Integrasi Nilai Insan Kamil Dalam Pengembangan Kecerdasan Moral Siswa Madrasah Aliyah

Authors

  • Budi Komara Universitas Islam Nusantara
  • Badrul Munir Universitas Islam Nusantara
  • Akhmad Roziqin Universitas Islam Nusantara
  • Ulfah Ulfah Universitas Islam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11975

Keywords:

Insan Kamil, Kecerdasan Moral, Pendidikan Islam, Madrasah Aliyah, Pengembangan Karakter

Abstract

Latar Belakang: Krisis moral generasi muda di era digital menjadi tantangan serius bagi pendidikan Islam, terutama karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan moral dan tindakan moral (moral knowing vs moral action) di kalangan siswa madrasah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguasaan nilai secara kognitif belum selalu diikuti oleh internalisasi dan penerapan nilai dalam perilaku sehari-hari. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai Insan Kamil dalam pengembangan kecerdasan moral siswa serta merumuskan rancangan bimbingan berbasis nilai tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi terstruktur dan partisipasi pasif selama delapan hari di MA Al Huda Bandung Barat, dilengkapi dengan wawancara mendalam serta telaah kritis terhadap literatur yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola pengembangan kecerdasan moral, hambatan implementasi, dan peluang integrasi nilai Insan Kamil dalam layanan pendidikan. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan moral di MA Al Huda masih lebih berorientasi pada aspek intelektual atau moral knowing dibandingkan pembentukan karakter secara komprehensif. Kelemahan utama terlihat pada aspek empati, kontrol diri, serta belum optimalnya integrasi nilai Insan Kamil dalam kurikulum dan praktik pembinaan siswa. Kesimpulan: Penelitian ini merumuskan Model Tazkirah-Tarbiyah-Tazkiyah-Istiqamah serta rancangan bimbingan integratif yang menggabungkan tujuh aspek kecerdasan moral Borba dengan nilai-nilai Insan Kamil. Model tersebut diharapkan menjadi kerangka pengembangan moral yang lebih utuh untuk mengatasi kesenjangan antara pemahaman nilai dan tindakan moral siswa di era digital.

References

1. Alsmhehen, F. (2024). Predicting moral intelligence: An examination of the influence of the five major personality factors among students at the World Islamic Sciences and Education University. Journal of Social Studies Education Research, *15*(3), 317-347.

2. Eisenberg, N., & Fabes, R. A. (1998). Prosocial development. In W. Damon (Ed.), Handbook of child psychology (5th ed., Vol. 3, pp. 701-778). New York: Wiley.

3. Haidt, J. (2001). The emotional dog and its rational tail: A social intuitionist approach to moral judgment. Psychological Review, *108*(4), 814-834.

4. Hamuddin, B., Syahdan, S., Rahman, F., Rianita, D., & Derin, T. (2019). Do they truly intend to harm their friends?: The motives beyond cyberbullying among university students. International Journal of Cyber Behavior, Psychology and Learning (IJCBPL), *9*(4), 32-44. http://dx.doi.org/10.4018/IJCBPL.2019100103

5. Kohlberg, L. (1981). The philosophy of moral development: Moral stages and the idea of justice. San Francisco: Harper & Row.

6. Kwon, J., Tenenbaum, J., & Levine, S. (2024). Neuro-symbolic models of human moral judgment. Proceedings of the Annual Meeting of the Cognitive Science Society, *46*.

7. Narvaez, D. (2010). Moral complexity: The fatal attraction of truthiness and the importance of mature moral functioning. Perspectives on Psychological Science, *5*(2), 163-181.

8. Rest, J. R. (1986). Moral development: Advances in research and theory. New York: Praeger.

9. Rest, J. R., Narvaez, D., Bebeau, M. J., & Thoma, S. J. (1999). Postconventional moral thinking: A neo-Kohlbergian approach. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum.

10. Smetana, J. G. (2006). Social domain theory: Consistencies and variations in children's moral and social judgments. In M. Killen & J. G. Smetana (Eds.), Handbook of moral development (pp. 119-154). Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum.

11. Turiel, E. (2006). The development of morality. In W. Damon & R. M. Lerner (Eds.), Handbook of child psychology (6th ed., Vol. 3, pp. 789-857). New York: Wiley.

12. Ulfah, O. H., Mardliyah, L., & Sugiarti, I. (2022). Strategi menanamkan pendidikan akhlak di era disrupsi. Jurnal Kependidikan, *10*(1), 99-110.

13. Walker, L. J. (2004). Progress and prospects in the psychology of moral development. Merrill-Palmer Quarterly, *50*(4), 546-557.

14. Yunus, M., & Hamdani, I. (2020). Konsep insan kamil dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, *8*(2), 145-162.

15. Anwar, A. (2025). Adab di atas ilmu: Urgensi pendidikan karakter di era modern. Riau Pos Online, 10 Februari 2025. https://kampusmelayu.ac.id/2026/kolom-ketua/adab-di-atas-ilmu-urgensi-pendidikan-karakter-di-era-modern/

16. Hakim, A. A. N. (2025). Urgensi filsafat pendidikan Islam di tengah gempuran teknologi. Radar Cianjur, 17 November 2025. https://www.radarcianjur.com/pendidikan/94516266002/urgensi-filsafat-pendidikan-islam-di-tengah-gempuran-teknologi/

17. Kusuma, D., & Hartanto, S. (2025). Smart in social media, strong in morality: Membangun karakter siswa madrasah di era digital. Seminar FITK UIN Sunan Kalijaga, 17 November 2025. https://pgmi.uin-suka.ac.id/id/berita/detail/14013/

18. Al-Attas, S. M. N. (1979). Aims and objectives of Islamic education. Jeddah: King Abdulaziz University.

19. Al-Ghazali, A. H. (2004). Ihya' 'ulum al-din (Vol. 1-5). Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

20. Al-Jili, A. K. (2008). Al-insan al-kamil fi ma'rifat al-awakhir wa al-awail. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

21. Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

22. Berns, R. M. (2007). Child, family, school, community: Socialization and support (7th ed.). Belmont, CA: Thomson Wadsworth.

23. Borba, M. (2001). Building moral intelligence: The seven essential virtues that teach kids to do the right thing. San Francisco: Jossey-Bass.

24. Coles, R. (1997). The moral intelligence of children. New York: Random House.

25. Gilligan, C. (1982). In a different voice: Psychological theory and women's development. Cambridge, MA: Harvard University Press.

26. Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York: Bantam Books.

27. Ibnu 'Arabi, M. (2004). Al-futuhat al-makkiyyah. Beirut: Dar al-Sadir.

28. Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.

29. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

30. Piaget, J. (1932). The moral judgment of the child. London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co.

31. Wan Daud, W. M. N. (1998). The educational philosophy and practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas. Kuala Lumpur: ISTAC.

32. Hoffman, M. L. (2000). Empathy and moral development: Implications for caring and justice. In Empathy and moral development. Cambridge: Cambridge University Press.

Downloads

Published

15-09-2026

How to Cite

Komara, B., Munir , B., Roziqin , A., & Ulfah, U. (2026). Integrasi Nilai Insan Kamil Dalam Pengembangan Kecerdasan Moral Siswa Madrasah Aliyah. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 6937–6948. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11975