Penilaian dan Evaluasi Kondisi Struktur Bangunan Gudang Sebagai Dasar Penentuan Kelaikan Fungsi Pada Proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Authors

  • Apep Apriana Universitas Dian Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13395

Keywords:

Keandalan Struktur, Evaluasi Struktur, Gudang, Sertifikat Laik Fungsi, SAP2000, Pengujian Material

Abstract

Keandalan struktur bangunan gedung merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan pengguna dan keberlangsungan fungsi bangunan sesuai dengan peruntukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi, keamanan, dan kelaikan struktur Bangunan Gudang Purwakarta sebagai dasar penilaian Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Metode penelitian meliputi pemeriksaan visual kondisi eksisting, pengukuran dimensi elemen struktur, verifikasi kesesuaian kondisi lapangan terhadap dokumen perencanaan, pengujian material, pemeriksaan deformasi, serta analisis struktur menggunakan SAP2000. Pengujian material dilakukan menggunakan Leeb Hardness Test, Ultrasonic Thickness Gauge, Coating Thickness Gauge, dan Rebound Hammer Test. Pemeriksaan deformasi balok dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran lapangan dan hasil pemodelan terhadap batas lendutan yang diizinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen struktur yang meliputi pondasi yang dapat diamati, kolom, balok, pelat lantai, dan rangka atap secara umum berada dalam kondisi baik. Hasil Leeb Hardness Test menunjukkan nilai rata-rata 496 MPa, sedangkan pengukuran Coating Thickness Gauge menghasilkan ketebalan lapisan pelindung rata-rata 139 µm. Rebound Hammer Test menghasilkan nilai estimasi kuat tekan beton rata-rata sebesar 25,18 MPa pada kolom dan 30,46 MPa pada pelat lantai. Namun, beberapa kolom pedestal menunjukkan nilai sebesar 21,51 MPa yang berada di bawah mutu perencanaan sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan. Lendutan maksimum hasil pengukuran lapangan sebesar 0,008 m dan hasil pemodelan sebesar 0,012 m, masih berada di bawah batas lendutan L/360. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisis, Bangunan Gudang Purwakarta secara umum memenuhi persyaratan keamanan dan kelaikan fungsi dari aspek struktur.

References

1. Ariyanto, Arief Subakti. 2020. Analisis Jenis Kerusakan pada Bangunan Gedung Bertingkat: Studi Kasus Gedung Apartemen dan Hotel Candi Land Semarang. Jurnal Bangun Rekaprima, Vol. 06/1/April/2020.

2. Badan Standardisasi Nasional. (2019). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. SNI 2847-2019, 8, 720.

3. Badan Standardisasi Nasional. (2020). Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. SNI 1727-2020, 196. www.bsn.go.id

4. Badan Standardisasi Nasional. (2015). SNI 1729:2015 Spesifikasi untu bangunan gedung baja struktural. Badan Standardisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia (SNI), 289. www.bsn.go.id

5. Dardiri, A., & Jurusan, D. (n.d.). Analisis Pola, Jenis, Dan Penyebab Kerusakan Bangunan Gedung Sekolah Dasar. In Pebruari (Vol. 35, Issue 1).

6. Kementerian PUPR. (2018). Lamp. II PUPR Nomor 27/PRT/M/2018 SLF.

7. Masdar, Astuti, dkk. 2023. Asesmen Gedung Serba Guna Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, Vol 4 (2023): 96-299.

8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2020). PERMEN PUPR No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.

9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Sertifikasi Laik Fungsi (SLF).

10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. (2018). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 25 Tahun 2018 tentang Pedoman Sertifikasi Laik Fungsi (SLF).

11. Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Presiden Republik Indonesia, 087169, 406. https://jdih.pu.go.id/detail-dokumen/2851/1

12. Presiden Republik Indonesia. (2002). Peraturan Pemerintah tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Pemerintah 406 (2002).

13. Samudaya, dkk. 2016. Pembuatan Assessment untuk Identifikasi Delapan Pemborosan Di Bidang Industri Konstruksi. Jurnal Dimensi Utama Teknik Sipil, Vol.3 No.1: 9-15.

14. Songga, Raffel. 2021. Asesmen Kekuatan Struktur Pelat Beton Bertulang Studi Kasus: Gedung Perkantoran di Jakarta. Prosiding Seminar Intelektual Muda Universitas Trisakti, Hal 28-33.

15. Winarshih, Tutik. (2010). Asesmen Kekuatan Struktur Bangunan Gedung Studi Kasus: Bangunan Gedung Unit Gawat Darurat (UGD) dan Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono, Kabupaten Boyolali. Tesis Universitas Sebelas Maret, Surakarta

16. Yunita, H., & Sunaryati, J. (2017). Studi Evaluasi Pemeliharaan Bangunan Gedung Perkantoran (Studi Kasus: Komplek Perkantoran Bina Praja Rokan Hulu-Riau). In Universitas Andalas, Padang. Jurusan Teknik Sipil Unand.

17. Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2024). Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) https://simbg.pu.go.id/

Downloads

Published

14-09-2026

How to Cite

Apriana, A. (2026). Penilaian dan Evaluasi Kondisi Struktur Bangunan Gudang Sebagai Dasar Penentuan Kelaikan Fungsi Pada Proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 6877–6884. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13395