Analisis Perbandingan Certainty Factor dan Teorema Bayes pada Diagnosis Penyakit Burung Puyuh Berbasis Web

Authors

  • Muhammad Rafsanzani Universitas Pamulang
  • Shelvi Eka Tassia Universitas Pamulang
  • Maulana Muhamad Sulaiman Universitas Pamulang
  • Maulana Fansyuri Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13915

Keywords:

Certainty Factor, Teorema Bayes, Diagnosis Penyakit, Burung Puyuh, Sistem Pakar

Abstract

Penyakit pada burung puyuh dapat menurunkan produktivitas ternak dan menimbulkan kerugian ekonomi apabila tidak segera dikenali dan ditangani secara tepat. Keterbatasan akses peternak terhadap tenaga ahli mendorong perlunya sistem pakar yang dapat membantu proses diagnosis awal berdasarkan gejala yang terlihat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis web serta membandingkan hasil diagnosis yang diperoleh menggunakan metode Certainty Factor dan Teorema Bayes. Basis pengetahuan dikembangkan melalui studi pustaka dan wawancara dengan pakar, kemudian direpresentasikan dalam bentuk data penyakit, gejala, aturan diagnosis, dan bobot keyakinan. Sistem memungkinkan pengguna memilih gejala yang ditemukan pada burung puyuh, kemudian menghitung tingkat keyakinan setiap kemungkinan penyakit menggunakan kedua metode. Penyakit yang menjadi fokus diagnosis terdiri atas tetelo, snot, dan berak kapur atau pullorum. Pengujian dilakukan menggunakan 100 data kasus penyakit burung puyuh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode Certainty Factor dan Teorema Bayes menghasilkan diagnosis yang sama pada 46 kasus dan diagnosis yang berbeda pada 54 kasus. Dengan demikian, tingkat kesesuaian hasil kedua metode mencapai 46%, sedangkan tingkat ketidaksesuaiannya sebesar 54%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa perbedaan mekanisme penalaran dan perhitungan bobot gejala memberikan pengaruh terhadap keputusan diagnosis. Sistem yang dikembangkan dapat membantu peternak memperoleh informasi awal mengenai kemungkinan penyakit dan saran penanganannya. Namun, pengujian lanjutan menggunakan diagnosis yang telah dikonfirmasi oleh pakar diperlukan untuk menentukan tingkat akurasi setiap metode.

References

1. Adham, M. F. (2024). Analisis implementasi sistem informasi: Studi literatur. Jurnal Teknologi Sistem Informasi, 264–275.

2. Efendi, E., Azhari, R., & Ningsih, I. W. (2023). Konsep sistem, jenis-jenis sistem, dan model sistem. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5, 3816–3820.

3. Gantara, A. S. (2025). Tinjauan literatur: Metode-metode dalam sistem pakar dan aplikasinya di era digital. Jurnal Informatika, Sistem Informasi, dan Elektro Modern, 1(1), 1–7.

4. Hidayat, A. W. (2023). Penerapan metode Naive Bayes Classifier pada sistem pakar diagnosis penyakit burung puyuh [Skripsi sarjana, Universitas Semarang].

5. Mustaqim, M., & Ramadhan, G. (2024). Perbandingan metode Dempster-Shafer dan Teorema Bayes untuk mendeteksi penyakit ensefalitis. Jurnal Media Informatika Budidarma, 8, 546–554.

6. Prastomo, A., Syuhardi, Y. I., & Mardiyati, S. (2026). Perbandingan metode forward chaining, Certainty Factor, dan fuzzy pada sistem pakar. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 1161–1167.

7. Pratama, I. A., Erianda, A., & Syawaldipa, A. (2026). Sistem pakar diagnosis kerusakan smartphone menggunakan metode Certainty Factor. JITSI: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi, 7(1), 81–87.

8. Presetya, F., & Edward. (2025). Diagnosis penyakit menggunakan artificial intelligence: Konsep, bukti ilmiah, dan implikasi klinis. Jurnal Sains dan Kesehatan, 6(1), 98–107. https://doi.org/10.30872/jsk.v6i1.976

9. Putra, D. H., & Rekan. (2025). Pemanfaatan sistem pakar: Literatur review. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 360–377.

10. Ridwan, A., & Zainal, R. F. (2023). Application of certainty factor method to web-based expert system for chicken disease diagnosis. Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences, 8(1). https://doi.org/10.54732/jeecs.v8i1.5

11. Rizky, M. A., Siambaton, M. Z., & Sulaiman, O. K. (2021). E-diagnosis penyakit gigi menggunakan metode Teorema Bayes. Jurnal Minfo Polgan, 10(1), 19–32. https://doi.org/10.33395/jmp.v10i1.10954

12. Subana, A., & Fahriza, R. (2021). Sistem pakar mendiagnosis penyakit pada ayam broiler menggunakan metode Teorema Bayes berbasis web. Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi, 4(2), 138–142.

13. Wahyuni, S., & Maulina, P. (2022). Sistem pakar mendiagnosis penyakit ayam kampung menggunakan metode Certainty Factor. SAINTEK: Jurnal Sains dan Teknologi, 3(2), 60–65.

14. Wenda, A., Ambarita, K., & Solikhun. (2023). Sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit paru-paru menggunakan metode Teorema Bayes. Jurnal Media Informatika Budidarma, 7(1), 82–88.

15. Zainal, R. F., Ridwan, A., & Setiawan, E. (2023). Web-based expert system for chicken disease diagnosis using the certainty factor method. Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences, 8(1), 38–47. https://doi.org/10.54732/jeecs.v8i1.5

Downloads

Published

17-09-2026

How to Cite

Rafsanzani, M., Tassia, S. E., Sulaiman, M. M., & Fansyuri, M. (2026). Analisis Perbandingan Certainty Factor dan Teorema Bayes pada Diagnosis Penyakit Burung Puyuh Berbasis Web. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 7157–7169. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13915