Pengembangan Bisnis Kursus Bahasa Inggris Berbasis Komunitas melalui Inovasi Layanan dan Adaptasi Teknologi

Authors

  • Ayra Zalikha Munir Universitas Negeri Makassar
  • Sultan Baa Universitas Negeri Makassar
  • Ani Putri Aneliya Universitas Negeri Makassar
  • Rafi’ah Arham Universitas Negeri Makassar
  • Fatih Muhammad Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14095

Keywords:

Pengembangan Bisnis, Kewirausahaan Pendidikan, Inovasi Layanan, Pemasaran Komunitas, EYSA Language Center

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengembangan bisnis, bentuk inovasi layanan, serta strategi adaptasi yang diterapkan oleh EYSA Language Center dalam menghadapi disrupsi teknologi dan persaingan pasar pendidikan non-formal di Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan pada Agustus 2026 melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur bersama pihak manajemen, serta analisis dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EYSA bertransformasi dari komunitas belajar informal, Ezpz, menjadi entitas bisnis formal berbasis direct consumer-funded model. Konflik hak kekayaan intelektual atas nama merek memaksa dilakukannya rebranding total, yang oleh manajemen diubah menjadi peluang melalui pembentukan South Sulawesi English Community (SSEC) sebagai saluran pemasaran organik. Transformasi ini didorong oleh empat inovasi berpusat pada pelanggan, yaitu garansi gratis mengulang kelas selama dua bulan, portal siswa berbasis situs web untuk fleksibilitas jadwal mandiri, layanan konsultasi beasiswa gratis bersama alumni luar negeri, serta metode pembelajaran berbasis gamification. Selain itu, EYSA mengatasi ancaman disrupsi Artificial Intelligence (AI) dan kejenuhan pasar melalui pendekatan ikatan emosional (emotional bonding) dengan peserta didik serta fokus pada kualitas layanan, bukan persaingan harga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan bersaing lembaga kursus berbasis komunitas tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada pengintegrasian inovasi nilai, fleksibilitas layanan digital, kesadaran terhadap perlindungan kekayaan intelektual, dan keterlibatan komunitas secara berkelanjutan. Temuan ini memberi panduan praktis bagi wirausahawan pemula di bidang jasa pendidikan non-formal.

References

1. Baláž, P., Hamara, A., & Harvánek, L. (2022). Social value creation and sustainability in educational and creative entrepreneurship. Journal of Business Venturing Insights, 18, e00320.

2. DeJonckheere, M., & Vaughn, L. M. (2019). Semistructured interviewing in primary care research design and development. Family Medicine and Community Health, 7(2), e000057.

3. Donkoh, K. E., & Mensah, F. (2023). Methodological triangulation in educational research: Enhancing validity and trustworthiness in qualitative inquiry. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 7(4), 112–124.

4. George, A., & Mathew, S. (2025). Digital marketing and community engagement: Leveraging social media for brand awareness in youth entrepreneurship. Journal of Digital & Social Media Marketing, 12(3), 201–215.

5. Hanidah, S., Pratama, A., & Kurniawan, R. (2024). Inovasi dan adaptabilitas bisnis start-up digital di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 26(1), 45–58.

6. Juliana, J., Djakasaputra, A., & Pramono, R. (2021). Innovation and creativity in maintaining business sustainability during dynamic market shifts. International Journal of Sustainable Development and Planning, 16(5), 945–953.

7. Karami, M., Tang, J., & Desai, S. (2025). Opportunity recognition, creativity, and value creation in small business entrepreneurship. Entrepreneurship Theory and Practice, 49(1), 115–138.

8. Koch, L., Zimmermann, A., & Muehlfeld, K. (2023). Founders' creative orientation and its impact on long-term firm performance and innovation outputs. Journal of Business Venturing, 38(2), 106280.

9. Korpysa, J., & Waluyohadi, W. (2022). Entrepreneurial ecosystems and creative industry performance in emerging markets. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 8(3), 142–156.

10. Mariah, S., & Hermawan, A. (2025). Community-driven marketing funnel: Strategies for organic customer acquisition in small-medium enterprises. Asian Journal of Business Research, 15(1), 78–92.

11. Pindado, E., Sánchez, M., & García, A. (2023). Network-driven entrepreneurship: How local networks support business survival and growth. Small Business Economics, 60(3), 1021–1040.

12. Pradana, M., Rubiyanti, N., & Utami, D. G. (2024). Digitalization and competitive advantage in creative educational services. Journal of Innovation and Entrepreneurship, 13(1), 22–35.

13. Schlunegger, M., Widmer, M., & Keller, R. (2024). Triangulation methods in qualitative business research: Ensuring data rigor and validity. Qualitative Research in Organizations and Management, 19(2), 180–198.

14. Smit, B., & Onwuegbuzie, A. J. (2018). Direct observation in qualitative research: Applications and best practices for fieldwork. International Journal of Qualitative Methods, 17(1), 1–12.

15. Yu, X., Zhao, Y., & Chen, C. (2023). Cognitive flexibility and entrepreneurial alertness in responding to technological disruptions. Technological Forecasting and Social Change, 189, 122340.

Downloads

Published

02-10-2026

How to Cite

Munir, A. Z., Baa, S., Aneliya, A. P., Arham, R., & Muhammad, F. (2026). Pengembangan Bisnis Kursus Bahasa Inggris Berbasis Komunitas melalui Inovasi Layanan dan Adaptasi Teknologi . Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 8869–8876. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14095