Pengaruh Variasi Suhu Pencelupan Menggunakan Ekstrak Kulit Kayu Mangrove (Rhizophora mucronata) terhadap Hasil Pewarnaan pada Kain Rayon

Authors

  • Fadhilla Husna Universitas Negeri Padang
  • Samuel Martin Pradana Universitas Negeri Padang
  • Adriani Adriani Universitas Negeri Padang
  • Rima Agustia Utami Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14073

Keywords:

Rhizophora mucronata, Pewarna Alami, Suhu Pencelupan, Kain Rayon, Ketahanan Luntur Warna

Abstract

Pewarna alami merupakan salah satu alternatif pewarna tekstil yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis. Kulit kayu mangrove (Rhizophora mucronata) berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pewarna alami karena mengandung senyawa yang dapat menghasilkan warna pada bahan tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nama warna (hue) dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian pada kain rayon yang dicelup menggunakan ekstrak kulit kayu mangrove (Rhizophora mucronata) dengan variasi suhu pencelupan 30°C, 60°C, dan 90°C. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Identifikasi nama warna dilakukan menggunakan aplikasi Color Blind Assistant dan penilaian oleh 15 panelis, sedangkan ketahanan luntur warna terhadap pencucian diuji berdasarkan SNI ISO 105-C06:2020 dengan penilaian perubahan warna menggunakan Grey Scale dan penodaan warna menggunakan Staining Scale. Data Grey Scale dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 30°C menghasilkan warna dominan Wheat Light Brown dengan nilai Grey Scale 1, sedangkan suhu 60°C menghasilkan Raw Sienna dan suhu 90°C menghasilkan Golden Sundance, masing-masing dengan nilai Grey Scale 2. Penilaian Staining Scale pada seluruh variasi suhu menghasilkan nilai 4 pada serat kapas dan 4–5 pada serat poliester. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,333 > 0,05, sehingga variasi suhu pencelupan tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap ketahanan luntur warna berdasarkan Grey Scale. Secara deskriptif, suhu 60°C dan 90°C menunjukkan perubahan warna yang lebih kecil setelah pencucian dibandingkan suhu 30°C, tetapi belum dapat ditentukan satu suhu yang paling optimal karena keduanya memperoleh nilai Grey Scale yang sama.

References

1. Ali, R. I., & Adriani. (2025). Pengaruh mordan terhadap hasil pencelupan kain katun primissima dengan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata). JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 10(1), 55–63. https://doi.org/10.29210/30035784000

2. Apriliyani, Y., Safe'i, R., Kaskoyo, H., Wulandari, C., & Febryano, I. G. (2020). Analisis penilaian kesehatan hutan mangrove di Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Hutan Tropis, 8(2), 123–130. https://doi.org/10.20527/jht.v8i2.9044

3. Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Rineka Cipta.

4. Ariyanti, N. S., Hayati, N. S., & Hadisunarso. (2023). Potensi daun dari enam jenis tumbuhan sebagai pewarna alami untuk tekstil. Jurnal Sumberdaya Hayati, 8(2), 65–74. https://journal.ipb.ac.id/sumberdayahayati/article/download/43808/24840

5. Azmir, J., Zaidul, I. S. M., Rahman, M. M., Sharif, K. M., Mohamed, A., Sahena, F., Jahurul, M. H. A., Ghafoor, K., Norulaini, N. A. N., & Omar, A. K. M. (2013). Techniques for extraction of bioactive compounds from plant materials: A review. Journal of Food Engineering, 117(4), 426–436. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2013.01.014

6. Bahri, S., Jalaluddin, & Rosnita. (2017). Pembuatan zat warna alami dari kulit batang jamblang (Syzygium cumini) sebagai bahan dasar pewarna tekstil. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 6(1), 10–19. https://doi.org/10.29103/jtku.v6i1.465

7. Bormashenko, E. (2020). What is temperature? Modern outlook on the concept of temperature. Entropy, 22(12), 1366. https://doi.org/10.3390/e22121366

8. Dewi, L. F., Pringgenies, D., & Ridlo, A. (2018). Pemanfaatan mangrove Rhizophora mucronata sebagai pewarna alami kain katun. Journal of Marine Research, 7(2), 79–88. https://doi.org/10.14710/jmr.v7i2.25896

9. Elvera, & Astarina, Y. (2021). Metodologi penelitian. Andi. https://books.google.com/books/about/METODOLOGI_PENELITIAN.html?id=p2rDEAAAQBAJ

10. Failisnur, F., & Sofyan. (2016). Pengaruh suhu dan lama pencelupan benang katun pada pewarnaan alami dengan ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.). Jurnal Litbang Industri, 6(1), 25–37. https://doi.org/10.24960/jli.v6i1.716.25-37

11. Felgueiras, C., Azoia, N. G., Gonçalves, C., Gama, M., & Dourado, F. (2021). Trends on the cellulose-based textiles: Raw materials and technologies. Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, 9, 608826. https://doi.org/10.3389/fbioe.2021.608826

12. Ismunarti, D. H., Zainuri, M., Sugianto, D. N., & Saputra, S. W. (2020). Pengujian reliabilitas instrumen terhadap variabel kontinu untuk pengukuran konsentrasi klorofil-a perairan. Buletin Oseanografi Marina, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.14710/buloma.v9i1.23924

13. Kwartiningsih, E., Setyawardhani, D. A., Wiyatno, A., & Triyono, A. (2009). Zat pewarna alami tekstil dari kulit buah manggis. Ekuilibrium, 8(1), 41–47. https://doi.org/10.20961/ekuilibrium.v8i1.49518

14. Madina, A. S., Putri, A. E., Anggreini, N. A., Haryanto, & Thoyib, M. (2024). Pengaruh frekuensi, waktu, jenis kain, dan suhu terhadap hasil warna dari daun tarum (Indigofera tinctorium). Jurnal Crystal: Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya, 6(2), 144–153. https://doi.org/10.36526/jc.v6i2.4258

15. Maghfiroh, M., Murty, D. A., & Lestari, H. P. (2023). Recovery of indantren from batik liquid waste after fabric dying and its application. Indonesian Journal of Chemical Science, 12(3), 289–297. https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/download/75552/25700

16. Manurung, R., Hasibuan, R., & Irvan. (2004). Perombakan zat warna azo reaktif secara anaerob-aerob. Jurnal, 1–19.

17. Mauliza, I. N., & Ahmad, S. A. (2022). Stabilitas warna dan mutu pencelupan zat warna kunyit serbuk hasil proses spray dry. Texere, 20(2), 66–76. https://doi.org/10.53298/texere.v20i2.01

18. Mauliza, I. N., & Putri, V. P. (2019). Decoction as an alternative to producing indigo tarum areuy (Marsdenia tinctoria) dyes and its role on fiber coloration from cellulose. JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia), 4(2), 57–66. https://jurnal.uns.ac.id/jkpk/article/download/29866/22528

19. Mile, L., Pasisingi, N., Koniyo, Y., Hamzah, S. N., Sulistijowati, R., Naiu, A. S., Juliana, & Harmain, R. M. (2025). Penanaman mangrove sebagai upaya konservasi ekosistem mangrove di Desa Tabulo Selatan Kabupaten Boalemo. Jurnal Dinamika Pengabdian, 10(2), 242–252. https://doi.org/10.20956/jdp.v10i2.42023

20. Miranti, T., & Adriani. (2025). Pengaruh mordan tawas, tunjung, dan kapur sirih terhadap hasil ecoprint pada kain katun primisima menggunakan daun ramayana (Senna spectabilis (DC.)). EDUTECH, 24(3), 1736–1749. https://doi.org/10.17509/e.v24i3.89706

21. Mulyawan, A. S., Sana, A. W., & Kaelani, Z. (2015). Identifikasi sifat fisik dan sifat termal serat-serat selulosa untuk pembuatan komposit. Arena Tekstil, 30(2), 75–82. https://www.researchgate.net/publication/329271318_IDENTIFIKASI_SIFAT_FISIK_DAN_SIFAT_TERMAL_SERAT-SERAT_SELULOSA_UNTUK_PEMBUATAN_KOMPOSIT

22. Nabila, S. A., Pradana, S. M., Adriani, Novrita, S. Z., Hadiastuti, & Oktaviani, V. (2026). The effect of dyeing temperature on the color and color fastness of sicerek leaves (Clausena excavata Burm. F) on Roberto Cavali fabric. SAINTEKS: Jurnal Sain dan Teknik, 8(1), 104–115. https://doi.org/10.37577/sainteks.v8i01.1063

23. Nasution, L. M. (2020). Statistik deskriptif. Hikmah, 14(1), 49–55. https://e-jurnal.staisumatera-medan.ac.id/index.php/hikmah/article/view/16

24. Nikmah, D. S. M., & Widihastuti. (2022). Pengaruh suhu pencelupan terhadap kualitas hasil pewarnaan kain sutera menggunakan ekstrak warna sabut kelapa (Cocos nucifera L.). Jurnal Fesyen: Pendidikan dan Teknologi, 11(2). https://doi.org/10.21831/teknikbusana.v11i2.19551

25. Patra, A., Abdullah, S., & Pradhan, R. C. (2022). Review on the extraction of bioactive compounds and characterization of fruit industry by-products. Bioresources and Bioprocessing, 9, 14. https://doi.org/10.1186/s40643-022-00498-3

26. Pizzicato, B., Pacifico, S., Cayuela, D., Mijas, G., & Riba-Moliner, M. (2023). Advancements in sustainable natural dyes for textile applications: A review. Molecules, 28(16), 5954. https://doi.org/10.3390/molecules28165954

27. Pradana, S. M., Zahra, N. Z., & Mulyani, R. W. E. (2023). Penentuan kondisi optimum NaCl dan Na₂CO₃ dalam proses pencelupan kain rajut kapas-bambu (60%-40%) dengan zat warna reaktif (Reactive Blue BRF). Texere, 21(1), 5–12. https://ojstexere.stttekstil.ac.id/index.php/texere/article/view/117

28. Prambudy, A. A., Restu, I. W., & Wijayanti, N. P. P. (2023). Pola pertumbuhan mangrove jenis Bruguiera gymnorrhiza dan Ceriops tagal dengan metode pembibitan menggunakan substrat yang berbeda di Pulau Serangan, Denpasar, Bali. Current Trends in Aquatic Science, 6(1), 9–15.

29. Pujilestari, T. (2017). Optimasi pencelupan kain batik katun dengan pewarna alam tingi (Ceriops tagal) dan Indigofera sp. Dinamika Kerajinan dan Batik, 34(1), 53–62. https://doi.org/10.22322/dkb.v34i1.2606

30. Purwita, C. A., Sugesty, S., & Rachmanasari, H. (2020). Karakteristik pulp rayon sulfit asam dan prehidrolisis kraft komersial berdasarkan SNI 938:2017. Jurnal Standardisasi, 22(1), 35–44. https://doi.org/10.31153/js.v22i1.765

31. Rahmah, R., & Asiatun, K. (2023). Pengaruh fiksator terhadap ketahanan luntur warna daun srikaya pada sasirangan rayon viskosa. Prosiding PTBB, 18(1). https://journal.uny.ac.id/index.php/ptbb/article/view/68005

32. Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara. https://books.google.co.id/books?id=Ntw_EAAAQBAJ&printsec=copyright&source=gbs_pub_info_r

33. Sahir, S. H. (2021). Metodologi penelitian. Penerbit KBM Indonesia.

34. Sari, A., dkk. (2023). Dasar-dasar metodologi penelitian. CV. Angkasa Pelangi.

35. Sasadara, M. M. V., & Wiranata, I. G. (2022). Pengaruh pelarut dan metode ekstraksi terhadap kandungan metabolit sekunder dan nilai IC50 ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L.). Usadha, 2(1), 7–13. https://doi.org/10.36733/usadha.v2i1.5277

36. Setyaningsih, D., Apriyantono, A., & Sari, P. M. (2010). Analisis sensori untuk industri pangan dan agro. IPB Press. https://ipbpress.com/product/199-analisis-sensori-untuk-industri-pangan-dan-agro

37. Sholikhah, A. P. M., & Widowati. (2024). Kualitas hasil ecoprint motif daun jenitri dengan ZWA daun ketapang menggunakan mordan tawas, tunjung dan kapur tohor. Fashion and Fashion Education Journal, 13(1), 44–51. https://doi.org/10.15294/ffej.v13i1.76046

38. Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (Ed. ke-2, Cet. ke-5). Alfabeta.

39. Tunçel, K. Ş. (2020). Fosforik asidin rejenere selüloz esaslı lifler üzerine etkisi [Effect of phosphoric acid on regenerated cellulose based fibers]. Mühendislik Bilimleri ve Tasarım Dergisi, 8(2), 605–611. https://doi.org/10.21923/jesd.516920

40. Wahyuni, M. (2020). Statistik deskriptif untuk penelitian olah data manual dan SPSS versi 25. Bintang Pustaka Madani. https://books.google.com/books/about/Statistik_Deskriptif_untuk_Penelitian_Ol.html?hl=id&id=beGWEAAAQBAJ

41. Widyatama, E. A., Rahmad, C., & Rohadi, E. (2020). Aplikasi penentuan tingkat kualitas telur ayam berdasarkan warna dan tekstur citra kerabang dengan metode hue, saturation, value. Jurnal Informatika Polinema, 6(1), 9–14. https://doi.org/10.33795/jip.v6i1.286

42. Wijaya, N., & Novrita, S. Z. (2024). Utilization of surian wood shavings waste extract on prima mori cotton dyeing results with tunjung mordant. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 26(2), 193–? . https://doi.org/10.26887/ekspresi.v26i2.4832

43. Yuniati, Y., Cahyani, M. D., Novidayasa, I., Prihatini, P., & Mahfud, M. (2021). Ekstraksi zat warna alami dari kayu bakau (Rhizophora mucronata) dengan metode microwave assisted extraction. ALCHEMY: Journal of Chemistry, 9(1), 7–14. https://doi.org/10.18860/al.v9i1.11038

Downloads

Published

28-09-2026

How to Cite

Husna, F., Pradana, S. M., Adriani, A., & Utami, R. A. (2026). Pengaruh Variasi Suhu Pencelupan Menggunakan Ekstrak Kulit Kayu Mangrove (Rhizophora mucronata) terhadap Hasil Pewarnaan pada Kain Rayon. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 8393–8404. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14073