Karakteristik Pendidik Al-Qur'an Dalam Perspektif Qs. Al-Baqarah Ayat 129: Analisis Tafsir Tarbawy

Authors

  • Ahmad Najib Komarudin Universitas Islam Nusantara
  • Suci Dwi Kurniasih Universitas Islam Nusantara
  • Badruzzaman M. Yunus Universitas Islam Nusantara
  • Endi Suhendi Universitas Islam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11970

Keywords:

Pendidik Al-Qur'an, Tafsir Tarbawi, Karakteristik Guru, Al Quran, Pendidikan Islam, Qs. Al-Baqarah: 129

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan Al-Qur'an memiliki posisi sentral dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai ilahiyah. Namun, masih banyak ditemukan kesenjangan antara idealitas peran pendidik Al-Qur'an dengan realitas di lapangan, khususnya dalam hal kompetensi pedagogis, spiritual, dan moral. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pendidik Al-Qur'an yang ideal berdasarkan perspektif QS. Al-Baqarah ayat 129 dengan pendekatan tafsir tarbawy (pendidikan). Metode: Penelitian ini menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik) dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Baqarah: 129, serta didukung oleh penafsiran dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir al-Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Misbah, serta kajian hadits dan literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil: Penelitian menemukan bahwa QS. Al-Baqarah: 129 mengandung empat dimensi utama tugas Rasul sebagai pendidik: tilawah (membacakan ayat-ayat Allah), ta'lim al-kitab (mengajarkan Al-Qur'an), ta'lim al-hikmah (mengajarkan hikmah), dan tazkiyah (mensucikan jiwa). Dari empat dimensi ini, ditemukan dua belas karakteristik pendidik Al-Qur'an yang ideal: (1) Ahlul Qur'an, (2) Rabbani, (3) Ikhlas, (4) Menguasai tajwid dan qira'at, (5) Berakhlak mulia, (6) Sabar, (7) Tawadhu', (8) Memahami psikologi peserta didik, (9) Zuhud, (10) Istiqamah, (11) Memiliki sanad keilmuan, dan (12) Menjadi murabbi. Kesimpulan: Pendidik Al-Qur'an yang ideal adalah sosok yang mengintegrasikan kompetensi spiritual, intelektual, pedagogis, dan moral secara holistik, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai mu'allim, murabbi, dan muzakki sekaligus.

References

1. Aziz, A., & Mahmud, M. (2022). Kompetensi guru tahfidz Al-Qur'an dalam perspektif pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Pendidikan Islam, *11*(2), 87–105. https://doi.org/10.14421/jpi.2022.112.87

2. Hakim, L., & Wahyuni, S. (2022). Etika dan akhlak guru Al-Qur'an dalam perspektif hadits Nabi. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, *11*(1), 213–230. https://doi.org/10.30868/ei.v11i01.1404

3. Muhsin, A., & Khamidah, N. (2022). Sistem transmisi Al-Qur'an: Urgensi sanad dalam pengajaran tahfidz. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, *13*(1), 45–62. https://doi.org/10.24042/atjpi.v13i1

4. Nasution, R., & Lubis, M. A. (2023). Karakteristik pendidik ideal dalam perspektif Al-Qur'an dan hadits: Implikasi terhadap pendidikan karakter di madrasah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, *20*(1), 101–120. https://doi.org/10.14421/jpai.2023.201.101

5. Syafi'i, A., Mardiana, S., & Kurniawati, D. (2021). Motivasi intrinsik berbasis keimanan pada guru pendidikan agama Islam: Studi korelasional. Jurnal Tarbiyatuna, *12*(2), 155–170. https://doi.org/10.31603/tarbiyatuna.v12i2

6. Ulumuddin, I., & Abdurrahman, M. (2023). Ilmu tajwid komprehensif: Teori dan praktik pengajaran Al-Qur'an berbasis musyafahah. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, *7*(2), 112–129.

7. Al-Bukhari, M. I. (1422 H). Shahih al-Bukhari. https://sunnah.com/bukhari

8. Muslim, I. H. (n.d.). Shahih Muslim. https://sunnah.com/muslim

9. Al-Farmawi, A. H. (1996). Metode tafsir maudhu'i: Sebuah pengantar. Penerbit Raja Grafindo Persada.

10. Al-Ghazali, A. H. (2011). Ihya' 'Ulum al-Din (M. Arifin, Trans.; Jilid 3). Rineka Cipta. (Karya asli diterbitkan sekitar 1095 M)

11. Al-Nawawi, Y. (2014). Al-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur'an (M. Fuad Abdul Baqi, Ed.). Dar al-Fikr.

12. Al-Thabari, M. J. (2001). Tafsir al-Thabari: Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ayi al-Qur'an. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

13. Ibnu Hajar al-'Asqalani, A. (1420 H). Fath al-Bari fi Syarh Shahih al-Bukhari. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

14. Ibnu Katsir, I. (1420 H). Tafsir al-Qur'an al-'Azim (M. H. S. M. al-Salam, Ed.; Vol. 1). Dar al-Tayyibah.

15. Ibnu Khaldun, A. R. (2005). Muqaddimah (A. H. T. Ahmadie, Trans.). Pustaka Firdaus. (Karya asli diterbitkan sekitar 1377 M)

16. Rahmawati, F., & Hidayat, T. (2022). Manajemen pembelajaran Al-Qur'an berbasis kecerdasan majemuk: Strategi diferensiasi untuk guru tahfidz. Kencana Prenada Media.

17. Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, kesan dan keserasian al-Qur'an (Vol. 1). Lentera Hati.

18. Tafsir, A. (2018). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.

19. Al-Zuhaili, W. (2005). Tafsir al-Munir fi al-'Aqidah wa al-Syari'ah wa al-Manhaj. Dar al-Fikr al-Mu'ashir.

20. Ibnu Rajab al-Hanbali, Z. (2012). Jami' al-'Ulum wal-Hikam fi Syarh Khamsina Haditsan min Jawami' al-Kalim. Dalam Majmu' Rasa'il al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali (Vol. 1, hlm. 78–289). Dar al-Fikr.

Downloads

Published

15-09-2026

How to Cite

Komarudin, A. N., Kurniasih, S. D., Yunus, B. M., & Suhendi, E. (2026). Karakteristik Pendidik Al-Qur’an Dalam Perspektif Qs. Al-Baqarah Ayat 129: Analisis Tafsir Tarbawy. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 6924–6936. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11970