Hubungan Antara Kondisi Fisik Dengan Motivasi Berprestasi Atlet Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Kediri

Authors

  • Karisma Yogi Nofiana Universitas PGRI Kediri, Indonesia
  • Reo Prasetiya Herpandika Universitas PGRI Kediri, Indonesia
  • Nur Ahmad Muharram Universitas PGRI Kediri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11636

Keywords:

Kondisi Fisik, Motivasi Berprestasi, Pencak Silat, PSHT, Regresi Linear Berganda

Abstract

Kondisi fisik merupakan fondasi fundamental dalam pencapaian prestasi olahraga, termasuk pencak silat, namun hubungannya dengan motivasi berprestasi atlet belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simultan dan parsial antara komponen kondisi fisik—daya tahan kardiorespirasi (VO2Max), kekuatan otot lengan (push up), kelincahan (shuttle run), kecepatan (lari 30 meter), dan daya ledak tungkai (vertical jump)—dengan motivasi berprestasi atlet Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis regresi linear berganda. Sampel berjumlah 40 atlet yang dipilih secara purposif. Data kondisi fisik dikumpulkan melalui tes terstandar (Bleep Test, push up 1 menit, shuttle run 8x5 meter, sprint 30 meter, dan vertical jump), sedangkan motivasi berprestasi diukur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,545, berarti kondisi fisik secara bersama-sama berkontribusi sebesar 54,5% terhadap motivasi berprestasi atlet. Uji F menunjukkan pengaruh simultan yang sangat signifikan (p = 0,001). Secara parsial, kekuatan otot lengan menjadi prediktor paling dominan (r = 0,485; p = 0,02), diikuti oleh kecepatan lari 30 meter (r = -0,442; p = 0,004) dan daya tahan VO2Max (r = 0,379; p = 0,016), sementara kelincahan tidak menunjukkan pengaruh parsial yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebugaran fisik yang optimal berperan sebagai fondasi mekanis sekaligus psikologis dalam mendorong motivasi kompetitif atlet. Pelatih disarankan mengintegrasikan pemantauan kondisi fisik berkala dengan pendekatan latihan mental guna memaksimalkan motivasi berprestasi.

References

Reference

Andrianto, & Hariono, A. (2024). Physical condition profile of pencak silat athletes on coaching talented athletes in Yogyakarta Special Region. International Journal of Physical Education, Sports and Health, 11(3), 254–258. https://doi.org/10.22271/kheljournal.2024.v11.i3d.3350

Artanayasa, I. W. (2023). Analisis kekuatan otot lengan dan hubungannya terhadap kemampuan pukulan atlet pencak silat. Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha, 11(1), 45–52.

Ayusman, A., Donie, D., Suwirman, S., & Haryanto, J. (2023). Tinjauan tingkat kondisi fisik atlet pencak silat. Jurnal Gladiator, 3(4), 207–222. https://doi.org/10.24036/gltdor13011

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.

Bompa, T., & Buzzichelli, C. (2018). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Human Kinetics.

Budiwanto, S. (2012). Metodologi latihan olahraga. Universitas Negeri Malang Press.

Efendi, R., & Jatmiko, T. (2021). Profil kondisi fisik siswa ekstrakurikuler pencak silat pondok pesantren Busthanol Hikmah pada masa pandemi Covid-19. Pendidikan Kepelatihan Olahraga, 5(1), 147–154.

Fikry, A., & Wahyudi, U. (2024). Hubungan kondisi fisik dengan hasil prestasi kelas tanding atlet pencak silat. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 3(3), 338–350. https://doi.org/10.58192/sidu.v3i3.2550

Gustama, F., et al. (2021). Komponen fisik, teknik, taktik, dan mental dalam pencapaian prestasi atlet. Jurnal Keolahragaan, 9(2), 115–124.

Ihsan, N., Suwirman, S., & Sepriadi, S. (2018). Hubungan status gizi dan motivasi berprestasi dengan tingkat kondisi fisik siswa PPLP cabang pencak silat Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 14(1), 1–10.

Kuswanto, C. W. (2016). Penyusunan tes fisik atlet pencak silat dewasa kategori tanding. Jurnal Keolahragaan, 4(2), 145. https://doi.org/10.21831/jk.v4i2.6423

McClelland, D. C. (1988). Human motivation. Cambridge University Press.

Mulyana, R., & Rahayu, S. (2015). Motivasi berprestasi dan peran psikologis dalam olahraga. Jurnal Psikologi Olahraga, 3(1), 22–31.

Nurhidayah, D., & Graha, A. S. (2019). Profil kondisi fisik atlet unit kegiatan mahasiswa pencak silat Universitas Negeri Yogyakarta kategori tanding. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 15(2), 72–80.

Rusiawati, E., & Wijana, I. N. (2021). Pentingnya pengukuran kondisi fisik dalam pembinaan atlet berprestasi. Jurnal PENJAKORA, 8(2), 101–109.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suwirman, S., Ihsan, N., & Sepriadi, S. (2018). Hubungan status gizi dan motivasi berprestasi dengan tingkat kondisi fisik siswa PPLP cabang pencak silat Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Jasmani, 1(1), 88–96.

Trivena, T., Akbar, A., Sahabuddin, R., Burhanuddin, B., & Natsir, U. D. (2023). Pengaruh motivasi berprestasi dan kompetensi terhadap prestasi atlet pencak silat di Kantor KONI Sulawesi Selatan. Jurnal Olahraga Prestasi, 19(1), 34–42.

Umam, N., Soeharto, N. I., & Dewayani, T. N. E. (2020). Hubungan antara motivasi berprestasi dengan disiplin latihan pada remaja yang mengikuti pencak silat di Perisai Diri Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Milleneal 5.0 Fakultas Psikologi UMBY, 241–247.

Weinberg, R. S., & Gould, D. (2019). Foundations of sport and exercise psychology (7th ed.). Human Kinetics.

Woolfolk, A. (2009). Educational psychology. Pearson.

Downloads

Published

16-07-2026

How to Cite

Nofiana , K. Y., Herpandika , R. P., & Muharram, N. A. (2026). Hubungan Antara Kondisi Fisik Dengan Motivasi Berprestasi Atlet Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Kediri . Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 994–1001. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11636