Rekonstruksi Akad Berbasis Jual Beli dan Sewa-Menyewa dalam Ekonomi Islam: Analisis Komparatif Murabahah, Salam, Istishna’, dan Ijarah terhadap Prinsip Kepemilikan, Manfaat, dan Keadilan dalam Transaksi Kontemporer

Authors

  • Rika Dwi Lestari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Fatih Fuadi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Salma Fathiya Sahnabel Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Muhammad Fadhil Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14118

Keywords:

Murabahah, Salam, Istishna’, Ijarah, Kepemilikan, Keadilan Transaksi

Abstract

Empat akad yang berbasis jual beli dan sewa, seperti murabahah, salam, istishna’, dan ijarah, merupakan alat utama dalam pembiayaan syariah, tetapi kajian yang membahasnya secara komprehensif dalam satu kerangka prinsip kepemilikan, manfaat, dan keadilan masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep keempat akad tersebut dan menganalisis kesamaan dan perbedaannya berdasarkan lokasi kepemilikan objek akad, jenis manfaat yang dipertukarkan, serta mekanisme keadilan yang mengikutinya dalam konteks transaksi saat ini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan melakukan studi literatur dan analisis konten pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah, serta publikasi ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis menunjukkan bahwa murabahah, salam, dan istishna’ menjadikan benda sebagai objek transaksi dengan titik peralihan kepemilikan yang beragam, sedangkan ijarah serta ijarah muntahia bittamlik (IMBT) berfokus pada manfaat sebagai objek utama dengan opsi peralihan kepemilikan pada akhir masa sewa. Prinsip keadilan dalam keempat akad didasarkan pada transparansi harga dan margin, hak khiyar, kejelasan spesifikasi objek, serta proporsionalitas risiko di antara pihak-pihak, yang dalam praktiknya masih menghadapi tantangan seperti standardisasi kontrak dan penerapan yang belum merata. Penelitian ini merumuskan kerangka integratif yang menghubungkan kepemilikan, keuntungan, dan keadilan sebagai pedoman untuk pengembangan produk pembiayaan syariah yang lebih peka terhadap transaksi digital dan perjanjian elektronik.

References

1. Aceh, B., & Aceh, B. (2024). REVITALIZIsNG MURABAHAH FINANCING AGREEMENT IN INDONESIA: A RETURN TO ISLAMIC PRINCIPLES FOR SOCIETAL WELFARE Muhammad Dayyan 1 , Syahrizal Abbas 2 , Hafas Furqani 3. 26(3), 609–636.

2. J., Rangkuti, M., & Siregar, B. G. (2026). Akad Salam dan Istishna : Studi Komparatif dalam Pembiayaan Produktif Syariah. 10, 13334–13341.

3. Azizah, N., Bulutoding, L., & Economics, I. (2025). Ijarah Muntahia Bittamlik : Comprehensive Analysis Implementation in Sharia Financial Business in Indonesia. 7(1), 29–36.

4. Batubara, C., Rokan, M. K., Firdaus, M., Abdul, B., & Harahap, I. (2024). Realizing Justice and Ma ṣ la ḥ ah in E-Commerce:

5. Fiqh Muamalah Insights and Challenges in Malaysia and Indonesia. 23(2), 253–267. https://doi.org/10.31958/juris.v23i2.12356

6. Batubara, M., & Pane, M. M. (2023). Pengaruh Pertanian terhadap Pendapatan Nasional. Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI), 7(1), 74–81. https://doi.org/10.33059/jensi.v7i1.7690

7. Daulay, A. H., Habibi, M., & Author, C. (2026). PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH DI ERA DIGITAL : MEMBAWA PERUBAHAN RADIKAL DALAM REGULASI ETIS KECERDASAN. 11(1), 130–146.

8. Fitriana, N. L., Semarang, U. N., & Semarang, U. N. (2025). PENERAPAN AKAD JUAL BELI DALAM BISNIS MODERN. 2(2), 194–204.

9. J, F. H. (2024). Perbandingan Akad-Akad yang digunakan Perbankan Syariah di Malaysia dan Indonesia. 2(1), 38–44.

10. Juli, V. N., Rivano, N., Maskuri, A., Saputra, S. F., & Putra, B. J. (2026). Komersialisasi Keterlambatan dalam Ekosistem Paylater : Komparasi Time Value of Money dan Larangan Riba al-Jahiliyyah pada Denda Otomatis.

11. Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2026), Q.S. An-Nahl [16]: 89.

12. Saputra, H., & Apriyani, N. W. (2018). JURNAL AZ-ZAHRA : JURNAL EKONOMI DAN BISNIS ISLAM xx (xx): xx-xx (20xx) DOI: xxxxxxxxxxxxxxxxxx. xx.

13. Syariah, A., Akbar, F., & Sinaga, N. Y. (2025). Analisis Konseptual Penerapan Akad-Akad Transaksi Syariah ( Murabahah , Mudharabah , Ijarah , dan Istishna ). 2, 49–61.

14. Umi Karimatul Azizah. (2022). Praktek Jual Beli Perhiasan Emas Dengan Sistem Tukar Tambah Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Di Toko Sinar Jaya Kacamatan Tanggul Kabupaten Jember). Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Keluarga Islam, 3(1), 97–107. https://doi.org/10.35316/alhukmi.v3i1.2200

15. Yustisiabel, J., Hukum, F., Luwuk, U. M., Ardani, A. M., & Indonesia, U. (2024). DI PERBANKAN SYARIAH. 8.

Downloads

Published

01-10-2026

How to Cite

Lestari, R. D., Fuadi, F., Sahnabel, S. F., & Fadhil, M. (2026). Rekonstruksi Akad Berbasis Jual Beli dan Sewa-Menyewa dalam Ekonomi Islam: Analisis Komparatif Murabahah, Salam, Istishna’, dan Ijarah terhadap Prinsip Kepemilikan, Manfaat, dan Keadilan dalam Transaksi Kontemporer. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 8674–8680. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14118