Perancangan Film Dokumenter “Tumpuan Hidup di Batu Apung”

Authors

  • Lalu Kusumayadi Universitas Bumigora

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13436

Keywords:

Film Dokumenter, Perempuan Buruh Batu Apung, Media Edukasi, Sektor Informal, Geres Lauq

Abstract

Perempuan buruh batu apung di Desa Geres Lauq, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, merupakan bagian dari pekerja sektor informal yang ikut menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Aktivitas mereka tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga dengan tanggung jawab rumah tangga dan kehidupan sosial di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan merancang film dokumenter “Tumpuan Hidup di Batu Terapung” sebagai media informasi, edukasi, dan dokumentasi yang menampilkan pengalaman perempuan buruh secara lebih dekat serta melestarikan realitas kehidupan masyarakat lokal secara faktual di daerah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode perancangan pipeline. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, kuesioner, dan studi pustaka. Tahapan perancangan meliputi pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pra-produksi mencakup riset, penentuan narasumber, perumusan pesan, konsep visual dan audio, penyusunan alur, serta persiapan teknis. Produksi dilakukan melalui wawancara, pengambilan gambar observasional, B-roll, dan perekaman suara lingkungan. Pasca-produksi meliputi seleksi footage, penyusunan cerita, penyuntingan gambar dan suara, koreksi warna, penambahan musik, teks, serta finalisasi. Hasil perancangan berupa film dokumenter berdurasi sekitar 20 menit yang menyajikan aktivitas kerja, tantangan, peran ganda, dan kontribusi perempuan terhadap ekonomi keluarga dengan pendekatan natural dan realistis. Film ini dapat menjadi media untuk memperkenalkan realitas sosial perempuan buruh batu apung dan mendorong apresiasi terhadap pekerjaan sektor informal.

References

1. Andriani, D. A., & Usman, H. (2023). Analisis spasial determinan penyerapan pekerja perempuan berstatus buruh di Indonesia Tahun 2021. Jurnal Ketenagakerjaan, 18(3), 292–307. https://doi.org/10.47198/jnaker.v18i3.254

2. Sahar. (2020). Peran aktif wanita pemecah batu dalam membantu perekonomian keluarga di Dusun Semaya Desa Pringgabaya Utara Lombok Timur. Jurnal Kompetitif, 6(1), 43–58.

3. Ijah, I., Suslinawati, S., & Ni’mah, G. K. (2021). Curahan waktu kerja wanita buruh penyadap karet. Agricore, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.24198/agricore.v6i1.29922

4. Lusiana, L., Komariah, S., & Wulandari, P. (2024). Relasi gender dan keseimbangan peran dalam keluarga perempuan buruh pabrik PT. Fujitex, Kota Cimahi. [Artikel jurnal].

5. Suprianti, R., T., & Afifah, D. (2020). Film dokumenter sebagai media informasi dalam memperkenalkan tempat wisata Banten Lama. MAVIB Journal, 1(2), 228–240. https://doi.org/10.33050/mavib.v1i2.1103

6. Hujairi, A. W., Rahman, T., Agustien, L., & Putra, D. F. (2021). Perancangan film dokumenter expository untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap situs peninggalan bersejarah. Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan (J-TI Terapan).

7. Rahmadina, A., Komariah, K., & Yanto, A. (2025). Penerapan unsur sinematografi oleh Director of Photography dalam pembuatan film dokumenter “Tanah dan Waktu”. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(2), 3133–3152. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/6294

8. Nursafitri, E., Saepudin, E., & Yanto, A. (2025). Penyutradaraan film dokumenter “Tricked By Trends” dengan pendekatan ekspositori dan naratif. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, 6(2), 280–298. https://doi.org/10.25008/caraka.v6i2.233

9. Dayani, E. S., Cahyani, I. A. F., & Ranangsari, K. A. (2025). Pengaruh film dokumenter dalam membentuk perspektif kognitif pengguna media sosial. Panggung, 35(2), 242–256. https://doi.org/10.26742/panggung.v35i2.2941

10. Utomo, M. V. P., & Megantari, K. (2023). Perancangan film dokumenter berjudul Format Lama. Jurnal Audiens, 4(2), 211–219. https://doi.org/10.18196/jas.v4i2.18

11. Andi Sadriani, M. S., & Suhaeb, F. W. (2026). Kesetaraan gender dalam dunia kerja: Analisis hak reproduksi pekerja perempuan di Kota Makassar. Aksiologi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 316–322. https://doi.org/10.47134/aksiologi.v6i2.448

12. Dondon, M. D. S. B. (2026). Double burden perempuan pekerja: Studi sosiologi gender di lingkungan kerja. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial (JUPENDIS), 4(2), 1–16. https://doi.org/10.54066/jupendis.v4i2.3744

13. Hargianto, A., Satyarno, I., & M. (2013). Pemanfaatan limbah industri batu apung untuk pembuatan batu hias bangunan. ASEAN Journal of Systems Engineering, 1(1), 8–13. https://doi.org/10.22146/ajse.v1i1.2348

14. Ridha, M., & Darminto, D. (2016). Analisis densitas, porositas, dan struktur mikro batu apung Lombok dengan variasi lokasi menggunakan metode Archimedes dan Software Image-J. Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 12(3), 124–130.

15. Yusuf Adi Wibowo, Handoyo, E., & Rusdarti. (2017). Mobilitas perempuan buruh pabrik dalam perubahan sosial ekonomi perempuan buruh. Journal of Educational Social Studies, 6(1), 73–80. http://journal.u

Downloads

Published

23-09-2026

How to Cite

Kusumayadi, L. (2026). Perancangan Film Dokumenter “Tumpuan Hidup di Batu Apung”. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 7808–7815. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13436