Strategi Pemerintah Daerah dalam Penanganan Anak Putus Sekolah di Kabupaten Rokan Hulu
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14084Keywords:
Strategi, Pemerintah Daerah, Putus SekolahAbstract
Tingginya jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan bahwa pemerataan akses dan keberlanjutan pendidikan masih menjadi persoalan dalam penyelenggaraan pelayanan publik daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemerintah daerah dalam menangani anak putus sekolah, mengidentifikasi hambatan pelaksanaannya, dan merumuskan implikasi perbaikan kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pemilihan lima informan secara purposive, meliputi unsur Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, dan orang tua anak putus sekolah. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Analisis menggunakan kerangka manajemen strategis Hunger dan Wheelen yang terdiri atas pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi, serta evaluasi dan pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan pendataan, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, sosialisasi, serta menyediakan pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dengan Program Paket A, B, dan C. Namun, strategi belum terlaksana secara optimal karena pembaruan data belum konsisten, penjangkauan keluarga belum merata, anggaran khusus belum tersedia, dan evaluasi lebih menekankan pelaksanaan kegiatan daripada keberhasilan anak kembali belajar. Hambatan lainnya meliputi kondisi ekonomi keluarga, keterlibatan anak dalam pekerjaan, rendahnya motivasi pendidikan, mobilitas penduduk, serta keterbatasan akses geografis. Penelitian menyimpulkan bahwa perbaikan memerlukan data kasus yang terverifikasi, penjangkauan aktif berbasis keluarga, dukungan biaya pendidikan tidak langsung, layanan kesetaraan yang fleksibel, dan indikator evaluasi berbasis hasil. Rekomendasi tersebut merupakan arahan kebijakan yang perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing wilayah.
References
1. Abd. Rahman rahim, H., & Radjab, E. (2017). Manajemen Strategi. Makassar: Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Abubakar, H. R. (2021). Pengantar metodologi penelitian. Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.
3. Ahmad, I., Djajasinga, N. D., Astuti, S. D., Sanny, A., Cahyadi, N., Mamengko, R. P., & Reza, V. (2022). Digital Marketing (Concept, Strategy, and Implementation). Batam: Cendikia Mulia Mandiri.
4. Albi Anggito, J. S. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Sukabumi: CV. Jejak.
5. Assa Riswan. (2022). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Desa Sonuo Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Ilmiah Society, 2(1), 1–12.
6. Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.
7. Creswell, J. W. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Sixth Edit). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
8. David J. Hunger., & Thomas L. Wheelen (2003). Manajemen Strategis, Terjemahan Julianto Agung S. Yogyakarta: Andi
9. Delvia, A., & Sujianto, S. (2024). Anak Putus Sekolah di Kota Pekanbaru. Konstitusi : Jurnal Hukum, Administrasi Publik, Dan Ilmu Komunikasi, 1(4), 340–367.
10. Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu. (2022). Rencana strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu tahun 2021-2026.
11. Febriana, M., & Rangkuti, M. R. (2023). Administration : Koordinasi dalam Penanganan Anak Putus Sekolah di Desa Taktakan Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Dan Pembangunan, 14(2), 173–187.
12. Gie, T. L. (1968). Pertumbuhan pemerintahan daerah di Negara Republik Indonesia (Issue v. 3). Jakarta: Gunung Agung.
13. Global Education Monitoring Report Team. (2018). Achieving gender equality in education: Don't forget the boys (Policy Paper 35). Paris: UNESCO.
14. Haudi. (2021). Strategi Pembelajaran. Solok: Insan Cendekia Mandiri.
15. Hidayat, M. T. N., Abdurrahman, A. I., & Suseno, A. (2024). Strategi Sosialisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dalam Mengurangi Anak Putus Sekolah (Studi Kasus Pelajar SMP di Desa Sukamulya Kecamatan Sukamulya). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(8), 665–689.
16. Kaho, J. R. (1988). Prospek otonomi daerah di Negara Republik Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
17. Limbong, S., Purnomo, A., & Halik, W. (2025). Strategi Pemerintah Kota Sorong Dalam Mengatasi Tantangan Anak Putus Sekolah. Jurnal Ilmiah Kebijakan Publik, 3(1), 29–40.
18. Mulgan, G. (2010). The Art of Public Strategy: Mobilizing Power and Knowledge for the Common Good. OUP Oxford.
19. Nuriaini, Y. F., & Tinov, M. Y. T. (2023). Upaya Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Mengantisipasi Anak Putus Sekolah di Kota Pekanbaru Tahun 2021. Jom Fisip, 10, 1–11.
20. Ramayana, W. O. S., & Limuna, W. (2025). Strategi Penerapan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital ( IKD ) dalam Mendukung Transformasi Pelayanan Berbasis Digital. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 1893–1905.
21. Sembiring, B. T., Asri, A. B., Maria, Y. A., & Riri, M. F. (2023). Sistem Pemerintahan Daerah. Solok: Mafy Media Literasi Indonesia.
22. Supriatna, E. (2023). Inisiatif Partisipasi Sosial Dalam Mengatasi Anak Putus Sekolah : Studi Kasus Pada Jaringan Kerja Dan Kolaborasi Antara Lembaga Pemerintah , LSM , dan Masyarakat Sipil di Indonesia. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 17(3).
23. Syam, Z. A. (2023). Peran Pemerintah Daerah Dalam Pembinaan Anak Putus Sekolah di Kota Makassar= The Role of Local Government in Guiding School Dropout Children in Makassar City. Universitas Hasanuddin.
24. Taufiqurokhman. (2016). Manajemen strategik. Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama.
25. UNESCO Office Bangkok and Regional Bureu for Education in Asia and the Pacific, & U. N. I. C. E. F. (2021). Situation analysis on the effects of and responses to COVID-19 on the Education Sector in Asia: Indonesia case study. UNESCO.
26. Yaneri, A., Vonika, N., & Suviani, V. (2022). Analisis Penyebab Anak Putus Sekolah Bagi Keluarga Miskin. Jurnal Ilmiah Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, 4(1), 76–89.
27. Yuniar, D. P. (2021). Faktor penyebab putus sekolah pada anak di Wilayah Pedesaan (studi kasus di Desa Sonowangi Kabupaten Malang). Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus), 6(1), 99–107.
28. Zhu, B., Yang, M., & Chu, X. (2024). Good Governance and Innovation: Economic freedom matters. Technological Forecasting and Social Change, 205, 123527.
29. Zuchri Abdussamad, H., & Rapanna, P. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: CV. Syakir Media Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














