Peran Keaktifan Mahasiswa Terhadap Peningkatan Kompetensi Diri Pada Himpunan Mahasiswa KIP UNITA (HMKU)
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11842Keywords:
Keaktifan mahasiswa, kompetensi diri, organisasi kemahasiswaan, HMKUAbstract
Keaktifan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan kompetensi diri, terutama dalam aspek kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab. Namun, tidak seluruh mahasiswa menunjukkan tingkat partisipasi yang optimal dalam organisasi, sehingga peluang untuk mengembangkan kompetensi diri belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keaktifan mahasiswa terhadap peningkatan kompetensi diri pada Himpunan Mahasiswa KIP Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (HMKU). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di HMKU. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa keaktifan mahasiswa dalam organisasi berperan positif terhadap peningkatan kompetensi diri, yang ditandai dengan berkembangnya pengetahuan, keterampilan, sikap, kemampuan sosial, serta pengendalian diri mahasiswa melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat keaktifan mahasiswa dalam organisasi, semakin besar peluang mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi diri yang bermanfaat bagi keberhasilan akademik, kesiapan memasuki dunia kerja, serta kehidupan bermasyarakat. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi HMKU dan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli dalam meningkatkan kualitas pembinaan organisasi kemahasiswaan sebagai sarana pengembangan kompetensi mahasiswa.
References
Agus, M. W. (2013). Statistika Terapan: Konsep dan Aplikasi dalam Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Astuti, J. S. (2021). Mahasiswa dan gaya kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa.Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi, 12(2), 138–161.
Azwar, S. (2013). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. New Jersey: Prentice Hall.
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. New York: Longmans Green.
Cartledge, G., & Milburn, J. F. (1995). Teaching Social Skills to Children and Youth. Boston: Allyn and Bacon.
Daft, R. L. (2021). Organization Theory and Design. Boston: Cengage Learning.
Damanik, R. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa. Serunai: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(1), 29–34.
Davenport, T. H., & Prusak, L. (1998). Working Knowledge: How Organizations Manage What They Know. Boston: Harvard Business School Press.
Davis, K. (2003). Human Behavior at Work: Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill.
Dunette, M. D. (1976). Handbook of Industrial and Organizational Psychology. Chicago: Rand McNally.
Furchan, A. (2009). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ginting, A. (2003). Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Humaniora.
Goleman, D. (2006). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.
Gross, J. J. (1998). The Emerging Field of Emotion Regulation: An Integrative Review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.
Gunarsa, S. D. (2011). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Gunung Mulia.
Hartaji, D. A. (2012). Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa yang Berkuliah dengan Jurusan Pilihan Orangtua. Depok: Universitas Gunadarma.
Hasibuan, M. S. P. (2011). Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Hurlock, E. B. (2003). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Idrus, M. (2009). Kompetensi Interpersonal Mahasiswa. Unisia, 32(72).
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning. Boston: Allyn and Bacon.
Kamil, M. (2010). Model Pendidikan dan Pelatihan (Konsep dan Aplikasi). Bandung: Alfabeta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008). Jakarta: Balai Pustaka.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.
McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton: Van Nostrand.
Moerheriono. (2010). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Nastiti, D. (2013). Peran organisasi mahasiswa dalam pembentukan sikap demokratis. Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(1), 64–76.
Newcomb, T. M. (1954). Social Psychology. New York: Dryden Press.
Nonaka, I., & Takeuchi, H. (1995). The Knowledge-Creating Company. New York: Oxford University Press.
Parsons, T. (1951). The Social System. New York: Free Press.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
Prakoso, R. A. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Mahasiswa Berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Psikologi (Sebuah Studi Deskriptif). Universitas Widya Dharma.
Riggio, R. E. (1986). Assessment of Basic Social Skills. Journal of Personality and Social Psychology.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior. Boston: Pearson Education.
Rooijakkers, A. (2005). Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Gramedia.
Sardiman, A. M. (2001). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sholikhah, A. (2018). Pengaruh keaktifan mahasiswa dalam organisasi terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Unesa Angkatan 2015. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 6(2).
Siagian, S. P. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Siswoyo, D. (2007). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Soemanto, W. (2003). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Spencer, L. M., & Spencer, S. M. (1993). Competence at Work: Models for Superior Performance. New York: John Wiley & Sons.
Sriyono. (1992). Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudarman, P. (2004). Belajar Efektif di Perguruan Tinggi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutarto. (2006). Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Takwin, B. (2008). Menjadi Mahasiswa. Jakarta: Universitas Indonesia.
Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High Self-Control Predicts Good Adjustment, Less Pathology, Better Grades, and Interpersonal Success. Journal of Personality, 72(2), 271–324.
Thoha, M. (2014). Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Walgito, B. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.
Wicaksono, A. (2022). Metodologi Penelitian Pendidikan: Pengantar Ringkas. Yogyakarta: Garudhawaca.
Yolanda, S., Sari, S. M., & Ismail, I. (2024). Peran organisasi mahasiswa dalam membangun karakter kepemimpinan dan peningkatan soft skill. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 361–373.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













