Pengembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Partisipatif Di PAUD Pelangi dan MDTA Manba'ul Huda
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11974Keywords:
Kecerdasan Kinestetik, Anak Usia Dini , Permainan Tradisional, Participatory, Action Research, Pendidikan AgamaAbstract
Latar Belakang: Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu dimensi fundamental dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan mengendalikan gerak tubuh, koordinasi, keseimbangan, serta ekspresi diri. Namun, pengembangan kecerdasan kinestetik di wilayah perdesaan sering kali belum memperoleh perhatian optimal akibat keterbatasan literasi, sarana, dan infrastruktur pendidikan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program stimulasi kecerdasan kinestetik melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) di PAUD Pelangi dan MDTA Manba'ul Huda, Desa Sukawangi, Kabupaten Garut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka PAR yang melibatkan mahasiswa PIAUD STIT Qurrota A'yun sebagai fasilitator. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi perkembangan kemampuan kinestetik anak selama pelaksanaan program. Hasil: Intervensi melalui senam irama, permainan tradisional Sunda seperti Engklek, Oray-orayan, dan Ucing Galah, serta integrasi gerakan shalat menunjukkan peningkatan koordinasi motorik, keseimbangan, kelenturan gerak, dan regulasi emosi anak. Temuan juga menunjukkan adanya keterkaitan antara frekuensi partisipasi dalam aktivitas kinestetik dengan peningkatan kemampuan motorik kasar dan halus. Aktivitas berbasis budaya lokal mampu menciptakan proses stimulasi yang menarik, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan anak. Kesimpulan: Stimulasi kecerdasan kinestetik yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai religius efektif dalam mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia dini. Namun, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan dan pendampingan orang tua, khususnya untuk mengurangi stigma negatif terhadap anak yang aktif secara fisik
References
1. Anggraini, W., Yulianti, E., & Nurjanah, R. (2023). Penerapan Metode Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Miftahul Huda Kecamatan Cukuhbalak Kabupaten Tanggamus. Jurnal At-Thalib, 1(1), 75–82. http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/ATH-THALIB
2. Latifah, R., & Lubis, M. S. (2025). Strategi Pembelajaran Guru dalam Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik pada Anak Usia 5-6 Tahun di RA Darul Madani Desa Bandar Setia. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8, 4188–4202. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/download/44551/27963/149800
3. Lubis, Z., Pane, K. N., & Lubis, R. (2020). Hubungan antara Kecerdasan Kinestetik dengan Meniru Kegiatan Shalat Anak Usia 5-6 Tahun di TKIT Bunayya 7. Jurnal Raudhah, 8(2), 58–67. http://dx.doi.org/10.30829/raudhah.v8i2.783
4. Mudarsa, H. (2024). Gerakan Shalat sebagai Media Pengembangan Motorik Kasar pada Anak. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 7(2), 531–540. https://doi.org/10.59027/alisyraq.v7i2.484
5. Nurhayati, Irwani, N. R., Fajri, Y., & Nasution, N. F. I. (2025). Kecerdasan Kinestetik untuk Anak Usia Dini. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini, 2(3), 239–249. https://doi.org/10.61132/inpaud.v2i3.460
6. Rahmasanti, H., Nurhasanah, C. M., & Monica, Y. B. (2013). Kecerdasan Kinestetik pada Anak Usia Dini. Mentari - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(5), 27–32. https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Mentari
7. Sunanti, S., Agustin, M., & Kurniati, E. (2016). Pengaruh Pembelajaran Permainan Tradisional Galahbandung Terhadap Kecerdasan Bodili-Kinesthetic Usia Dini. Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini, 19(2). https://doi.org/10.17509/edukid.v13i2.16922
8. STIT Qurrota A'yun. (n.d.). STIT Qurrota A'yun – Unggul, Berkarakter, dan Profesional. Retrieved May 3, 2026, from https://stitqurrotaayun.ac.id/
9. Sisdamas, K. (2017). Profil Desa - KKN Sisdamas Desa Sukawangi. https://desasukawangikknsisdamas2017.wordpress.com/profil-desa/
10. Cichocka, A. (2016). Understanding defensive and secure in-group positivity: The role of collective narcissism. European Review of Social Psychology, 27(1), 283–317.
11. Marchlewska, M., Cichocka, A., Łozowski, F., Górska, P., & Winiewski, M. (2019). In search of an imaginary enemy: Catholic collective narcissism and the endorsement of gender conspiracy beliefs. The Journal of Social Psychology, 159(6), 766–779.
12. N/A. (n.d.). STIT Qurrota A'yun – Unggul, Berkarakter, dan Profesional. Retrieved May 3, 2026, from https://stitqurrotaayun.ac.id/
13. Sisdamas, K. (2017). Profil Desa - KKN Sisdamas Desa Sukawangi. https://desasukawangikknsisdamas2017.wordpress.com/profil-desa/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














