Tata Kelola Pemerintahan dalam Mendorong Diversifikasi Ekonomi Bangka Belitung
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13413Keywords:
Collaborative Governance, Diversifikasi Ekonomi, Dukungan Kebijakan, Kapasitas Pemerintah, Tata Kelola PemerintahanAbstract
Diversifikasi ekonomi merupakan salah satu kebutuhan strategis bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam membangun struktur ekonomi daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya diversifikasi tidak hanya bergantung pada potensi ekonomi yang dimiliki daerah, tetapi juga dipengaruhi oleh kapasitas pemerintah, kualitas kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta dukungan kebijakan yang diberikan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapasitas pemerintah, collaborative governance, dan dukungan kebijakan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur pemerintah daerah yang memiliki keterkaitan dengan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan ekonomi daerah. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji kualitas model pengukuran dan hubungan struktural antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi. Collaborative governance juga berpengaruh positif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa keterlibatan berbagai aktor dalam proses pemerintahan dan pembangunan memiliki peran penting dalam mendukung diversifikasi ekonomi. Selain itu, dukungan kebijakan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi. Secara simultan, kapasitas pemerintah, collaborative governance, dan dukungan kebijakan mampu menjelaskan sebesar 64,7% variasi efektivitas diversifikasi ekonomi, dengan kapasitas pemerintah menunjukkan pengaruh relatif paling kuat dibandingkan variabel lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas diversifikasi ekonomi di Bangka Belitung membutuhkan penguatan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan kolaborasi multipihak, dan penyediaan kebijakan yang konsisten serta implementatif.
References
1. Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. doi:10.1093/jopart/mum032
2. Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Indonesia 2025. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik.
3. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2025). Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam angka 2025. Pangkalpinang, Indonesia: Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
4. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2025). Indikator kesejahteraan rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2025. Pangkalpinang, Indonesia: Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
5. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2026). Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung triwulan I-2026 tumbuh 4,53 persen (y-on-y). Pangkalpinang, Indonesia: Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
6. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2026). Keadaan ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pangkalpinang, Indonesia: Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
7. Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2025). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025–2029. Pangkalpinang, Indonesia: Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
8. Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2026). IPB University–Pemprov Babel sinergi riset hilirisasi pakan untuk pascatambang. Pangkalpinang, Indonesia: Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
9. Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2006). The design and implementation of cross-sector collaborations: Propositions from the literature. Public Administration Review, 66(s1), 44–55. doi:10.1111/j.1540-6210.2006.00665.x
10. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
11. Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach (6th ed.). New York, NY: Routledge.
12. Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. doi:10.1093/jopart/mur011
13. Fischer, F., Miller, G. J., & Sidney, M. S. (Eds.). (2007). Handbook of public policy analysis: Theory, politics, and methods. Boca Raton, FL: CRC Press.
14. George, B., Walker, R. M., & Monster, J. (2019). Does strategic planning improve organizational performance? A meta-analysis. Public Administration Review, 79(6), 810–819. doi:10.1111/puar.13104
15. Grindle, M. S. (Ed.). (1997). Getting good government: Capacity building in the public sectors of developing countries. Boston, MA: Harvard Institute for International Development.
16. Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
17. Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2019). When to use and how to report the results of PLS-SEM. European Business Review, 31(1), 2–24. doi:10.1108/EBR-11-2018-0203
18. Hill, M., & Hupe, P. (2014). Implementing public policy (3rd ed.). London, England: SAGE Publications.
19. Howlett, M., Ramesh, M., & Perl, A. (2020). Studying public policy: Principles and processes (4th ed.). Toronto, Canada: University of Toronto Press.
20. Keban, Y. T. (2014). Enam dimensi strategis administrasi publik: Konsep, teori dan isu (3rd ed.). Yogyakarta, Indonesia: Gava Media.
21. Kooiman, J. (2003). Governing as governance. London, England: SAGE Publications.
22. Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge, England: Cambridge University Press.
23. Peters, B. G. (2015). Advanced introduction to public policy. Cheltenham, England: Edward Elgar Publishing.
24. Pollitt, C., & Bouckaert, G. (2017). Public management reform: A comparative analysis—Into the age of austerity (4th ed.). Oxford, England: Oxford University Press.
25. Porter, M. E. (1990). The competitive advantage of nations. New York, NY: Free Press.
26. Rhodes, R. A. W. (1996). The new governance: Governing without government. Political Studies, 44(4), 652–667. doi:10.1111/j.1467-9248.1996.tb01747.x
27. Rondinelli, D. A., & Cheema, G. S. (Eds.). (1983). Decentralization and development: Policy implementation in developing countries. Beverly Hills, CA: SAGE Publications.
28. Sabatier, P. A. (Ed.). (2007). Theories of the policy process (2nd ed.). Boulder, CO: Westview Press.
29. Sachs, J. D. (2005). The end of poverty: Economic possibilities for our time. New York, NY: Penguin Press.
30. Sen, A. (1999). Development as freedom. New York, NY: Alfred A. Knopf.
31. United Nations Development Programme. (2024). Human development report 2023/2024: Breaking the gridlock: Reimagining cooperation in a polarized world. New York, NY: United Nations Development Programme.
32. World Bank. (2022). Indonesia economic prospects: Towards a more productive and inclusive economy. Washington, DC: World Bank.
33. World Bank. (2023). Indonesia economic prospects: Unleashing Indonesia's productivity. Washington, DC: World Bank.
34. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 6 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025–2029. (2025). Pangkalpinang, Indonesia: Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
35. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (2014). Jakarta, Indonesia: Pemerintah Republik Indonesia.
36. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. (2004). Jakarta, Indonesia: Pemerintah Republik Indonesia.
37. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025–2045. (2024). Jakarta, Indonesia: Pemerintah Republik Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














