Merawat Toleransi Melalui Komunikasi Budaya: Studi tentang Negosiasi Identitas pada Masyarakat Desa Balun Lamongan

Authors

  • Anggun Laily Hikmatur Roudloh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Muhammad Aufarul Mawahib Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Refalina Widiyastary Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Kukuh Sinduwiatmo Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11767

Keywords:

toleransi, komunikasi budaya, negosiasi identitas, Desa Balun, masyarakat multikultural

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi identitas dalam merawat toleransi melalui komunikasi budaya antarumat beragama di Desa Balun, Kabupaten Lamongan. Desa Balun dikenal sebagai wilayah multikultural yang masyarakatnya terdiri dari pemeluk agama Islam, Kristen, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Teori Negosiasi Identitas dari Stella Ting-Toomey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi di Desa Balun terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pengakuan dan penghormatan identitas, komunikasi budaya dalam menegosiasikan perbedaan, serta pembentukan identitas kolektif sebagai warga desa. Pengakuan dan penghormatan identitas terlihat dari sikap saling menghargai dalam pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan tanpa adanya diskriminasi sosial. Komunikasi budaya berlangsung secara terbuka melalui interaksi sehari-hari, musyawarah, dialog, serta peran tokoh masyarakat sebagai mediator dalam menjaga keharmonisan sosial. Selain itu, identitas kolektif sebagai warga Desa Balun terbentuk melalui kegiatan budaya dan sosial seperti gotong royong, Bersih Desa, dan kegiatan kebersamaan lainnya yang melibatkan seluruh warga tanpa memandang perbedaan agama. Berdasarkan teori yang digunakan, ditemukan bahwa proses negosiasi identitas yang meliputi pengakuan, penghormatan, penerimaan, serta komunikasi yang sadar (mindful communication) menjadi faktor penting dalam membangun toleransi antarumat beragama. Kesimpulannya, toleransi di Desa Balun tidak hanya bersifat normatif, tetapi telah menjadi budaya sosial yang mengakar melalui komunikasi budaya dan interaksi sosial yang berkelanjutan.

References

Ahyar, M. (2022). Toleransi umat beragama di Desa Balun sebagai “Desa Pancasila”, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. [Rujukan mengenai Desa Balun sebagai Desa Pancasila; mohon dicek kembali detail sumber aslinya sesuai literatur yang digunakan penulis].

Ayuna, N. E. (2023). Peran komunikasi dalam proses akulturasi sistem sosial lokal. Technomedia Journal, 8(1), 35–51.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan (A. L. Lazuardi, Terj.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Karya asli terbit 2013).

Fahrunnisa, H. (2018). Hubungan empati dan dukungan sosial teman sebaya dengan komunikasi interpersonal pada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binjai (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Hamzah, F., Tahir, S., & Miyodu, W. (2025). Pentingnya toleransi dan empati dalam pendidikan anak usia dini inklusif. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 296–301.

Hazani, D. C. (2020). Komunikasi interaksi sosial antar remaja dalam meningkatkan ukhuwah Islamiyah di Desa Saba Lombok Tengah. Edisi, 2(1), 1–24.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Teori Komunikasi (Theories of Human Communication) (Edisi 9). Jakarta: Salemba Humanika.

Mulyana, D. (2018). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. L. Z., Daulay, N. S., Balqis, N., Syahputri, N. K., & Hafi, B. (2026). Peran keluarga dalam pendidikan informal remaja untuk menanamkan nilai toleransi di masyarakat plural. SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 4(2), 128–142.

Pudyastuti, E. (2024). Menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman suku, agama, ras dan golongan bagi generasi muda. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Digital (JUPED), 1–5.

Ria, L. (2023). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku prososial terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) dimediasi oleh empati: Studi pada SD inklusif (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Komunikasi Lintas Budaya (Edisi 7) (M. Sidabalok, Terj.). Jakarta: Salemba Humanika.

Saudale, J., Lattu, I. Y., & Ludji, I. (2025). Toleransi antaragama dalam perspektif civil sphere: Membangun keberagaman harmonis di Kota Kupang. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 7(1), 81–92.

Sutanto, V. (2024). Membangun solidaritas melalui komunikasi interpersonal: Studi interaksi simbolik di komunitas Gang Milan yang multikultural. BroadComm, 6(2), 43–53.

Syadza, A., & Syam, N. K. (2025, August). Peran komunikasi sosial pada warga RW 001/RT 031 Desa Cibogo Kecamatan Cibogo dalam menciptakan kerukunan antar warga. Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication, 5(2), 619–626.

Ting-Toomey, S. (1993). Communicative resourcefulness: An identity negotiation theory. Dalam R. L. Wiseman & J. Koester (Eds.), Intercultural Communication Competence (hlm. 72–111). Newbury Park, CA: Sage Publications.

Ting-Toomey, S., & Chung, L. C. (2012). Understanding Intercultural Communication (2nd ed.). New York: Oxford University Press.

Tumangka, S., Pido, N. W. T., Dadu, S. U., Lasaka, Z., Kasmir, M., Alfajri, M., ... & Nue, P. (2025). The role of sociology of religion in maintaining social harmony in the modern era: A case study of the multicultural community of Dudewulo Village: Peran sosiologi agama dalam menjaga harmoni sosial di era modern: Studi kasus komunitas multikultural Desa Dudewulo. Huyula: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Zalukhu, A. (2025). Strategi integratif teologi sosial, perdamaian, dan kearifan lokal dalam membangun harmoni sosial di Indonesia. CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 4(2), 175–193

Downloads

Published

15-07-2026

How to Cite

Roudloh, A. L. H., Mawahib, M. A., Widiyastary, R., & Sinduwiatmo, K. (2026). Merawat Toleransi Melalui Komunikasi Budaya: Studi tentang Negosiasi Identitas pada Masyarakat Desa Balun Lamongan . Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 954–961. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11767