skripsi, Institut Pertanian Bogor]. Institut Pertanian Bogor.
5. Fernandes, V., Martiningsih, N. G. A. G. E., & Susanti, I. A. M. D. (2024). Persepsi konsumen terhadap harga dan kualitas pangan di Pasar Rakyat Gianyar. AGRIFARM: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 3(1), 9–17.
6. Firdauzi, I. (2021). Analisi Pola Konsumsi Pangan Pokok Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2000-2014. Jurnal Ekonomi Indonesia, 10(1), 71–90. https://doi.org/10.52813/jei.v10i1.60
7. Jayanti, F. C., & Hayuningtias, K. A. (2023). PERAN LOKASI, KELENGKAPAN PRODUK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN. Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Ekonomi, 20(02), 158-168. https://doi.org/10.25134/equi.v20i02.7725
8. My, N. H. D., Rutsaert, P., Van Loo, E. J., & Verbeke, W. (2017). Consumers’ familiarity with and attitudes towards food quality certifications for rice and vegetables in Vietnam. Food Control, 82, 74–82. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2017.06.011
9. PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN PADA PEMBELIAN BERAS DI KOTA MAKASSAR. (2019). Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(1), 1-16.https://doi.org/10.20956/jsep.v15i1.5800
10. Popalo, M. S. S., Indriani, R., & Bakari, Y. (2026). Analisis peramalan harga dan produksi beras di Provinsi Gorontalo. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 133-146.
11. Prakarsa, Y., Sumarwan, U., & Bawono, S. (2010). Analisis pengaruh butir patah dan menir terhadap penjualan beras premium di Pasar Induk Beras Cipinang. Pangan, 19(4), 383–397.
12. Resnia, R. (2012). Fluktuasi harga bahan pangan pokok (BAPOK) dan daya beli kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 6(2), 169–188. https://doi.org/10.30908/bilp.v6i2.130
13. Sa’diyah, A. A., Anindita, R., Hanani, N., & Muhaimin, A. W. (2019). Strategic food consumption patterns of household in Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 87(3), 79–83. https://doi.org/10.18551/rjoas.2019-03.10
14. Saliem HP, Hermanto nFN, Suryani E, Suhaeti RN, Ariani M. The Dynamics of Indonesian Consumption Patterns of Rice and Rice-Based Food Eaten Away From Home. Analisis Kebijak. Pertan. [Internet]. 2023 Jan. 25 [cited 2026 Sep. 28];17(2):95-110. Available from:https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/akp/article/view/830
15. Wijaya, T. A., & Budiani, M. S. (2022). HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI HARGA DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PENGGUNA MARKETPLACE SHOPEE DI DAERAH SURABAYA. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 9(5), 79–88. https://doi.org/10.26740/cjpp.v9i5.47350
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














