Rancangan Model Manajemen Strategis Wakaf Produktif di Pesantren Al-Qur'an Daarus Shofwah
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11829Keywords:
Wakaf Produktif, Manajemen Strategis, Pesantren, Nazhir, Studi KasusAbstract
Wakaf produktif merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang berpotensi menopang kemandirian finansial pesantren, namun optimalisasinya masih terkendala minimnya kapasitas manajerial dan bisnis nazhir. Artikel ini bertujuan merancang model manajemen strategis pengembangan wakaf produktif bagi Pesantren Al-Qur'an Daarus Shofwah dengan merujuk pada dua praktik terbaik, yaitu Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) dan Pondok Pesantren Darunnajah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang memadukan kajian pustaka, wawancara mendalam dengan pimpinan dan pengelola unit usaha, serta analisis SWOT berbasis triangulasi data lapangan. Hasil kajian menunjukkan Daarus Shofwah masih bergantung pada syahriah santri untuk 99% kebutuhan operasional, dengan defisit struktural sekitar Rp50 juta per bulan pascapandemi. Pesantren ini memiliki lahan wakaf bersertifikat seluas 4.000 m² dari total 11.000 m² lahan yayasan serta unit usaha rintisan (kantin, koperasi, laundry, kolam renang) yang seluruh hasilnya kembali untuk operasional pondok. Keberhasilan wakaf produktif pada kedua lembaga benchmark ditentukan oleh empat pilar: legalitas dan profesionalisme nazhir, diversifikasi portofolio aset, reinvestasi surplus untuk misi pendidikan, serta akuntabilitas tata kelola. Berdasarkan sintesis tersebut, model yang diusulkan mencakup empat tahap: percepatan legalitas nazhir, konversi lahan idle dan unit usaha rintisan menjadi badan usaha semi-korporat, pengembangan wakaf uang digital dan aset bergerak, serta penguatan tata kelola bertahap sesuai skala kelembagaan. Model ini menawarkan kerangka adaptasi wakaf produktif yang proporsional bagi pesantren skala kecil-menengah, melengkapi literatur yang selama ini didominasi kajian lembaga wakaf berskala besar.
References
Abu Zahrah, M. (1971). Muhadarat fi al-waqf. Dar al-Fikr al-'Arabi.
Adisti, A. (2021). Preferensi publik terhadap wakaf uang di Sumatera Barat. Al-Muzara'ah, 9(1), 85–98. https://doi.org/10.29244/jam.9.1.85-98
David, F. R. (2011). Strategic management: Concepts and cases (13th ed.). Pearson Education.
Fattach, A., & Maskun, M. (2022). Konsepsi strategis pengembangan wakaf produktif melalui investasi berbasis syariah. Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA), 3(2), 51–65. https://doi.org/10.15642/mzw.2022.3.2.51-65
Ibn Qudamah, M. (t.t.). Al-Mughni (Jilid 5–6). Dar al-Fikr.
Kahf, M. (2006). Al-Waqf al-Islami: Tathawwuruhu, idaratuhu, tanmiyyatuhu [Wakaf Islam: Perkembangan, pengelolaan, dan pengembangannya]. Dar al-Fikr.
Manaf, S. (2026). Waqf management from the perspective of K.H. Abdul Manaf Mukhayyar for Islamic education development at Darunnajah Jakarta. JOIES: Journal of Islamic Education Studies, 11(1), 171–188. https://doi.org/10.15642/joies.2026.11.1.171-188
Manaf, S., & Mufid, A. (2026). Digital transformation of Islamic education in Pondok Pesantren Darunnajah: Integration of Islamic values and technology literacy in facing the Society 5.0 era. Qoumun: Journal of Social and Humanities, 2(1), 1–10.
Manaf, S., Samiyono, S., Suryono, F., & Abdullah, A. F. (2025). Manajemen wakaf produktif untuk kemandirian lembaga pendidikan Islam: Studi kasus di Pesantren Darunnajah. JoEMS: Journal of Education and Management Studies, 8(6), 260–271.
Media Indonesia. (2024, 31 Januari). Rumah sakit JIH berencana tambah dua cabang 5 tahun ke depan. https://mediaindonesia.com/humaniora/648101/rumah-sakit-jih-berencana-tambah-dua-cabang-5-tahun-ke-depan
Mohsin, M. I. A. (2013). Financing through cash-waqf: A revitalization to finance different needs. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 6(4), 304–321. https://doi.org/10.1108/IMEFM-08-2013-0094
Mu'is, A., & Hamida, B. N. (2020). Penerapan wakaf uang secara profesional menurut hukum Islam. Qawānīn: Journal of Economic Syaria Law, 4(1), 121–137. https://doi.org/10.30762/q.v4i1.2058
Muthoifin, & Firdaus, I. (2020). Management of productive waqf for empowerment of the ummah. Profetika: Jurnal Studi Islam, 21(2), 253–259. https://doi.org/10.23917/profetika.v21i2.13085
Permana, D. G., Ibdalsyah, & Armen, R. E. (2023). Analisis strategi pengembangan wakaf produktif di Pesantren Al-Ma'tuq Sukabumi. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 5(3), 1334–1350. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v5i3.1668
Prasetyo, M. A. M. (2022). Manajemen strategi pengembangan pesantren pasca Covid-19 di Aceh. Al-Fahim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 115–131. https://doi.org/10.54396/alfahim.v4i2.318
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.
Republik Indonesia. (2006). Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.
Rochman, I. (2019). Analisis SWOT dalam lembaga pendidikan (Studi kasus di SMP Islam Yogyakarta). Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 3(1), 36–52.
Rozalinda. (2015). Manajemen wakaf produktif. RajaGrafindo Persada.
Siddiq, A. (2018). Problems of implementation of productive waqf in pesantren. Proceeding of the 2nd International Conference on Empowering Moslem Society in Digital Era, 246–253.
Winarsih, R., Masrifah, A. R., & Umam, K. (2019). The integration of Islamic commercial and social economy through productive waqf to promote pesantren welfare. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 5(2), 321–340. https://doi.org/10.21098/jimf.v5i2.1065
Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia. (2025). Usaha. https://ybw.or.id/kegiatan/usaha/
Zuhayli, W. (1985). Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu [Fikih Islam dan dalil-dalilnya] (Jilid 8). Dar al-Fikr.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













