Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Atraktan Berbahan Nanas dan Air Nira pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Halongonan

Authors

  • Lola Latifa Ainun Siregar Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Merlyn Mariana Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Linda Tri Wira Astuti Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14108

Keywords:

Atraktan Alami, Hama Kumbang Tanduk, Kelapa Sawit TBM, Rancangan Penyuluhan, Penerimaan Pekebun

Abstract

Serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menjadi salah satu kendala utama pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) di Kecamatan Halongonan. Di sisi lain, wilayah ini memiliki potensi lokal berupa nanas dan air nira yang dapat dimanfaatkan sebagai atraktan alami dalam pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah, menyusun rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan tersebut, serta mengetahui jumlah pekebun yang mencoba perangkap atraktan berbahan nanas dan air nira. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 43 pekebun sebagai responden yang ditentukan melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Potensi wilayah dianalisis menggunakan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA), sedangkan tingkat penerimaan dianalisis menggunakan skala Likert dan garis kontinum, dengan instrumen yang telah diuji validitas (Pearson Product Moment) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,600). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan secara keseluruhan mencapai 87,95% dengan kategori sangat sesuai, meliputi aspek materi (82,98%), metode (85,64%), media (89,84%), volume (89,61%), lokasi (86,20%), waktu (91,01%), dan biaya (90,39%). Setelah kegiatan penyuluhan, sebanyak 10 dari 43 pekebun (23,26%) telah mencoba memasang perangkap atraktan di lahan usahataninya, melampaui target penyuluhan sebesar 21%. Hasil ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun layak digunakan untuk mendorong adopsi inovasi pengendalian hama kumbang tanduk berbahan atraktan alami pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan.

References

1. Abdullah, S. (2025). Efektivitas penggunaan media cetak leaflet dan folder terhadap tingkat pengetahuan petani sayuran dalam pembuatan pupuk kompos di Desa Wonua Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 4(4), 63–74. https://doi.org/10.56189/jiikpp.v4i4.29

2. Amalyadi, R., Ismulhadi, & Windari, W. (2022). Evaluasi hasil penerapan rancangan penyuluhan tentang pengaplikasian pakan fermentasi gedebog pisang untuk sapi potong Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Jurnal Sains Peternakan, 10(1), 21–25. https://doi.org/10.21067/jsp.v10i1.6728

3. Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep umum populasi dan sampel dalam penelitian. PILAR: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 14(1), 15–31. https://doi.org/10.26618/whw41w62

4. Andriyani, D. (2026). Pengaruh implementasi kebijakan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian dan biaya operasional penyuluh terhadap kinerja penyuluh pertanian pada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 6(2), 687–697. https://doi.org/10.37481/jmh.v6i2.2005

5. Anwas, O. M. (2013). Pengaruh pendidikan formal, pelatihan, dan intensitas pertemuan terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 19(1), 50–62. https://doi.org/10.24832/jpnk.v19i1.107

6. Apsari, S., Insanuddin, I., Mulyanti, S., & Supriyanto, I. (2021). Efektivitas penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan metode ceramah dan diskusi kelompok terhadap pengetahuan responden: Studi literatur. Jurnal Terapi Gigi dan Mulut, 1(1), 9–16. https://doi.org/10.34011/jtgm.v1i1.125

7. Arief, A. F., Santi, I. S., & Tarmadja, S. (2024). Pengendalian kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) secara terpadu di PTPN IV Unit Adolina Afdeling II Blok 22C. AGROFORETECH, 2(1), 113–120.

8. Armando, A. (2025). Uji potensi buah cempedak dan nanas sebagai atraktan nabati & atraktan sintetis terhadap hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada tanaman kelapa sawit [Disertasi doktoral, Universitas Batanghari Jambi].

9. Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik tanaman perkebunan tahunan Indonesia. BPS-Statistik Indonesia.

10. Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik tanaman perkebunan tahunan Indonesia. BPS-Statistik Indonesia.

11. Bangun, J. H., & Apriliya, I. (2025). Sari nanas sebagai strategi dalam pengendalian hama kumbang tanduk Oryctes rhinoceros pada tanaman kelapa sawit. Jurnal Ilmiah Pertanian, 7(1). https://doi.org/10.31289/jiperta.v7i1.5990

12. BPS Kabupaten Padang Lawas Utara. (2024). Kabupaten Padang Lawas Utara dalam angka 2024. BPS-Statistics Padang Lawas Utara Regency.

13. Darma, B. (2021). Statistika penelitian menggunakan SPSS (Uji validitas, uji reliabilitas, regresi linier sederhana, regresi linier berganda, uji t, uji F, R2). Guepedia.

14. Efendi, S. (2021). Aplikasi pengelolaan hama terpadu kumbang tanduk Oryctes rhinoceros L. pada kelapa sawit di Nagari Giri Maju Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 4(3), 149–159. https://doi.org/10.25077/jhi.v4i3.498

15. Gusti, I. M., Gayatri, S., & Prasetyo, A. S. (2021). Pengaruh umur, tingkat pendidikan, dan lama bertani terhadap pengetahuan petani tentang manfaat dan cara penggunaan kartu tani di Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 19(2), 209–221. https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v19i2.926

16. Hermawan, R., Noer, M., & Tanjung, H. B. (2026). Pelatihan pertanian dengan pendekatan perencanaan partisipatif: Literatur review. Jurnal Research Ilmu Pertanian, 6(1), 49–62. https://doi.org/10.31933/hf95pm53

17. Hidayati, F., Syahni, R., Suliansyah, I., & Tanjung, H. B. (2025). Model teoritis adopsi inovasi pertanian: Integrasi pendekatan perilaku petani. Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai, 15(1), 70–79. https://doi.org/10.36589/rs.v15i1.301

18. Irdiana, E., Nurliza, N., & Kurniati, D. (2023). Keberhasilan penyuluhan melalui karakteristik penyuluh dan petani. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(2), 247–261. https://doi.org/10.29244/jai.2023.11.2.247-261

19. Lestari, & Widya. (2020). Pengaruh ketinggian perangkap atraktan dalam mengendalikan kumbang tanduk Oryctes rhinoceros L. di perkebunan PT Herfinta. Jurnal Agroplasma, 7(2), 80–84. https://doi.org/10.36987/agroplasma.v7i2.1846

20. Nomleni, F. T., & Manu, T. S. N. (2018). Pengembangan media audio visual dan alat peraga dalam meningkatkan pemahaman konsep dan pemecahan masalah. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(3), 219–230. https://doi.org/10.24246/j.js.2018.v8.i3.p219-230

21. Pratiwi, A., & Moeis, J. P. (2022). Sustainable farming: Respons petani tanaman pangan terhadap kepemilikan lahan pertanian. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 22(1), 4. https://doi.org/10.21002/jepi.2022.04

22. Purba, F. N., Kusnendi, F. S., & Mursalim, M. (2025). Efektivitas umpan buah dan lampu kuning terhadap tangkapan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Media Pertanian, 10(2), 206–213.

23. Samay, A., Susanti, E., & Romano, R. (2020). Pembagian peran gender pada rumah tangga petani bawang merah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(4), 118–124. https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i4.15588

24. Sari, F., & Saro, D. (2018). Implementasi algoritma C4.5 dalam menentukan lokasi prioritas penyuluhan program keluarga berencana di Kecamatan Dumai Timur. Jurnal Penelitian Pos dan Informatika, 8(1), 63–76. https://doi.org/10.17933/jppi.v8i1.137

25. Siregar, Y. S., Darwis, M., Baroroh, R., & Andriyani, W. (2022). Peningkatan minat belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik pada masa pandemi Covid-19 di SD Swasta HKBP 1 Padang Sidempuan. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 2(1), 69–75. https://doi.org/10.56972/jikm.v2i1.33

26. Sulistyawati, W., Wahyudi, W., & Trinuryono, S. (2022). Analisis motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran blended learning saat pandemi Covid-19 (deskriptif kuantitatif di SMAN 1 Babadan Ponorogo). KadikmA, 13(1), 68–73. https://doi.org/10.19184/kdma.v13i1.31327

27. Sunanto, S., Salim, S., & Rauf, A. W. (2019). Analisis kesepakatan peningkatan produktivitas kopi Arabika pada pengembangan kawasan di Kabupaten Toraja Utara. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(1), 42–55. https://doi.org/10.20956/jsep.v15i1.6369

28. Wong, K. H., & Ho, H. W. (2021). A rapid rural appraisal of a remote village in Lahad Datu, Sabah. Borneo Journal of Medical Sciences, 15(2), 35–35.

29. Yahya, M., Herawaty, Misiyem, & Lestari, E. W. (2021). Keefektifan penggunaan media sesungguhnya dalam penyuluhan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Agrica Ekstensia, 15(2), 101–110. https://doi.org/10.55127/ae.v15i2.92

Downloads

Published

03-10-2026

How to Cite

Siregar, L. L. A., Mariana, M., & Astuti, L. T. W. (2026). Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Atraktan Berbahan Nanas dan Air Nira pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Halongonan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 8936–8944. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14108