Implementasi Smart Governance dalam Tata Kelola Kepegawaian: BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Authors

  • Langen Ratry ISB Atma Luhur Pangkalpinang
  • Felisia Arinindyah ISB Atma Luhur Pangkalpinang
  • Yulianti Yulianti ISB Atma Luhur Pangkalpinang

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13256

Keywords:

Smart Governance, Analisis Kebijakan, BKPSDMD, Manajemen Aparatur Sipil Negara

Abstract

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang telah mengimplementasikan berbagai sistem informasi kepegawaian dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Meskipun demikian, implementasi Smart Governance masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek integrasi kebijakan, koordinasi organisasi, interoperabilitas sistem informasi, dan kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Smart Governance pada BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis kebijakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan data simulasi menunjukkan bahwa implementasi Smart Governance telah memberikan dampak positif terhadap digitalisasi layanan administrasi kepegawaian melalui peningkatan kecepatan pelayanan, kemudahan pengelolaan data, dan efisiensi proses kerja. Namun, implementasi tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat kendala dalam integrasi kebijakan, koordinasi antarunit kerja, pemanfaatan data lintas sistem, dan pengembangan kompetensi digital aparatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Smart Governance tidak hanya dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi informasi, tetapi juga oleh kualitas kebijakan, tata kelola organisasi, kapasitas sumber daya manusia, serta sinergi antarunit kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian mengenai implementasi Smart Governance pada sektor manajemen aparatur sipil negara dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan untuk memperkuat transformasi digital serta meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

References

1. Anthopoulos, L. G. (2017). Understanding smart cities: A tool for smart government or an industrial trick? Cham, Switzerland: Springer.

2. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

3. Criado, J. I., & Gil-Garcia, J. R. (2019). Creating public value through smart technologies and strategies: From digital services to artificial intelligence and beyond. International Journal of Public Sector Management, 32(5), 438–450.

4. Criado, J. I., Sandoval-Almazan, R., & Gil-Garcia, J. R. (2013). Government innovation through social media. Government Information Quarterly, 30(4), 319–326.

5. Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach (6th ed.). New York, NY: Routledge.

6. Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). Digital era governance: IT corporations, the state, and e-government. Oxford, England: Oxford University Press.

7. Gil-Garcia, J. R., Dawes, S. S., & Pardo, T. A. (2018). Digital government and public management research: Finding the crossroads. Public Management Review, 20(5), 633–646.

8. Gil-Garcia, J. R., Helbig, N., & Ojo, A. (2014). Being smart: Emerging technologies and innovation in the public sector. Government Information Quarterly, 31(Suppl. 1), I1–I8.

9. Gil-Garcia, J. R., Pardo, T. A., & Nam, T. (Eds.). (2016). Smarter as the new urban agenda: A comprehensive view of the 21st century city. Cham, Switzerland: Springer.

10. Gil-Garcia, J. R., & Sayogo, D. S. (2016). Government inter-organizational information sharing initiatives: Understanding the main determinants of success. Government Information Quarterly, 33(3), 572–582.

11. Heeks, R. (2020). Information and communication technology for development (ICT4D). London, England: Routledge.

12. Janssen, M., & Estevez, E. (2013). Lean government and platform-based governance: Doing more with less. Government Information Quarterly, 30(Suppl. 1), S1–S8.

13. Janssen, M., & van der Voort, H. (2016). Adaptive governance: Towards a stable, accountable and responsive government. Government Information Quarterly, 33(1), 1–5.

14. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2021). Pedoman Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Jakarta: Kementerian PANRB.

15. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2024). Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Nasional. Jakarta: Kementerian PANRB.

16. Kettunen, P., & Kallio, J. (2021). Public sector digitalization: The role of leadership and organizational culture. Information Polity, 26(4), 425–440.

17. Meijer, A. J. (2016). Smart city governance: A local emergent perspective. In J. R. Gil-Garcia, T. A. Pardo, & T. Nam (Eds.), Smarter as the new urban agenda (pp. 73–85). Cham, Switzerland: Springer.

18. Meijer, A., & Bolívar, M. P. R. (2016). Governing the smart city: A review of the literature on smart urban governance. International Review of Administrative Sciences, 82(2), 392–408.

19. Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385.

20. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

21. Nam, T., & Pardo, T. A. (2011). Conceptualizing smart city with dimensions of technology, people, and institutions. In Proceedings of the 12th Annual International Digital Government Research Conference (pp. 282–291). New York, NY: ACM.

22. OECD. (2020). The OECD digital government policy framework: Six dimensions of a digital government. Paris, France: OECD Publishing.

23. OECD. (2021). The E-Leaders handbook on the governance of digital government. Paris, France: OECD Publishing.

24. Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

25. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2022). Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 6 Tahun 2022 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

26. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2024). Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 15 Tahun 2024 tentang Manajemen Keamanan Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

27. Setiawan, F., & Prakoso, A. (2022). Implementasi SPBE dan tantangan birokrasi digital di pemerintah daerah. Jurnal Administrasi Publik, 19(1), 55–67.

28. Tan, S. Y., & Taeihagh, A. (2020). Smart city governance in developing countries: A systematic literature review.

29. United Nations. (2022). United Nations E-Government Survey 2022: The future of digital government. New York, NY: United Nations.

30. World Bank. (2023). GovTech maturity index 2022: Trends in public sector digital transformation. Washington, DC: World Bank.

Downloads

Published

21-08-2026

How to Cite

Ratry, L., Arinindyah, F., & Yulianti, Y. (2026). Implementasi Smart Governance dalam Tata Kelola Kepegawaian: BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 4353–4361. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13256