Analisis Wacana Kritis Konten Financial Influencer Reizuka Ari di Tiktok: Konstruksi Narasi Soft Selling dan Ideologi Self-Made Success
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13756Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Soft Selling, Self-Made SuccessAbstract
Konten video pendek memungkinkan influencer memadukan pesan edukasi, motivasi, dan komersial dalam satu alur komunikasi. Penelitian ini menganalisis konstruksi narasi soft selling dan representasi ideologi self-made success dalam lima video TikTok financial influencer Reizuka Ari. Penelitian menggunakan paradigma kritis dan metode kualitatif deskriptif dengan model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Video dipilih secara purposif berdasarkan keberadaan storytelling personal, persuasi tidak langsung, pesan motivasional mengenai pencapaian individu, serta tingkat engagement yang tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks dibangun melalui pronomina informal, pertanyaan dialogis, diksi motivasional, cerita pengalaman, angka pendapatan yang spesifik, bukti hasil, serta penyisipan produk setelah materi edukasi. Pada praktik diskursif, konten menggabungkan edukasi, motivasi, testimoni, coaching, hiburan, dan personal branding; distribusi TikTok memperluas sirkulasi pesan serta menempatkan kreator sebagai teman sekaligus mentor. Pada praktik sosiokultural, konten menormalisasi ekonomi kreator, pekerjaan digital, pembelajaran mandiri, produktivitas, dan tanggung jawab individual atas keberhasilan. Soft selling dan self-made success saling memperkuat: pencapaian finansial membentuk aspirasi, sedangkan buku atau metode ditampilkan sebagai jembatan menuju hasil serupa. Namun, penekanan pada usaha personal berpotensi mengaburkan perbedaan akses, modal, jaringan, ketergantungan platform, dan ketidakpastian algoritma. Konten tersebut merupakan wacana hibrida yang memberikan edukasi sekaligus mengomersialkan aspirasi.
References
1. Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.
2. Batruch, A., Jetten, J., Van de Werfhorst, H., Darnon, C., & Butera, F. (2023). Belief in school meritocracy and the legitimization of social and income inequality. Social Psychological and Personality Science, 14(5), 621–635. https://doi.org/10.1177/19485506221111017
3. Christopher, E., & Pribadi, M. A. (2025). Transformasi konsumsi hiburan Generasi Z melalui TikTok: Pendekatan ekologi media. Koneksi, 9(2), 524–530.
4. Deng, Y., & Wang, F. (2026). It’s my fault, I should try harder! The narratives of self-made upward mobility sustain belief in meritocracy in low social mobility context. British Journal of Psychology, 117(1), 104–129. https://doi.org/10.1111/bjop.70015
5. Firamadhina, F. I. R., & Krisnani, H. (2021). Perilaku Generasi Z terhadap penggunaan media sosial TikTok: TikTok sebagai media edukasi dan aktivisme. Share: Social Work Journal, 10(2), 199–208. https://doi.org/10.24198/share.v10i2.31443
6. Hakim, N. H. (2025). Analisis wacana kritis Norman Fairclough pada video YouTube Zulfan Lindan “Unpacking Indonesia.” PRASASTI: Journal of Linguistics, 10(1), 104–119. https://doi.org/10.20961/prasasti.v10i1.97189
7. Hasna, O., Wahyuning, D. Y., & Setiawati, E. (2022). Analisis strategi review produk oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina pada media sosial Instagram: Kajian analisis wacana kritis Fairclough. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 292–297. https://doi.org/10.51817/kimli.vi.67
8. Intan, N. A. A. W., Nur Alia, E. A. G., Muhammad Afiq, I. M. A., Maisarah, A. F. A. H., Mohamad Hafifi, J., & Mustabsyirotul, U. M. (2024). Pengaruh influencer media sosial TikTok terhadap proses pembelajaran netizen di Malaysia. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 8(2), 173–184.
9. Jihaan Nabiilah, & Suryanto, S. (2025). Pemanfaatan visual storytelling dalam pemasaran affiliator di TikTok. Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 3(5), 172–180. https://doi.org/10.59841/intellektika.v3i5.3293
10. Kurnia, Y., Octafia, S. M., & Hadia, D. (2023). Fenomena financial influencer dan pengaruhnya terhadap literasi keuangan Gen Z di Kota Padang. Journal Economic and Strategy, 4(1), 32–41.
11. Lestari, Y. (2022). Media dan selebriti di media televisi: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 604–612.
12. Littler, J. (2017). Against meritocracy: Culture, power and myths of mobility. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315712802
13. Malimbe, A., Waani, F., & Suwu, E. A. A. (2021). Dampak penggunaan aplikasi online TikTok terhadap minat belajar di kalangan mahasiswa sosiologi. Ilmiah Society, 1(1), 1–10.
14. Masitoh. (2020). Pendekatan dalam analisis wacana kritis. Edukasi Lingua Sastra, 18(1), 66–76. https://doi.org/10.47637/elsa.v18i1.221
15. Mijs, J. J. B. (2021). The paradox of inequality: Income inequality and belief in meritocracy go hand in hand. Socio-Economic Review, 19(1), 7–35. https://doi.org/10.1093/ser/mwy051
16. Pratami, A. A. N. (2023). Membangun kredibilitas influencer Instagram: Efek sikap dan respons perilaku followers terhadap influencer [Tesis, Universitas Islam Indonesia].
17. Rahma, N., Mahmudah, M., Sultan, S., Amir, J., & Saleh, M. (2025). Ideologi dalam konten TikTok Gen Z (@rianfahardhi): Tinjauan analisis wacana kritis Ruth Wodak. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(1), 825–829. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i1.1693
18. Sandel, M. J. (2020). The tyranny of merit: What’s become of the common good? Farrar, Straus and Giroux.
19. Sanger, I. F. (2023). Analisis wacana kritis Norman Fairclough dalam media sosial: Peringatan Karbala (Arbain) di media sosial. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(1), 90–101.
20. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
21. Syarifah, I., Aziz, A., & Lisdiantini, N. (2022). Pengaruh soft selling dalam media sosial Instagram dan celebrity endorse terhadap keputusan pembelian. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen, 6(1), 1–14.
22. Yusuf, Y., Nasron, R., & Dewi, P. T. (2023). Pengaruh soft selling dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian konsumen pada online shop Petede House di Kota Fajar Aceh Selatan. Jurnal Ilmiah Manajemen Muhammadiyah Aceh, 13(1), 1–10. https://doi.org/10.37598/jimma.v13i1.1813
23. Prasetya, M. R. A., & Priyatno, A. M. (2022). Dice Similarity and TF-IDF for New Student Admissions Chatbot. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 1(1), 13–18. https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1.5
24. Priyatno, A. M. (2019). The Application of HAAR Wavelet and Backpropagation for Diabetic Retinopathy Classification Based on Eye Retina Image. International Journal Of Science, Engineering, And Information Technology, 03(02), 139–142. https://journal.trunojoyo.ac.id/ijseit/article/view/4536
25. Priyatno, A. M. (2020). Spammer Detection Based on Account, Tweet, and Community Activity on Twitter. Jurnal Ilmu Komputer Dan Informasi, 13(2), 97–107. https://doi.org/10.21609/jiki.v13i2.871
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














