Pengembangan Program Interpretasi Desa Wisata Nglanggeran Berbasis Potensi Lokal

Authors

  • Marsya Anargyaningtyas Institut Pertanian Bogor
  • Helianthi Dewi Institut Pertanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13222

Keywords:

Desa Wisata, Interpretasi, Kesiapan Masyarakat, Nglanggeran, Potensi Lokal

Abstract

Desa Wisata Nglanggeran memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar, tetapi sebagian potensinya belum dikemas menjadi pengalaman belajar yang terstruktur bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi subjek interpretasi, menganalisis potensi unggulan, minat wisatawan dan kesiapan masyarakat, serta menyusun program interpretasi yang dapat diterapkan oleh pengelola desa wisata. Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2025 menggunakan pendekatan campuran. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner kepada 100 wisatawan dan 100 warga yang memenuhi kriteria responden. Potensi dinilai dengan One Score One Indicator Scoring System, sementara minat dan kesiapan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan indeks skala Likert. Hasil penelitian mengidentifikasi 21 jenis flora, 5 jenis fauna, 3 bentang alam, 1 objek buatan, dan 70 unsur budaya. Gunung Api Purba memperoleh skor potensi tertinggi sebesar 5,51, diikuti kakao 5,42 dan karawitan 5,27. Motivasi fisik wisatawan mencapai 88,1 persen dan motivasi budaya 83,5 persen. Kesiapan masyarakat berada pada kategori sangat siap, dengan indeks sikap 91,8 persen, pengetahuan 87,6 persen, fasilitas 84,0 persen, dan kesiapan menerima perubahan 87,9 persen. Sintesis temuan menghasilkan empat program interpretasi harian dan bermalam serta booklet sebagai media pendukung. Program disarankan diterapkan secara bertahap melalui pelatihan interpreter, uji coba paket, penguatan fasilitas, dan evaluasi berkala agar pengalaman wisata tetap edukatif, autentik, aman, serta memberi manfaat bagi masyarakat lokal

References

1. Asyifa, N., Pratama, R. K., Andjanie, I. F., & Furqan, A. (2023). Pendekatan pariwisata berbasis masyarakat/community based tourism (CBT) di Desa Wisata Lumajang, Kabupaten Bandung. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 10(1), 220–253. https://doi.org/10.24843/JUMPA.2023.v10.i01.p09

2. Avenzora, R. (2008). Ekoturisme: Teori dan praktek. BRR NAD dan Nias.

3. Dewi, H., & Maulida, F. N. (2022). Orientasi preferensi wisatawan terhadap subjek interpretasi alam di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan. Jurnal Sains Terapan, 12(Khusus), 67–80. https://doi.org/10.29244/jstsv.12.khusus.67-80

4. Hermawan, H. (2016). Dampak pengembangan Desa Wisata Nglanggeran terhadap ekonomi masyarakat lokal. Jurnal Pariwisata, 3(2), 105–117.

5. Hermawan, H., Mahiswara, A. L., Afif, F., Hendrajaya, A. M. P., & Girsang, P. T. B. (2024). Peternakan kambing untuk wisata pendidikan dan rekreasi. Jurnal Abdimas Pariwisata, 5(1), 13–30. https://doi.org/10.36276/jap.v5i1.546

6. Hermawan, Y., Hidayatullah, S., Alviana, S., Hermin, D., & Rachmadian, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui wisata edukasi dan dampak yang didapatkan masyarakat Desa Pujonkidul. Edusia: Jurnal Ilmu Pendidikan Asia, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.53754/edusia.v1i1.21

7. Hermawan, Y., Sujarwo, S., & Suryono, Y. (2023). Learning from Goa Pindul: Community empowerment through sustainable tourism villages in Indonesia. The Qualitative Report, 28(5), 1365–1383. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2023.5865

8. Hermawati, P. R. (2020). Komponen kepariwisataan dan pengembangan community based tourism di Desa Wisata Nglanggeran. Jurnal Pariwisata, 7(1), 31–43.

9. Huynh, D. V., Duong, L. H., Duong, K. Q., & Nguyen, T. T. (2025). Examining interpretation services and pro-nature conservation behaviours in guided ecotours: Do tour guides and tourists share the same lens?. Journal of Ecotourism, 24(2), 114–135. https://doi.org/10.1080/14724049.2024.2366933

10. Ibrahim, J. T., Bakhtiar, A., Latifah, N., & Mufriantie, F. (2021). Praktik pitungan Jawa dalam penentuan awal bercocok tanam oleh petani Kota Batu. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 43–55. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15818

11. Jannah, D. N., Kristiansen, H. N., & Wibowo, M. S. (2024). Pengaruh kearifan lokal terhadap minat pengunjung di Desa Wisata Nongkosawit. Jurnal Pariwisata, 11(1), 28–39. https://doi.org/10.31294/par.v11i1.21456

12. Koentjaraningrat (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

13. Lee, T. H., Jan, F.-H., & Chen, J.-C. (2023). Influence analysis of interpretation services on ecotourism behavior for wildlife tourists. Journal of Sustainable Tourism, 31(5), 1233–1251. https://doi.org/10.1080/09669582.2021.1949016

14. Li, Q. (Jason), & Ng, Y. (2025). Effective Chinese-to-English biotic interpretation in ecotourism destinations: A corpus-based interdisciplinary study. Journal of Sustainable Tourism, 33(2), 207–242. https://doi.org/10.1080/09669582.2024.2322129

15. Nurazizah, G. R., & Darsiharjo (2018). Kesiapan masyarakat desa wisata di Kampung Seni dan Budaya Jelekong Kabupaten Bandung. Jurnal Geografi Gea, 18(2), 103–113. https://doi.org/10.17509/gea.v18i2.13524

16. Pusparini, L. P. P. S., Prayogi, P. A., & Mekarini, N. W. (2022). Motivasi dan persepsi wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata Pantai Penimbangan di Kabupaten Buleleng. Journal of Tourism and Interdisciplinary Studies, 2(1), 41–51. https://doi.org/10.51713/jotis.v2i1.68

17. Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

18. Sáez, I., Solabarrieta, J., & Rubio, I. (2021). Motivation for physical activity in university students and its relation with gender, amount of activities, and sport satisfaction. Sustainability, 13(6), 3183. https://doi.org/10.3390/su13063183

19. Sugiyono (2013). Metode penelitian pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

20. Tilden, F. (1967). Interpreting our heritage. University of North Carolina Press.

21. Weullas, W., Rusli, M., & Kausar, D. R. K. (2019). Perencanaan program interpretasi untuk mendukung kegiatan ekowisata di Citamiang Bogor. Jurnal Tourism Destination and Attraction, 7(1), 11–24. https://doi.org/10.35814/tourism.v7i1.782

22. Widiastuti, R., Irdana, N., Gunawan, B. A., & Purnaningtyas, M. M. (2023). Analysis of community readiness in the process of revitalizing tourism villages: A case study of Sidoharjo Tourism Village, Yogyakarta. Jurnal Pariwisata Pesona, 8(2), 203–212. https://doi.org/10.26905/jpp.v8i2.8993

23. Wulung, S. R. P., Ridwanudin, O., Fitriyani, E., Suwandi, A., Pratiwi, I. I., Abdullah, C. U., & Arrasyid, R. (2022). Pendampingan penyusunan media interpretasi seni budaya Desa Lamajang sebagai daya tarik wisata edukasi. Jurnal Abmas, 22(2), 111–118. https://doi.org/10.17509/abmas.v22i2.51004

24. Yulianto, A., Kohdrata, N., & Sukewijaya, I. M. (2023). Perencanaan jalur interpretasi wisata sejarah di Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Jurnal Arsitektur Lansekap, 9(1), 81–90. https://doi.org/10.24843/JAL.2023.v09.i01.p09

25. Yusrini, L., & Eviana, N. (2019). Perencanaan program interpretasi wisata alam berbasis konservasi mangrove di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta. Jurnal Edutourisma, 4(1), 1–23.

Downloads

Published

05-09-2026

How to Cite

Anargyaningtyas, M., & Dewi, H. (2026). Pengembangan Program Interpretasi Desa Wisata Nglanggeran Berbasis Potensi Lokal. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 5896–5905. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13222