Rekonstruksi Kebahagiaan Santri Di Pesantren Modern Melalui Perspektif Filsafat Akhlak Ibn Miskawaih
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.12895Keywords:
Kebahagiaan, Pesantren Modern, Santri, Filsafat Akhlak, Ibn MiskawaihAbstract
Pesantren modern adalah wujud dari fleksibilitas lembaga pesantren dalam menjawab kebutuhan masyarakat seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Dalam upaya tersebut, kebahagiaan santri merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan oleh lembaga pesantren modern dengan tetap mempertahankan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam. Falsafah akhlak Ibn Miskawaih menawarkan jawaban alternatif untuk merekonstruksi pemahaman atas konsep kebahagiaan, disamping memberikan landasan teoretis untuk penyusunan kegiatan pendidikan dan pengasuhan di lingkungan pesantren modern. Kemerosotan moral dan krisis akhlak yang terjadi di zaman ini juga semakin menunjukkan bahwa cara pandang alternatif dalam filsafat moral semacam filsafat Ibn Miskawaih diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kebahagiaan (as-sa’adah) dan pemahaman tentang jiwa dalam kerangka filsafat akhlak Ibn Miskawaih, mengurai permasalahan pemaknaan kebahagiaan santri pesantren modern serta memberikan beberapa saran praktis dalam rekonstruksi kebahagiaan santri di pesantren modern melalui kerangka filsafat akhlak Ibn Miskawahih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berbasis riset kepustakaan, dengan karya Ibn Miskawaih berjudul ’Tahdzibul Akhlaq’ sebagai sumber primer didukung dengan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa filsafat akhlak Ibn Miskawaih menawarkan konsep kebahagiaan yang orisinal dan holistik, penggunaan metodologi dan landasan falsafah yang bersifat islami bagi lembaga pesantren modern, serta mungkinnya aplikasi filsafat akhlak Ibn Miskawaih dalam kegiatan-kegiatan pendidikan dan pengasuhan di lingkungan pesantren modern.
References
Abshar, U. (2025). Kesejahteraan Psikologis Santi dalam Prespektif Budaya dan Indigenous Psychology. Al Irfan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian, 142.
Ahmad Haetami, Maskhur, Irfanudin. (2025). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pemilihan Pendidikan Pondok Pesantren. Research And Development Journal, 213.
Arifin, S. (2024). Konseling Berbasis Pesantren Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis Santriwati Baru. Jurnal Bimbingan Konseling dan dakwah Islam, 158.
Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Logos Wacana Ilmu.
Cheigi, M. M. (n.d.). A Critical Examination of Western Happiness-Oriented Theories Within the Framework of Islamic Etchis. International Multidiciplinary Journal of Pure Life, 60.
Diska Firzan Nadia Fatiq, Nasrullah. (2024). Eksplorasi Peran Dukungan Sosial dan Rasa Syukur Dalam Meningkatkan Subjective Well Being Santri Penghafal Al-Qur’an di Pesantren Malang. Journal of Education Research, 6048.
Dr. Neliwati, S. M. (2019). Pondok Pesantren Modern. Depok: PT RajaGrafindo Persada.
Fitriani Nurhayati. (2025). Relevansi Pemikiran Khas Filsafat Ibn Miskawaihdalam Menjawab Tantangan Zaman. Dirasah, 807.
Hussin, S. S. (2022). Abu ‘Ali Ahmad Ibn Muhammad Ibn Ya’qub (Miskawayh): Miskawayh’s Conception of the Soul. IIUM JOurnal of Human Sciences, 59.
Ira Kusumawati, Nurfuadi. (2024). Integrasi Kurikulum Pesantren Dalam Kurikulum Nasional Pada Pondok Pesantren Modern. SanskaraPendidikan dan Pengajaran, 7.
Janah, M. (2025). Pemikiran Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih dan Relevansinya Pada Pendidikan Islam Kontemporer. Jurnal Pendidikan Islam, 53.
Jarman Arroisi, Agus Mulyana. (2023). Konsep Bahagia Perspektif Martin Seligman dan Al-Attas (Kajian Dimensi Psikologi dalam Pandangan Barat dan Islam). Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 636.
Juliani Prasetyaningrum, F. F. (2022). Kesejahteraan Psikologis Santri Indonesia. Jurnal Studi Islam, 7.
KADIOĞLU, H. (2026). İbn Miskeveyh’in Mutluluk ve Felsefe Eseri: Kavramsal Analiz, Bilimlerin Tasnifi ve . Araştırma Makalesi , 2.
Khairunnisa, Y. P. (2023). Kebiasaan Gaya Hidup Hedonisme Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 39.
Khoirul Umam, Annas Muhammad Isa. (2024). Islamisasi Konsep Kebahagiaan Menurut Barat. Jurnal Reflektika, 26.
Mahmood, D. A. (2021). Islamic Notion of Happiness (Al-Sa‘ada): An Analysis of Miskawayh’s Thought. International Journal of Islamic Thought, 55.
Miskawaih, A. A. (2011). Tahdzibul Akhlak. Germany: Postfach.
Muhammad Fachrurrazi, Susi Fitri. (2023). Bimbingan dan konseling di pesantren berlandaskan nilai religiusitas: kajian teori dan pola dasar. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesia), 602.
Najah, F. (2021). Persepsi Masyarakat Terhadap Pesantren: Studi Fenomenologi. Jurnal Islam Nusantara, 21.
Nimin. (2025). Persepsi Siswa Tentang Spiritualitas Positif Dan Kebahagiaan di Lingkungan Pesantren. Damhil Education Journal, 129.
Sah, N. A. (2023). ANALYSIS OF CONCEPT OF HAPPINESS BETWEEN RYUHO OKAWA,AL-GHAZALI AND IBN MISKAWAYH[ANALISIS KONSEP KEBAHAGIAAN ANTARA RYUHO OKAWA,AL-GHAZALI DAN IBN MISKAWAYH. JAMALULLAIL JOURNAL, 123.
Virgo Gunawan, Bambang Mardisentoso. (2025). Strategi Peningkatan Pelaynan Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat Kepada Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren. Pesprektif; Jurnal Ilmu Administrasi, 220.
Yani Susetyo, ZIdna, Aina Shofiya. (2025). Pengaruh Promosi, Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Wali Santri dalam Memilih Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Zaid Bin Tsabit. E-Logis: Jurnal Ekonomi Logistik, 46.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














