Analisis Media Dayung Perahu (POH) Sebagai Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gaya Pada Murid Kelas V SD Negeri Amamapare, Timika, Papua

Authors

  • Maria Yoke Iriyanan Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia
  • Wigati Yektiningtyas Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia
  • Marmoah Marmoah Universitas Negeri Sebeleas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Kusdianto Kusdianto Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia
  • Indah Indah Universitas Cendrawasih, Jayapura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13058

Keywords:

Ethnoscience, POH Media, Concept of Force

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar sering kali terlepas dari konteks sosial budaya murid, sehingga materi seperti konsep gaya menjadi abstrak dan berpusat pada hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan media pembelajaran berbasis etnosains, yakni "Dayung Perahu" (POH), terhadap peningkatan pemahaman konsep gaya pada murid kelas V SD Negeri Amamapare, Mimika, Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental tipe One-Group Pretest-Posttest, disertai analisis regresi linear sederhana, dan melibatkan 32 murid sebagai subjek penelitian melalui teknik sampling jenuh. Instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya digunakan untuk mengukur pemahaman konsep gaya sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,6 (pretest) menjadi 82,4 (posttest), yang membuktikan bahwa aktivitas simulasi POH secara konkret mampu mendemonstrasikan prinsip gaya otot, gaya dorong, dan gaya gesek secara aplikatif. Temuan analisis regresi linear menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan p-value sebesar 0,000 < 0,05, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,684. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan media POH berkontribusi sebesar 68,4% terhadap peningkatan pemahaman konsep gaya murid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal Papua dalam pembelajaran IPA tidak hanya meningkatkan literasi sains murid secara signifikan, tetapi juga merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan formal. Temuan ini merekomendasikan perlunya pengembangan kurikulum IPA yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan artefak budaya sebagai alat peraga utama di wilayah Papua, khususnya daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), guna menciptakan pembelajaran yang bermakna, aplikatif, dan berakar pada identitas budaya murid.

References

Abonyi, O. S., Achimugu, L., & Njoku, M. I. (2014). Innovations in science and technology education: A case for ethnoscience based science classrooms. International Journal of Scientific and Engineering Research, 5(1), 52–56.

Arifin, M., & Setiawan, W. (2020). Pengembangan alat peraga fisika berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman konsep murid sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 8(2), 189–201.

Ausubel, D. P. (1968). Educational psychology: A cognitive view. Holt, Rinehart and Winston.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Fadilah, A. M., Muhlisin, A., & Ismawati, R. (2024). Development of an ethnoscience-based integrated science module with RIAS learning model to improve students’ critical thinking ability. Phenomenon: Jurnal Pendidikan MIPA, 13(2), 264–282. https://doi.org/10.21580/phen.2023.13.2.16931

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Handayani, S. D., & Setyowati, R. (2021). Efektivitas pembelajaran IPA berbasis etnosains dalam meningkatkan literasi sains murid sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(4), 2135–2144.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.

Kasi, Y. F., et al. (2024). Integrating local science and school science: The benefits for preserving local wisdom and promoting students’ learning. Paedagogia, 27(1), 24. https://doi.org/10.20961/paedagogia.v27i1.83925

Lestari, A., & Siskandar, S. (2020). Contextual teaching and learning dalam materi gaya. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 45–58.

Liliawati, W., Samsudin, A., & Nuraeni, E. (2018). Literasi sains murid sekolah dasar. Penerbit Alfabeta.

Mofu, A., & Pakereng, M. (2021). Tantangan pendidikan sains di wilayah pelosok Papua. Jurnal Pendidikan Papua, 9(1), 12–25.

Nazih Sadatul Kahfi, Hakim, A. L., & Fatihatul, A. (2025). Implementasi Problem Based Learning untuk Pembentukan Kewirausahaan Sosial Islam Siswa SMK Annuroniyah Rembang. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 4(4), 1962–1969.

Sadatul Kahfi, N., Reyza, F. A., Arrosikha, M., Nasrullah, M., & Aisyah, N. H. (2025). Artificial Intelligence in Islamic Religious Education: Balancing Learning Efficiency And Safeguarding Spiritual Integrity In Indonesian Higher Education. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 10(1), 643–660. https://doi.org/10.18326/inject.v10i1.4325

Parmin, P., Savitri, E. N., Khusniati, M., & El Islami, R. A. Z. (2022). The prospective science teachers’ skills in reconstructing indigenous knowledge of local culture on breast milk using pare (Momordica charantia). International Journal of Educational Research Open, 3, 100193. https://doi.org/10.1016/j.ijedro.2022.100193

Rahayu, S. (2018). Mengoptimalkan pendidikan sains kontekstual melalui integrasi kearifan lokal dalam kurikulum sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 4(2), 115–126.

Rusman, R. (2018). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru (2nd ed.). Rajawali Pers.

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.

Suastra, I. W. (2017). Pembelajaran sains berbasis budaya lokal. Rajawali Pers.

Sugiyono, S. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Supriyadi, S., Nuryani, Y., & Rahmawati, I. (2019). Analisis etnofisika pada aktivitas tradisional masyarakat pesisir. Jurnal Fisika Indonesia, 23(2), 89–96.

Vieira, R. M., & Tenreiro-Vieira, C. (2014). Fostering scientific literacy and critical thinking in elementary science education. International Journal of Science and Mathematics Education, 14(4), 659–680. https://doi.org/10.1007/s10763-014-9605-2

Wahyuni, E., Fitria, Y., Solfema, & Hidayati, A. (2023). Implementation of student learning independence in ethnoscience-oriented force topics through Problem Based Learning (PBL) learning model. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(12), 11414–11421. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i12.6680

Wati, K., & Supardi, Z. I. (2022). Penerapan media pembelajaran manipulatif berbasis kearifan lokal untuk mereduksi miskonsepsi gaya dan gerak. Jurnal Penelitian Pendidikan Sains (JPPS), 11(2), 104–115.

Wati, S., Idrus, A. A., & Syukur, A. (2021). Analysis of student scientific literacy: Study on learning using ethnoscience integrated science teaching materials based on guided inquiry. Jurnal Pijar MIPA, 16(5), 624–630. https://doi.org/10.29303/jpm.v16i5.2292

Widoyoko, S. E. P. (2014). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Pustaka Pelajar.

Yuliana, L., & Hartono, H. (2021). Pendekatan concrete-representational-abstract (CRA) berbantuan media lokal dalam pembelajaran IPA sekolah dasar di daerah 3T. Jurnal Pendidikan Kontekstual, 6(1), 34–45.

Yusof, M. M., & Amin, M. F. (2019). Redesigning science classrooms: Integrating indigenous knowledge and physics concepts. Journal of Science and Mathematics Education in Southeast Asia, 42(1), 77–93.

Downloads

Published

15-08-2026

How to Cite

Iriyanan, M. Y., Yektiningtyas, W., Marmoah, M., Kusdianto, K., & Indah, I. (2026). Analisis Media Dayung Perahu (POH) Sebagai Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gaya Pada Murid Kelas V SD Negeri Amamapare, Timika, Papua. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 3647–3653. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13058