Dampak Komodifikasi Tempat Melukat Pura Tirta Empul
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.12769Keywords:
Komodifikasi, Melukat, Nilai Kesakralan, Wisata Spiritual, Pura Tirta EmpulAbstract
Meningkatnya perkembangan pariwisata spiritual di Bali telah menjadikan Pura Tirta Empul tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi tersebut memunculkan fenomena komodifikasi yang berpotensi memengaruhi nilai kesakralan pura. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pemangku atau pengempon pura, Bendesa Adat, pengelola kawasan wisata, masyarakat sekitar, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komodifikasi di Pura Tirta Empul meliputi komodifikasi ritual melukat, ruang sakral, jasa dan fasilitas pendukung, serta media sosial. Komodifikasi memberikan dampak positif berupa peningkatan perekonomian masyarakat, terciptanya lapangan kerja, dan berkembangnya wisata spiritual. Namun, komodifikasi juga menimbulkan dampak negatif berupa berkurangnya kekhusyukan ritual, perubahan motivasi wisatawan dalam mengikuti melukat, serta bergesernya makna spiritual menjadi aktivitas wisata. Upaya pelestarian dilakukan melalui penerapan aturan adat, edukasi kepada wisatawan, pengawasan oleh pengelola, serta pelaksanaan upacara penyucian secara berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan antara kepentingan pariwisata dan pelestarian nilai kesakralan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan Pura Tirta Empul sebagai tempat suci sekaligus destinasi wisata spiritual.References
Altman, E. I. (1968). Financial Ratios, Discriminant Analysis and the Prediction of Corporate Bankruptcy. The Journal of Finance, 23(4), 589–609. https://doi.org/10.1111/j.1540-6261.1968.tb00843.x
Anggreni, N. W., & Budiasih, N. G. A. N. (2023). Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan Domestik dan Mancanegara Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun 2019-2022. Jurnal Kajian Dan Terapan Pariwisata, 4(1), 1-11.
Astuti, N. L. P., & Wulpeneliti. (2020). Komodifikasi Pariwisata Spiritual pada Destinasi Wisata Budaya di Bali.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar. (2021). Statistik kunjungan wisatawan ke objek wisata Kabupaten Gianyar tahun 2021. Gianyar: BPS Kabupaten Gianyar.
Butler, R. W. (1980). The concept of a tourist area cycle of evolution: Implications for management of resources. The Canadian Geographer, 24(1), 5–12.
Cohen, E. (1988). Authenticity and commoditization in tourism. Annals of Tourism Research, 15(3), 371–386. https://doi.org/10.1016/0160-7383(88)90028-X
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Doxey, G. V. (1975). A causation theory of visitor–resident irritants: Methodology and research inferences. Dalam Proceedings of the Sixth Annual Conference of the Travel Research Association (hlm. 195–198). San Diego: Travel Research Association.
Eliade, M. (1959). The sacred and the profane: The nature of religion. New York: Harcourt, Brace & World.
Fadilla, H. (2024). Pengembangan sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan daerah di Indonesia. Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance, 2(1), 36-43.
Greenwood, D. J. (1989). Culture by the pound: An anthropological perspective on tourism as cultural commoditization. In V. L. Smith (Ed.), Hosts and guests: The anthropology of tourism (2nd ed., pp. 171–185). Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Hartaka, I. M. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Dharma Agama dan Dharma Negara Dalam Tradisi Upacara Hindu di Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 149-165.
Kantina, I. G. A. A. (2020). Pura Tirta Empul: Antara tempat suci versus destinasi wisata komersial (Kasus komodifikasi pura khayangan di Desa Manukaya Tampaksiring, Gianyar Bali). Tesis. Denpasar: Program Pascasarjana, Universitas Udayana.
Karmini, N. W., Dyatmikawati, N. P., Suasthi, G. A. A., Wardhani, N. K. S. K., & Pradana, G. Y. K. (2020). Objek wisata pura Tirta Empul sebagai media pendidikan multikultural bagi generasi milenial pada era 4.0. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(2-3), 21-29.
Karmini, N. W., Sudibia, I. K., & Sari, M. M. R. (2019). Komodifikasi pariwisata budaya dan implikasinya terhadap kesakralan Pura Tirta Empul. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 9(2), 245–264.
MacCannell, D. (1999). The tourist: A new theory of the leisure class (3rd ed.). Berkeley: University of California Press.
Maharani, N. P. D. T., Suryantari, I. A. P., Sukaatmadja, I. P. G., & Yasa, N. N. K. (2023). Pengembangan wisata spiritual penglukatan di Pura Tirta Empul. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 8(1), 32-42.
Marx, K. (1867). Capital: A critique of political economy (Vol. 1). Hamburg: Otto Meissner Verlag.
Mathieson, A., & Wall, G. (1982). Tourism: Economic, physical and social impacts. London: Longman.
McKercher, B., & du Cros, H. (2002). Cultural Tourism: The Partnership Between Tourism and Cultural Heritage Management. Routledge.
Mkono, M., & Tribe, J. (2017). Beyond Reviewing: Uncovering the Multiple Roles of Tourism Social Media Users. Journal of Travel Research.
Mosco, V. (1996). The political economy of communication. London: Sage Publications.
Nayak, A., & Holden, A. (2013). Tourism, culture and religious identity: The case of spiritual tourism. London: Routledge.
Picard, M. (2006). Bali: Pariwisata budaya dan budaya pariwisata. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Pramestisari, N. A. S., Kebayatini, N. L. N., & Putra, K. A. D. (2023). Komodifikasi Nilai Kesakralan (Transformasi Fungsi Ruang Dalam Perspektif Heterotopia di Pura Dalem Ped). Politicos: Jurnal Politik Dan Pemerintahan, 3(1), 59-75.
Puja, I. B. P., Suprastayasa, I. G. N. A., & Aryasih, P. A. (Eds.). (2021). Esensi dan komodifikasi pariwisata budaya Bali. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali.
Putra, I. N. D. (2018). Pariwisata budaya Bali: Antara pelestarian dan komersialisasi. Denpasar: Pustaka Larasan.
Putri, L. P. W. U., Purnamaningsih, P. E., & Prabawati, N. P. A. (2024). Strategi Pengembangan Wisata Spiritual di Pura Tirta Empul, Kecamatan Tampak Siring, Gianyar. Ethics and Law Journal: Business and Notary, 2(1), 153-169.
Richards, G. (2021). Rethinking Cultural Tourism. Edward Elgar Publishing.
Seniwati, D. N., & Ngurah, I. G. A. (2020). Tradisi melukat pada kehidupan psikospiritual masyarakat Bali. Vidya Wertta, 3(2), 159-170.
Sharpley, R. (2000). Tourism and Sustainable Development: Exploring the Theoretical Divide. Journal of Sustainable Tourism.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutana, I. G. (2025). Komodifikasi Spiritual dan Ketahanan Budaya Hindu: Studi Makanan Satwika dan Praktik Usadha dalam Pariwisata Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 326-337.
Timothy, D. J., & Olsen, D. H. (2006). Tourism, religion and spiritual journeys. London: Routledge.
United Nations World Tourism Organization (UNWTO). (2005). Making tourism more sustainable: A guide for policy makers. Madrid: UNWTO.
UNWTO. (2005). Making Tourism More Sustainable: A Guide for Policy Makers
Widana, I. G. K., & Sriartini, N. M. (2020). Pendidikan Agama Hindu Bagi Pramuwisata Dalam Rangka Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Tata Tertib Kawasan Suci Pura Tirta Empul. Widyanatya, 2(02), 1-10.
Wijaya, N. S. (2022). Pura Tirta Empul sebagai daya tarik wisata religi dan indikator pemulihan pariwisata di Gianyar. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 5(2), 45–56.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














