Analisis Risiko Keamanan pada Sistem Managed Print Services (MPS) menggunakan Metode Failure Modes and Effects Analysis di PT Pertamina Patra Niaga RU III Plaju
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13918Keywords:
Managed Print Services, Risiko keamanan, Failure Modes and Effects Analysis, Risk Priority NumberAbstract
Managed Print Services merupakan sistem yang digunakan untuk mendukung pengelolaan pencetakan dokumen secara terpusat melalui mekanisme Secure Print dan autentikasi pengguna. Dalam penerapannya di PT Pertamina Patra Niaga RU III Plaju, masih terdapat potensi risiko yang dapat memengaruhi keamanan dan keberlangsungan proses pencetakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko keamanan pada sistem MPS serta memberikan rekomendasi mitigasi berdasarkan tingkat risikonya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode Failure Modes and Effects Analysis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner penilaian Severity, Occurrence, dan Detection. Penilaian Severity dan Occurrence melibatkan 50 pengguna MPS, sedangkan penilaian Detection dilakukan oleh 2 teknisi MPS. Hasil penelitian mengidentifikasi 12 failure mode dengan nilai Risk Priority Number yang berbeda. Tiga risiko dengan prioritas tertinggi adalah belum adanya autentikasi sidik jari setelah tapping ID Card dengan RPN 162,13, belum adanya monitoring penggunaan kertas harian dengan RPN 155,32, dan ID Card yang dipinjamkan kepada pegawai lain dengan RPN 148,94. Berdasarkan klasifikasi risiko, terdapat 3 risiko tinggi, 7 risiko sedang, dan 2 risiko rendah. Rekomendasi mitigasi meliputi penerapan autentikasi dua tahap menggunakan ID Card dan sidik jari, penerapan monitoring penggunaan kertas harian, penguatan pengendalian penggunaan ID Card, serta pemeliharaan berkala terhadap infrastruktur MPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FMEA dapat digunakan untuk menentukan prioritas risiko keamanan dan menjadi dasar dalam penyusunan tindakan mitigasi pada sistem MPS.
References
1. Ajrina, N. N., Sipayung, P. I. O. B., Purwitasari, Y., Rizmadita, H. A., Putra, A. B., & Wulansari, A. (2025). Analisis keamanan sistem informasi pelayanan pelanggan menggunakan pendekatan FMEA dan ISO/IEC 27001:2013 pada PT PLN UP3 Gresik. Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, 8(8). https://doi.org/10.2238/pqjn1b70
2. Harjian, A. R., Ginardi, R. V. H., & Ciptaningtyas, H. T. (2025). Analisis dan manajemen risiko keamanan informasi menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan kontrol ISO/IEC 27001:2022 (Studi kasus: Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten XYZ). Jurnal Teknik ITS, 14(1). https://doi.org/10.12962/j23373539.v14i1.148053
3. International Electrotechnical Commission. (2018). IEC 60812:2018: Failure modes and effects analysis (FMEA and FMECA). IEC.
4. International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018: Risk management—Guidelines. ISO.
5. International Organization for Standardization. (2022a). ISO/IEC 27001:2022: Information security, cybersecurity and privacy protection—Information security management systems—Requirements. ISO.
6. International Organization for Standardization. (2022b). ISO/IEC 27005:2022: Information security, cybersecurity and privacy protection—Guidance on managing information security risks. ISO.
7. Kusnandar, A., Rochim, A. F., & Gunawan, V. (2024). Pengukuran tingkat risiko dan keamanan informasi menggunakan metode FMEA berbasis ISO/IEC 27001 pada instansi XYZ untuk keamanan sistem informasi. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 14(4), 375–384. https://doi.org/10.21456/vol14iss4pp375-384
8. Pan, X., et al. (2024). Security analysis and monitoring assessment of networked printers: A report. Electronics Letters. https://doi.org/10.1049/ell2.13097
9. Quocirca. (2024). The print security landscape, 2024. Quocirca.
10. Saputri, S. N., Salisah, F. N., Maita, I., & Rozanda, N. E. (2024). Penggunaan metode FMEA dalam penilaian manajemen risiko keamanan sistem informasi rumah sakit. INOVTEK Polbeng—Seri Informatika, 9(1), 1–15. https://doi.org/10.35314/isi.v9i1.3951
11. Setiawan, M. S. A., Safitri, E. M., Taufiqurahman, M. A. T., & Pratama, M. A. (2023). Analisis manajemen risiko keamanan sistem informasi Rocketic.id menggunakan metode OCTAVE dan FMEA. JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi), 11(3), 504–514. https://doi.org/10.26418/JUSTIN.V11I3.66628
12. Subektiningsih, S., Prasetyo, A. R. E., & Indrayani, R. (2022). Evaluasi aspek keamanan informasi sistem penilaian mahasiswa magang menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis. Jurnal Teknik Komputer, 8(2).
13. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
14. Surya, M., Setiawan, A., Safitri, E. M., Asyam, M., Taufiqurahman, T., & Pratama, M. A.
15. Virgiawan, Santi, & Alfresi. (2025). [Judul artikel sesuai sumber yang digunakan dalam laporan].
16. Wahyuningtyas, A., Mandenni, N. M. I. M., & Pasirulloh, M. A. (2025). Analisis dan manajemen risiko keamanan aset teknologi informasi menggunakan metode OCTAVE dan FMEA berbasis ISO 27001:2022: Studi kasus perusahaan XYZ. Neptunus: Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, 3(2), 65–76. https://doi.org/10.61132/neptunus.v3i2.796
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














