Reaktualisasi Makna Jihad dalam QS. Al-Ankabut Ayat 69: Integrasi Jihad Spiritual dan Intelektual sebagai Basis Harmoni Sosial di Era Digital

Authors

  • Muhammad Nabil Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah Indralaya
  • Komarudin Sassi Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah Indralaya

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.12255

Keywords:

Jihad Spiritual, Jihad Intelektual, Literasi Digital, Harmoni Sosial, Tafsir Tematik, Era Digital

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Muslim memperoleh pengetahuan keagamaan, berkomunikasi, dan membangun relasi sosial. Pada saat yang sama, ekosistem digital memperkuat spiritualitas yang dangkal, disrupsi epistemik melalui disinformasi dan narasi post-truth, serta polarisasi sosial akibat ruang gema algoritmik. Penelitian ini bertujuan mereaktualisasikan makna jihad dalam QS. Al-Ankabut ayat 69 dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial sebagai landasan normatif bagi harmoni sosial di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan, metode tafsir tematik, analisis linguistik-semantik, serta perbandingan penafsiran mufasir klasik dan kontemporer, termasuk Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Hamka, dan M. Quraish Shihab. Hasil kajian menunjukkan bahwa jihad dalam ayat tersebut tidak terbatas pada konfrontasi fisik, tetapi bermakna kesungguhan berkelanjutan dalam ketaatan, pengendalian diri, pengembangan ilmu, dan kontribusi terhadap kebaikan publik. Reaktualisasinya dirumuskan melalui jihad spiritual berupa penguatan iman, pengendalian nafsu, dan etika digital; jihad intelektual berupa literasi kritis, tabayyun, dan epistemologi Qur'ani; serta jihad sosial berupa komunikasi inklusif, moderasi, dan tanggung jawab sosial. Secara konseptual dan praktis, penelitian menyimpulkan bahwa kerangka integratif tersebut dapat memperkuat kewargaan digital, mengurangi disinformasi dan polarisasi, serta membangun harmoni sosial Muslim yang inklusif, etis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan tanpa mengabaikan dasar teologis penafsiran Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat Muslim kontemporer secara luas.

References

Al-Qur'an al-Karim. (2012). Terjemahan dan Tafsir Singkat Al-Qur'an. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Al-Qurthubi, S. M. I. A. (2019). Al-Jami' Li Ahkam Al-Qur'an. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Zamakhsyari, M. U. (2009). Al-Kashshaf 'an Haqaiq Tanzil wa 'Uyun al-Aqawil fi Wujuh at-Ta'wil. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Ath-Thabrasy, A. A. (2005). Majma' Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an (Vol. 1-10). Beirut: Dar Ihya' at-Turath al-Arabi.

Bunt, G. R. (2018). Hashtag Islam: How Cyber-Islamic Environments Are Transforming Religious Authority. Chapel Hill: University of North Carolina Press.

Campbell, H. A. (2020). Digital Creatives and the Rethinking of Religious Authority. London: Routledge.

Castells, M. (2010). The Rise of the Network Society (2nd ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Durkheim, E. (1997). The Division of Labor in Society. New York: Free Press.

Eshet-Alkalai, Y. (2004). Digital Literacy: A Conceptual Framework for Survival Skills in the Digital Era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1).

Gilster, P. (1997). Digital Literacy. New York: Wiley Computer Publishing.

Hamka. (1981). Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hasanah, U. (2021). Islamic Perspective on Information Verification (Tabayyun): Building Digital Literacy in Muslim Communities. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2).

Hidayat, K. (2021). Psikologi Ibadah: Memaknai Ritual Keagamaan. Jakarta: PT Mizan Publika.

Ibnu Katsir, I. O. (2019). Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim. Beirut: Dar al-Fikr.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Statistik Pendidikan Islam 2022. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan.

Keyes, R. (2004). The Post-Truth Era: Dishonesty and Deception in American Life. New York: St. Martin's Press.

Kurniawan, D. (2024). Kurikulum Adaptif Di Era Digital: Integrasi Teknologi Dalam Pembelajaran Islam. Jurnal Pendidikan Modern, 8(1).

McLuhan, M. (1994). Understanding Media: The Extensions of Man. Cambridge: MIT Press.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muyasaroh, et al. (2023). Pembentukan Dan Pengembangan Karakter Ulama Berbasis Teknokrat Dan Intelektual Melalui Program Mabit. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(3).

Nasrullah, R. (2020). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nurhayati, E. (2021). Integrasi Sosial Dan Realitas: Penguatan Jihad Intelektual Melalui Pendidikan Karakter. Rumah Jurnal Pendidikan, 14(2).

Nurhayati, L. (2021). Literasi Digital Kritis Dalam Perspektif Islam: Studi Tafsir Al-Hujurat Ayat 6. Jurnal Ilmu-Ilmu Islam, 18(2).

Paul, R., & Elder, L. (2021). Critical Thinking: Tools for Taking Charge of Your Learning and Your Life (3rd ed.). Foundation for Critical Thinking.

Pew Research Center. (2021a). Religion in Everyday Life. Washington D.C.: Pew Research Center.

Pew Research Center. (2021b). Religion's Relationship to Happiness, Civic Engagement and Health Around the World. Washington, D.C.: Pew Research Center.

Putri, N. (2022). Inovasi Kurikulum Pendidikan Islam Di Era Transformasi Digital. Jurnal Pendidikan Kontemporer, 7(2).

Rahman, F. (2020). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Ramayulis. (2022). Ilmu Pendidikan Islam: Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Kalam Mulia.

Sahin, A. (2018). New Directions in Islamic Education: Pedagogy and Identity Formation. Leicestershire: Kube Publishing.

Sassi, K., & Masnila. (2025). Integrasi Iman Dan Ilmu Dalam Pendidikan Islam Modern. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 15(1).

Shihab, M. Q. (2003). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an (Vol. 1-15). Jakarta: Lentera Hati.

Ulfa, M., & Oktaviana, E. (2024). Literasi Digital Dan Pembentukan Kesadaran Kritis Dalam Pembelajaran Agama Islam. Jurnal Basicedu, 8(1).

UNESCO. (2023). Countering Disinformation and Hate Speech: The Role of Education in Building Resilient Societies. Paris: UNESCO Publishing.

Wardle, C., & Ward, H. (2019). Misinformation and "Fake News" in the Post-Truth Era. Journal of Democracy, 30(4).

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Zohar, D., & Marshall, I. N. (2000). Spiritual Intelligence: The Ultimate Intelligence. London: Bloomsbury.

Downloads

Published

30-07-2026

How to Cite

Nabil, M., & Sassi, K. (2026). Reaktualisasi Makna Jihad dalam QS. Al-Ankabut Ayat 69: Integrasi Jihad Spiritual dan Intelektual sebagai Basis Harmoni Sosial di Era Digital. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 2115–2121. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.12255