Studi Sosio-Ekonomi Komunitas Nelayan di Tolondadu II (2006-2020)

Authors

  • Ainun Lala Todilo Universitas Negeri Gorontalo
  • Sutrisno Mohamad Universitas Negeri Gorontalo
  • Andris K. Malae Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14008

Keywords:

Sosial Ekonomi, Masyarakat Nelayan, Tolondadu II, Perubahan Sosial, Kehidupan Nelayan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan di Desa Tolondadu II pada periode 2006–2020 serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial dan ekonomi masyarakat nelayan selama periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, arsip desa, serta berbagai literatur yang relevan dengan kajian penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat nelayan Desa Tolondadu II ditandai dengan hubungan sosial yang erat, budaya gotong royong yang masih kuat, serta adanya solidaritas antarnelayan dalam kehidupan sehari-hari. Dari aspek ekonomi, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pertanian. Kehidupan ekonomi nelayan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, musim, serta hasil tangkapan ikan yang menyebabkan pendapatan masyarakat cenderung tidak stabil. Namun demikian, sejak tahun 2010 mulai terjadi perkembangan ekonomi yang ditandai dengan penggunaan teknologi penangkapan ikan yang lebih modern, penggunaan kendaraan bermotor untuk distribusi hasil tangkapan, serta pembangunan infrastruktur desa seperti akses jalan menuju muara. Selain itu, perubahan sosial dan ekonomi masyarakat juga dipengaruhi oleh perkembangan pendidikan, teknologi informasi, kebijakan pemerintah, bantuan sosial, serta modernisasi yang mendorong perubahan pola pikir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat nelayan Desa Tolondadu II mengalami perkembangan sosial dan ekonomi secara bertahap selama periode 2006–2020. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, masyarakat mampu beradaptasi terhadap perubahan melalui penguatan kerja sama sosial, pemanfaatan teknologi, serta dukungan pembangunan dari pemerintah.

References

1. Andaki, A., Tambani, G. O., & Kotambunan, O. V. (2023). Gender Sektor Perikanan Pada Kelompok Nelayan Karang Putih Di Kawasan Megamas Wenang Selatan Kota Manado. 11(2), 430–439.

2. Azis, A. Y. (2021). Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi Tahun 2001 – 2013. 11(1).

3. Harun, W. dengan L. (2026). Sekdes Akhir Jabatan 2018.

4. Ikan, D. A. N. P. (2025). Dampak perubahan iklim pada sosial ekonomi nelayan dan pembudidaya ikan. 1(1), 9–13.

5. Kusnadi. (2013). Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Ar-Ruzz Media.

6. Petra, Harefa, Y., Telaumbanua, W. A., & Laoli, B. (2024). Pengaruh Kondisi Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Pada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan di Universitas Nias. 5(3), 291–300. https://doi.org/10.30596/jppp.v5i3.20938

7. RPJMDes Tilondadu II Tahun 2016-2022. (n.d.).

8. Saffa, A. (2024). Potret Dinamika Kehidupan Masyarakat Desa Bojong Catang, Serang-Banten. 16(1), 49–62.

9. Wawancara dengan Adam Panu. Nelayan. 41 Tahun. 10 april 2026. (2026). .

10. Wawancara dengan Ardin Katili. 55 Tahun. (2026). Masyarakat Desa Tolondadu.

11. Wawancara dengan Leksi Harun. SekDes Akhir Jabatan 2018. 42 Tahun. 10 April 2026. (2026). .

12. Wawancara dengan Salim Hano. 66 Tahun. 12 April 2026. (2026). .

13. Wawancara dengan Salim Hano. (2026).

14. Wawancara dengan Saprudin Mooduto. 58 Tahun. Tanggal 14 April Via Telpon Whatsapp. (n.d.).

15. Wawancara dengan Ibrahim Taliabu. Sangadi Pertama. 66 Tahun. (2026). Sangadi Pertama.

Downloads

Published

21-09-2026

How to Cite

Todilo, A. L., Mohamad, S., & Malae, A. K. (2026). Studi Sosio-Ekonomi Komunitas Nelayan di Tolondadu II (2006-2020). Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 7609–7618. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.14008