Analisis Fenomena Mom Guilt pada Ibu Bekerja di Indonesia dalam Perspektif Psikologi Positif dan Indigenous

Authors

  • Ni Luh Hita Ekayanti Pujarisma Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Nina Fitriana Universitas Mercu Buana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13049

Keywords:

Mom Guilt, Ibu Bekerja, Model PERMA, Psikologi Indigenous, Budaya Paternalistik

Abstract

Fenomena meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja menjadi isu penting dalam dinamika sosial modern. Arus globalisasi dan perubahan ekonomi telah mendorong pergeseran struktur keluarga, dimana perempuan kini tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga ikut berkontribusi sebagai pencari nafkah Meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja sering kali menimbulkan mom guilt, yaitu perasaan bersalah akibat ketidakmampuan memenuhi standar ideal sebagai ibu di tengah tuntutan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika mom guilt pada ibu bekerja melalui integrasi perspektif psikologi positif (model PERMA) dan psikologi indigenous di konteks budaya Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, yang mensintesis hasil penelitian relevan dari basis data Google Scholar, ResearchGate, dan SINTA. Hasil analisis menunjukkan bahwa mom guilt pada ibu bekerja di Indonesia dipicu oleh budaya paternalistik yang menetapkan pengasuhan sebagai tanggung jawab mutlak perempuan, serta adanya tekanan dari struktur keluarga luas. Namun, temuan ini juga mengungkapkan bahwa ibu bekerja dapat mencapai kondisi flourishing dengan menginternalisasi nilai spiritual sebagai bagian dari dimensi meaning, dimana peran ganda dimaknai sebagai ibadah. Dukungan suami dan hubungan sosial yang positif terbukti efektif memitigasi dampak konflik peran dan stres emosional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan ibu bekerja dalam mengatasi rasa bersalah sangat bergantung pada sinergi antara ketangguhan karakter individu dan pergeseran paradigma sosial menuju pembagian peran gender yang lebih egaliter. Integrasi nilai-nilai lokal dengan kekuatan psikologis positif memungkinkan ibu bekerja mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal tanpa mengorbankan identitas budayanya.

References

Fadhillah, M. B. A., Anggoro, R., & Priyatno, A. M. (2020). Analisis Performa Link Stability dari Faktor Kecepatan untuk Dinamisasi Zona pada Zone Routing Protocol. Jurnal Rekayasa Elektrika, 16(3). https://doi.org/10.17529/jre.v16i3.16502

Amanda, A. S., & Mujiasih, E. (2018). Hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan kepuasan kerja pada perawat wanita yang sudah berkeluarga di Rumah Sakit Swasta X Kota Semarang. Jurnal Empati, 6(4), 163-168. doi:10.14710/empati.2017.20024

Apollo & Cahyadi, A. (2012). Konflik peran ganda perempuan menikah yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial keluarga dan penyesuaian diri. Widya Warta, 36(2).

Badan Pusat Statistik. (2025). Perempuan sebagai Tenaga Profesional (Persen), 2024. Badan Pusat Statistik. Retrieved from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY2IzI=/perempuan-sebagai-tenaga-profesional.html

Constantinou, G., Varela, S., & Buckby, B. (2021). Reviewing the experiences of maternal guilt–the “Motherhood Myth” influence. Health Care for Women International, 42(4-6), 852-876. doi:10.1080/07399332.2020.1835917

Dahyoko, W., Anajani, A. G., Kartika, E. D., Aisyah, N., Saputra, A. H., & Erni, S. (2024). Kesetaraan gender di era globalisasi pada peran perempuan dalam menghadapi era digital. Journals of Indonesian Multidisciplinary Research, 3(1), 26-38. doi:10.61291/sq1kj611

Dancer, L. S., & Gilbert, L. A. (1993). Spouses' family work participation and its relation to wives' occupational level. Sex Roles, 28(3), 127-145. doi:10.1007/BF00299277

Daulay, R. N. F., & Situmorang, N. Z. (2021). Flourshing pada womenpreneur di Daerah Istimewa Yogyakarta. Psyche 165 Journal, 180-185. doi:10.35134/jpsy165.v14i2.60

Fala, M., Sunarti, E., & Herawati, T. (2020). Sumber stres, strategi koping, gejala stres, dan kepuasan perkawinan pada istri bekerja. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 13(1), 25–37. doi:10.24156/jikk.2020.13.1.25

Fat’kha, I. T., & Gono, J. N. (2024). Memahami pengalaman perempuan dalam memaknai mom shaming yang dilakukan oleh mertua. Interaksi Online, 13(1), 643-652. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/48824

Foyster, E. (2001). Parenting was for life, not just for childhood: The role of parents in the married lives of their children in early modern England. History, 86(283), 313-327. doi:10.1111/1468-229X.00192

Hairina, Y., & Hartini, N. (2024). Exploring consequences of guilt in working mothers: A scoping review. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 29(2), 263-280. doi:10.20885/psikologika.vol29.iss2.art6

Handayani, A., Afiatin, T., Adiyanti, M. G., & Himam, F. (2015). Factors impacting work family balance of working mothers. ANIMA Indonesian Psychological Journal, 30(4), 178-190. doi:10.24123/aipj.v30i4.550

Hapsari, Y. D., Reftantia, G., Fitriyani, D., Asmawati, A. Z., Isyanawulan, G., & Inayah, N. A. (2025). Fenomena mom shaming di Indonesia dalam perspektif gender: Sebuah tinjauan literatur. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(9), 6315-6324. doi:10.53625/jirk.v4i9.9652

Herawati, I., & Widiantoro, D. (2020). Perbedaan kebersyukuran pada ibu yang bekerja dan ibu rumah tangga. Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah, 3(1), 65–76. doi:10.24815/s-jpu.v3i1.15630

Hubeis, A. V. S. (2010). Pemberdayaan perempuan dari masa ke masa. IPB Press.

Iqbal, M. (2024). Psikologi Pernikahan: Menyelami Rahasia Pernikahan. Yogyakarta: Gema Insani.

Juditha, C. (2015). Gender dan seksualitas dalam konstruksi media massa. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study, 1(1). doi:10.31289/simbollika.v1i1.45

Kinanti, I. G. A. I. A., & Suarya, L. M. K. S. (2016). Perbedaan strategi koping pada perempuan Hindu Bali yang bekerja dan yang tidak bekerja. Jurnal Psikologi Udayana, 3(3), 499-508.

Kubany, E. S., & Watson, S. B. (2003). Guilt: Elaboration of a multidimensional model. Psychological Record, 53(1), 51-90.

Liss, M., Schiffrin, H. H., & Rizzo, K. M. (2013). Maternal guilt and shame: The role of self-discrepancy and fear of negative evaluation. Journal of child and family studies, 22(8), 1112-1119. doi:10.1007/s10826-012-9673-2

Masturah, A. N. (2023). Alpha female dan flourishing pada perempuan bekerja. MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI, 6(1), 44-50. doi:10.31293/mv.v6i1.6584

Maude, S. (2024). Peran ibu rumah tangga dalam kehidupan sosial ekonomi dalam perspektif gender di Desa Wandoke Kecamatan Tikep. SELAMI IPS, 17(1). doi:10.36709/selami.v17i1.60

Mayasari, N. S., & Thamrin, W. P. (2025). Pengaruh stres kerja dan work family conflict terhadap kepuasan kerja pada wanita bekerja yang sudah menikah. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(6), 5549-5555. doi: doi:10.54371/jiip.v8i6.7962

Mies, M. (2014). Patriarchy and accumulation on a world scale: Women in the international division of labour. Bloomsbury Publishing.

Nona, E. H. A. P., Sumargi, A. M., & Ratna, J. M. J. (2022). Konflik peran dengan well-being pada ibu bekerja. Psychopreneur Journal, 6(1), 26–38. doi:10.37715/psy.v6i1.2631

Noviyanti, R. (2022). Resiliensi dan subjective well-being pada ibu yang bekerja. Jurnal Psikologi Talenta, 8(1), 37-47. doi:10.26858/talenta.v7i1.33357

Odenweller, K. G., & Rittenour, C. E. (2017). Stereotypes of stay-at-home and working mothers. Southern Communication Journal, 82(2), 57–72. doi:10.1080/1041794X.2017.1287214

Olson, D., DeFrain, J., & Skogrand, L. (2019). Marriage and Families: Intimacy, Diversity, and Strengths (10th Edition). New York: The McGraw Hill Companies.

Omara, A. (2004). Perempuan, budaya patriarki dan representasi. Mimbar Hukum, 2(46).

Poduval, J., & Poduval, M. (2009). Working mothers: How much working, how much mothers, and where is the womanhood? Journal of the Indian Academy of Applied Psychology, 35(Special Issue), 161–168. doi:10.4103/0973-1229.41799

Pratiwi, E. S., Darmastuti, I., & Damarani, Z. N. (2024). Konflik peran ganda pada perempuan yang bekerja (Studi fenomenologi pada keluarga buruh bangunan di Desa Siwarak). Diponegoro Journal of Management, 13(3), 1–8. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/djom/article/view/47749

Prentice, C. (2009). Relational dialectics among in-laws. Journal of Family Communication, 9(2), 67-89. doi:10.1080/15267430802561667

Rosiana, D. (2007). Mengatasi konflik peran sebagai karyawan dan ibu rumah tangga pada tenaga kerja wanita di indonesia. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 23(2), 271-287. doi:10.29313/mimbar.v23i2.245

Rotkirch, A., & Janhunen, K. (2010). Maternal guilt. Evolutionary Psychology, 8(1), 90-106. doi:10.1177/147470491000800108

Sakina, A. I. (2017). Menyoroti budaya patriarki di Indonesia. Share: Social Work Journal, 7(1), 71-80. doi:10.24198/share.v7i1.13820

Sutherland, J. A. (2010). Mothering, guilt and shame. Sociology Compass, 4(5), 310-321. doi:10.1111/j.1751-9020.2010.00283.x

Umaroh, R. F., & Hapsari, A. D. (2022). Burnout sebagai variabel moderator konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada perempuan yang bekerja. Flourishing Journal, 2(4), 315–331. doi:10.17977/um070v2i42022p315-331

Verma, A., & Negi, Y. S. (2020). Working women and motherhood - a review. Annals of Agri-Bio Research, 25(1), 170–178.

Widiningtyas, K. (2022). Dinamika konflik peran ganda ibu bekerja yang menjalani dual earner family. Psyche: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 4(2), 202-218. doi:10.36269/psyche.v4i2.735

Wijayanti, A. T., & Indrawati, E. S. (2016). Hubungan antara konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja sebagai penyuluh di Kabupaten Purbalingga. Jurnal empati, 5(2), 282-286. doi:10.14710/empati.2016.15202

Yanto, D. A., Aini, H. N. C., & Luvianasari, M. T. (2023). Pertukaran sosial dalam peran ganda perempuan: Studi kasus tentang pekerjaan rumah tangga dan karier profesional. Jurnal Relasi Publik, 1(4), 66–77. doi:10.59581/jrp-widyakarya.v1i4.1811

Downloads

Published

14-08-2026

How to Cite

Pujarisma, N. L. H. E., & Fitriana, N. (2026). Analisis Fenomena Mom Guilt pada Ibu Bekerja di Indonesia dalam Perspektif Psikologi Positif dan Indigenous. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 3582–3590. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.13049