Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengeluaran Per Kapita Terhadap Indeks Pembangunan Manusia 14 Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11997Keywords:
Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Per Kapita, Indeks Pembangunan Manusia, Data Panel, Random Effect ModelAbstract
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menggambarkan kualitas pembangunan manusia melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Meskipun demikian, capaian IPM pada 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat masih menunjukkan kesenjangan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran per kapita terhadap IPM secara parsial maupun simultan selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel sebanyak 70 observasi yang berasal dari 14 kabupaten/kota selama lima tahun. Data sekunder diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan regresi data panel melalui aplikasi RStudio. Pemilihan model dilakukan dengan Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier yang menetapkan Random Effect Model sebagai model estimasi terbaik. Analisis dilanjutkan dengan uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki koefisien positif sebesar 0,04253, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM karena nilai signifikansinya 0,47859. Sebaliknya, pengeluaran per kapita berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 1,78958 dan nilai signifikansi di bawah 0,05. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap IPM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pembangunan manusia lebih kuat ditentukan oleh kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak dibandingkan pertumbuhan ekonomi semata. Hasil ini juga menegaskan pentingnya pemerataan manfaat pembangunan ekonomi di seluruh wilayah penelitian.
References
Anggraini Ratih, T. (2026). Analisis pengaruh kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021-2025. Journal of Economic, Business and Accounting, 9(3).
Bariyah, N. (2015). Analisis indikator fundamental ekonomi daerah di Kalimatan Barat: pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita dan HDI. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, 4(1), 72. https://doi.org/10.26418/jebik.v4i1.11462
Chaniago, N., Susanti, A. E., Entaresmen, R. A., & Trisakti, U. (2025). Determinan faktor peningkatan kualitas hidup manusia ketimpangan pendapatan di ASEAN-8 periode 2010-2023. 7(1), 99–111.
Dewi N.L.S &, & Sutrisna I. K. (2014). Pengaruh komponen indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. E-Jurnal EP Unud, 3(3), 106–114.
Faizin, M. (2021). Pengaruh upah minimum, kemiskinan dan pengangguran pada IPM di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Jurnal Samudra Ekonomi Dan Bisnis, 12(2), 214–227. https://doi.org/10.33059/jseb.v12i2.3027
Josep, K. B., Rosalina, K., & Riyan, M. (2019). Pengaruh angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan pengeluaran perkapita terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara pada tahun 2003-2017. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 19(01), 44–55.
Khumaerah Syadina Ayyissilla. (2023). Analisis pengaruh kemiskinan dan tingkat pengangguran terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Bnaten pada tahun 2018-2021. Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi Dan Kewirausahaan., 1(1), 111–122.
Mahya Jauhar A, W. (2020). Pengaruh angka harapan hidup lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita terhadap indeks pembangunan manusia. Jurnal Pendidikan Dan Riset Matematika, 3(1), 126–139.
Navia Istiqomah, Rini Agustin Muda, Putri Indriyani, & Misfi Laili Rohmi. (2025). Pengaruh Kemiskinan dan Kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Daerah Provinsi Jawa Barat. Jurnal Manajemen Dan Ekonomi Kreatif, 3(1), 01–11. https://doi.org/10.59024/jumek.v3i1.506
Prabowo Odi, Darmawati, N. (2025). Pengaruh efektivitas pendapatan asli daerah , efisiensi keuangan daerah , derajat desentralisasi fiskal , dan belanja modal terhadap indeks pembangunan manusia The effect of local revenue effectiveness , local financial efficiency , degree of fiscal decen. Jurnal Bisnis Mahasiswa, 5(5), 2328–2337.
Putri Fachrani Nabila, S. L. (2024). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap indeks pembangunan manusia Kalimantan Selatan tahun 2012-2021. Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(1), 70–80.
Rohaini. (2024). Analisis pengaruh kemiskinana, tingkat pengangguran terbuka, dan pengeluaran perkapita terhadap indeks pembangunan manusia tahun 2019-2023 di Kalimantan Barat perspektif ekonomi islam. Jurnal Muamalat Indonesia, 4(2), 623–639.
Rustam, D., & Aisyah, S. (2022). Analisis indeks pembangunan manusia di Kabupaten dan Kota Sumatera Barat dengan menggunakan analisis data panel. Jurnal Pundi, 6(1), 197–208. https://doi.org/10.31575/jp.v6i1.405
Yasinta Lailatul Bita. (2019). Analisis pengaruh belanja pendidikan, belanja kesehatan, belanja infrastruktur, dab tingkat kemiskinan terhadap indeks pembangunan manusia. Jurnal Ilmiah Aset, 9(1), 24–33.
ZA, D. F., Junaidi, J., & Bhakti, A. (2019). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengeluaran pemerintah, tingkat pengangguran terbuka terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi-provinsi di Sumatera. E-Jurnal Ekonomi Sumberdaya Dan Lingkungan, 8(3), 170–183. https://doi.org/10.22437/jels.v8i3.11994
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














