Komitmen Pemerintah NTT untuk Menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Konteks ASEAN

Authors

  • Maria Wilhelsya Inviolata Watu Raka Universitas Nusa Cendana
  • Dhey Wego Tadeus Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.12030

Keywords:

Perdagangan Orang, Nusa Tenggara Timur, Pekerja Migran, ASEAN, ACTIP

Abstract

Penelitian ini menganalisis komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebagai bagian dari upaya Indonesia memenuhi komitmen regional di kawasan Asia Tenggara sekaligus sebagai anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). NTT merupakan salah satu daerah asal utama korban perdagangan orang di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat migrasi non-prosedural, keterbatasan lapangan kerja, dan rendahnya perlindungan terhadap pekerja migran. Penelitian menggunakan metode sosio-legal dengan pendekatan struktural dan konseptual melalui analisis data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, laporan organisasi internasional, dokumen pemerintah, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah mengambil langkah melalui kebijakan moratorium pengiriman pekerja migran dan penguatan tata kelola penempatan pekerja migran. Namun demikian, kebijakan tersebut masih berorientasi pada aspek administratif ketenagakerjaan dan belum sepenuhnya mengadopsi pendekatan pemberantasan perdagangan orang sebagaimana diatur dalam ASEAN Convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children (ACTIP). Perlindungan terhadap pekerja migran non-prosedural, mekanisme pencegahan berbasis komunitas, reintegrasi korban, serta koordinasi lintas sektor masih belum optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendukung komitmen nasional dan regional melalui penguatan regulasi daerah, peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi masyarakat, serta perlindungan menyeluruh terhadap kelompok rentan sehingga pencegahan TPPO dapat dilakukan secara lebih efektif.

References

Banakar, R., & Travers, M. (Eds.). (2005). Theory and method in socio-legal research. Hart Pub.

Bataona, Y. B. (2026). BP3MI NTT catat sudah 63 jenazah Pekerja Migran Indonesia yang dipulangkan pada 2026. ANTARA NTT. https://megapolitan.antaranews.com/berita/532568/bp3mi-ntt-catat-sudah-63-jenazah-pekerja-migran-indonesia-yang-dipulangkan-pada-2026

BPS NTT. (2026). Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Februari 2026—Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,16 persen. [Dataset]. https://ntt.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/1502/keadaan-ketenagakerjaan-provinsi-nusa-tenggara-timur-februari-2026---tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-3-16-persen-.html

Brysk, A., & Choi-Fitzpatrick, A. (Eds.). (2012). From Human Trafficking to Human Rights: Reframing Contemporary Slavery. University of Pennsylvania Press. https://doi.org/10.9783/9780812205732

Curley, M. (2016). Migration and Movements of People. In M. Caballero-Anthony, An Introduction to Non-Traditional Security Studies: A Transnational Approach (pp. 193–209). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781473972308.n11

Hathaway, J. C. (2012). Refugees and asylum. In B. Opeskin, R. Perruchoud, & J. Redpath-Cross (Eds.), Foundations of International Migration Law (1st ed., pp. 177–204). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139084598.008

IOM. (2017). IOM IN ASIA AND THE PACIFIC 2017-2020. International Organization for Migration. https://www.iom.int/sites/g/files/tmzbdl486/files/country/AP/IOM-Strategy-in-Asia-and-the-Pacific-2017-2020.pdf

IOM. (2023). IOM REGIONAL OFFICE FOR ASIA AND THE PACIFIC: SITUATION ANALYSIS ON TRAFFICKING IN PERSONS FOR THE PURPOSE OF FORCEDCRIMINALITY IN SOUTHEAST ASIA. https://asiapacific.iom.int/sites/g/files/tmzbdl671/files/documents/2023-03/IOM%20Southeast%20Asia%20Trafficking%20for%20Forced%20Criminality%20Update_March%202023.pdf

IOM. (2024, February). IOM’S REGIONAL SITUATION REPORT ON TRAFFICKING IN PERSONS INTO FORCED CRIMINALITY IN ONLINE SCAMMING CENTRES IN SOUTHEAST ASIA. IOM Regional Officer for Asia and the Pacific. https://asiapacific.iom.int/sites/g/files/tmzbdl671/files/documents/2024-03/iom-southeast-asia-trafficking-for-forced-criminality-update_december-2023-1.pdf

IOM. (2026). World Migration Report 2026. International Organization for Migration.

Joudo Larsen, J. (2010). Migration and people trafficking in southeast Asia. Australian Institute of Criminology. https://doi.org/10.52922/ti281080

NN. (n.d.). CAPAIAN LAYANAN PUBLIK BP3MI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2024. KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BADAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA.

NN. (2023, October 5). Ratusan Kasus TPPO Ditindak sejak Awal Tahun. Pusiknas Polri. https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/ratusan_kasus_tppo_ditindak_sejak_awal_tahun

Palermo Protocol, Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children, supplementing the United Nations Convention against Transnational Organized Crime, UNTC (2000). https://treaties.un.org/pages/viewdetails.aspx?src=ind&mtdsg_no=xviii-12-a&chapter=18

Randolph, G., & Kuswardono, P. T. (2018). KOTA-KOTA KECIL, KABUPATEN URBAN DI INDONESIA: Garis Depan Tantangan-Tantangan Ketenagakerjaan, Migrasi dan Urbanisasi. JustJobnetworks dan Perkumpulan PIKUL. https://drive.google.com/file/d/1CJiDlY4_HVhTKW_AtHaZl1-iX0ZSESgT/view

Shahibah, A. (2026, March 11). 10 Provinsi dengan Korban Perdagangan Manusia Terbanyak. GoodStats Data. https://data.goodstats.id/statistic/10-provinsi-dengan-korban-perdagangan-manusia-terbanyak-eQExi

TEMPO. (2017, March). Jual-beli Orang Ke Malaysia. TEMPO: Data Science. https://data.tempo.co/MajalahTeks/detail/ARM20180612179232/jual-beli-orang-ke-malaysia

UNODC. (2020). LEGISLATIVE GUIDE FOR THE PROTOCOL TO PREVENT, SUPPRESS AND PUNISH TRAFFICKING IN PERSONS, ESPECIALLY WOMEN AND CHILDREN, SUPPLEMENTING THE UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST TRANSNATIONAL ORGANIZED CRIME. United Nations Office on Drugs and Crime. https://www.unodc.org/documents/human-trafficking/2020/TiP_LegislativGuide_Final.pdf

UNODC. (2024). Global Report on Trafficking in Persons 2024. United Nations.

U.S. Department of State. (2018). 2018 Trafficking in Persons Report. https://2021-2025.state.gov/reports/2018-trafficking-in-persons-report/

U.S. Department of State. (2026). 2025 Trafficking in Persons Report. U.S. Department of State. https://www.state.gov/reports/2025-trafficking-in-persons-report/

Usbono, Y. V. L. (2019). Civil Documents and Migration in NTT [Presentation].

Wiratraman, H. P. (NN). PENELITIAN SOSIO-LEGAL DAN KONSEKUENSI METODOLOGISNYA. https://herlambangperdana.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/06/penelitian-sosio-legal-dalam-tun.pdf

Downloads

Published

21-07-2026

How to Cite

Raka, M. W. I. W., & Tadeus, D. W. (2026). Komitmen Pemerintah NTT untuk Menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Konteks ASEAN. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 1322–1329. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.12030