Pengaruh Financial Anxiety, Penggunaan Fintech Kredit, dan Financial Behavior terhadap Debt-to-Income Ratio pada Sivitas Akademika Berpenghasilan di Universitas Slamet Riyadi Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13973Keywords:
Financial Anxiety, Fintech Kredit, Financial BehaviorAbstract
Perkembangan layanan financial technology (Fintech) kredit memberi kemudahan akses pembiayaan untuk masyarakat, tetapi penggunaan kredit yang tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik dapat meningkatkan beban utang. Kondisi psikologis dan perilaku keuangan juga berpotensi memengaruhi kemampuan individu dalam mengelola kewajiban utangnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Financial Anxiety, penggunaan Fintech kredit, dan Financial Behavior terhadap Debt-to-Income Ratio pada sivitas akademika berpenghasilan di Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data di kumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menerapkan analisis regresi linear berganda dengan berbantuan IBM SPSS Statistics. Hasil temuan memperlihatkan bahwa Financial Anxiety berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio, jadi semakin tinggi kecemasan finansial maka semakin bertambah tingkat Debt-to-Income Ratio. Penggunaan Fintech kredit juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio, sedangkan Financial Behavior berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio. Secara simultan, Financial Anxiety, penggunaan Fintech kredit, dan Financial Behavior berpengaruh signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio. Nilai Adjusted R Square sebanyak 0,465 memperlihatkan bahwa ketiga variabel independen dapat menjelaskan 46,5% variasi Debt-to-Income Ratio, sedangkan tersisa 53,5% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian.
References
1. Ajzen, I. (1991). The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
2. Alhakim, N. N., Septiani, S., & Viana, E. D. (2023). Pengaruh psychological factors, financial literacy, dan Paylater misuse terhadap compulsive buying pada pengguna aplikasi Paylater di Jabodetabek. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 14(1), 57–68.
3. Anastaysia, N. D., & Indriastuti, D. R. (2025). Pengaruh penggunaan fitur Pay-Later, pengelolaan keuangan pribadi, dan tingkat kesadaran finansial terhadap tingkat utang pada aplikasi e-commerce di kalangan Gen Z. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(9), 337–346.
4. Donou-Adonsou, F., & Leslie-Piper, N. (2025). BNPL and financial fragility in U.S. households. Finance Research Letters, 86(PA), 108423. https://doi.org/10.1016/j.frl.2025.108423
5. Kumar, S., & Nayak, J. K. (2024). Understanding the intricacies of risky indebtedness, impulse buying and perceived risk in buy-now-pay-later adoption. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 36(7). https://doi.org/10.1108/APJML-08-2023-0759
6. Luciana, E. A., & Pertiwi, D. (2024). Pengaruh financial knowledge dan financial attitude terhadap Financial Behavior karyawan bank dimediasi self-confidence. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia, 7(4), 519–534. https://doi.org/10.31842/jurnalinobis.v7i4.344
7. Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Financial technology—P2P lending—Pinjaman online berizin di OJK. https://www.ojk.go.id/
8. Palado, D. P., & Kurniawati, K. (2024). Anteseden dari risky indebtedness behaviour ketika menggunakan Paylater. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, 8(6), 1464–1478. https://doi.org/10.24912/jmbk.v8i6.31261
9. Priadipa, A. (2025). Financial stress and digital debt behavior: A systematic review of behavioral finance evidence. Economics, Business, Management, & Accounting Journal, 5(2). https://doi.org/10.61083/ebisma.v5i2.95
10. Ramadhan, B. B. (2025). Financial literacy and risky credit behavior: The mediating role of financial stress in Paylater usage. FireNav: Financial Resilience and National Values Journal, 1(1), 1–14. https://firenav.upnjatim.ac.id/index.php/firenav/article/view/1
11. Selviana, N., & Zulkarnain, Z. (2025). Financial stress and its impact on risky credit behaviour: Evidence from Generation Z Paylater users in Sukabumi. International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship, 5(3), 784–793. https://doi.org/10.53067/ije3.v5i3.414
12. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
13. Untari, P. H. (2025). OJK catat outstanding Fintech P2P lending tembus Rp80,07 triliun, tumbuh 31,06%. Bisnis.com.
14. Widyastuti, L. K., & Soesetio, Y. (2025). Antecedents and consequences of risky indebtedness behavior among Paylater users in Generation Z. Indonesian Journal of Economic & Management Sciences, 3(4), 473–492. https://doi.org/10.55927/ijems.v3i4.139
15. Zulaihati, S., & Widyastuti, U. (2020). Determinants of consumer Financial Behavior: Evidence from households in Indonesia. Accounting, 6(7), 1193–1198.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














