Analisis Pengaruh Substitusi Styrofoam pada Campuran Asphalt Concrete-Base terhadap Karakteristik Marshall
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.12743Keywords:
Styrofoam, AC-Base, Karakteristik Marshall, KAO, Bina Marga 2018Abstract
Pengembangan infrastruktur jalan di Indonesia menghadapi tantangan ganda berupa tingginya biaya aspal minyak dan meningkatnya volume limbah styrofoam yang sulit terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas limbah styrofoam sebagai bahan substitusi sebagian aspal pada campuran Asphalt Concrete-Base (AC-Base) dengan variasi kadar 3% hingga 12%. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium yang merujuk pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Tahapan pengujian mencakup karakterisasi material dasar (agregat Tanjung Balai Karimun dan aspal Pen 60/70), penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO), dan pengujian Marshall pada 48 benda uji yang diberikan pemadatan 112 tumbukan per lapis untuk simulasi beban lalu lintas berat. Hasil penelitian menetapkan KAO sebesar 5% sebagai baseline performa. Substitusi styrofoam secara signifikan memengaruhi karakteristik reologi binder, di mana stabilitas mencapai puncak pada kadar 9% sebesar 2423,4 kg. Namun, peningkatan kadar styrofoam memicu kenaikan dramatis pada nilai Void in Mix (VIM) dan penurunan Void Filled with Asphalt (VFA) karena meningkatnya viskositas binder yang menghambat kemudahan pengerjaan (workability). Analisis teknis menunjukkan bahwa hanya substitusi 3% yang mampu memenuhi seluruh kriteria Spesifikasi Bina Marga 2018, terutama pada parameter durabilitas volumetrik. Kesimpulannya, substitusi styrofoam sebesar 3% direkomendasikan sebagai dosis efektif untuk meningkatkan stabilitas struktur perkerasan AC-Base sekaligus memberikan solusi pengurangan konsumsi bitumen berbasis minyak bumi yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan.
References
Ardiatma, D., Ilyas, N. I., Halomoan, N., & Indriyani, Y. M. (2025). Pemanfaatan Limbah Plastik PS ( Polystyrene ) Jenis Styrofoam menjadi Paving Block dengan Campuran Silica Fume sebagai Upaya Reduksi Sampah Plastik. 17(1), 56–72. https://doi.org/10.20885/jstl.vol17.iss1.art5
Febriani, R., Nurdin, A., Jamal, N., Studi, P., Sipil, T., & Jambi, U. (2023). LIMBAH STYROFOAM PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE ( AC-BC ) TERHADAP PENGUJIAN. 13(02), 133–144. https://repository.unja.ac.id/50097/
Jenderal, D., & Marga, B. (2020). Spesifikasi umum 2018. Revisi 2.
Lebang, J. R., & Rachman, Rais Rachman, A. (2022). Pengaruh Penambahan Limbah Karakteristik Campuran AC-WC Styrofoam Terhadap. 4(2), 289–297. https://doi.org/10.52722/hpa8ed90
Maya Nabila Delani, F. P. (2025). PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH STYROFOAM TERHADAP BENDA UJI PADA AC-WC MELALUI PENGUJIAN MARSHALL THE. 21(1), 43–51. https://doi.org/10.21009/jmenara.v21i1.55499
Mukminah, I. Al. (2019). Bahaya Wadah Styrofoam dan Alternatif Penggantinya. 4(2), 32–34. https://doi.org/10.24198/farmasetika.v4i2.22589
Nasot, M., & B, A. M. (2022). PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA LAPISAN ASPAL BETON AC-WC. 2(2), 10–18. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3204460
Rahmat Tisnawan, Rizki Ramadhan Husaini, Muhammad Yazid, dan E. M. S. (2025). Analisis Karakteristik Marshall dari Campuran Aspal Beton Lapis Aus (AC-WC) dengan Penambahan Limbah Styrofoam (Polystyrene) pada Aspal Penetrasi 60/70. 4(1). https://doi.org/10.59086/jti.v4i1.892
Sastra, A. Y., & Riyanto, S. (2025). PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM KEDALAM CAMPURAN PERKERASAN AC – BC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHAL. 6, 321–326. https://jurnal.polinema.ac.id/index.php/jos-mrk/article/download/6868/4400
SNI 06-2440:1991 Metode Pengujian Kehilangan Berat Minyak. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 06-2489:1991 Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 15-2049-2004 Semen Portland. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 2417:2008 Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 2432:2011 Cara Uji Daktilitas Aspal. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 2433:2011 Cara Uji Titik Nyala dan Titik Bakar Aspal dengan Alat Cleveland Open Cup. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 2434:2011 Cara Uji Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (Ring and Ball). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 2441:2011 Cara Uji Berat Jenis Aspal Keras. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 1969:2016 Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 1970:2016 Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI ASTM C136 Metode Uji untuk Analisis Saringan Agregat Halus dan Agregat Kasar. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














