Pengaruh Inklusi Keuangan Digital, Stabilitas Pekerja, dan Dukungan Sosial terhadap Ketahanan Keuangan Pekerja melalui Manajemen Risiko Keuangan sebagai Variabel Mediasi
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11519Keywords:
inklusi keuangan digital, stabilitas pekerjaan, dukungan sosial, kemampuan manajemen risiko keuangan, ketahanan keuangan, pekerja informalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan digital, stabilitas pekerjaan, dan dukungan sosial terhadap ketahanan keuangan pekerja informal, dengan manajemen risiko keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert kepada 45 pekerja informal yang memenuhi kriteria purposive sampling, yaitu aktif bekerja di sektor informal, menjadikan pekerjaan informal sebagai sumber pendapatan utama, menggunakan layanan keuangan digital, dan bersedia menjadi responden. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan keuangan serta manajemen risiko keuangan. Dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen risiko keuangan, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan keuangan. Inklusi keuangan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan keuangan maupun manajemen risiko keuangan. Selain itu, manajemen risiko keuangan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan keuangan, namun tidak mampu memediasi hubungan antara inklusi keuangan digital, stabilitas pekerjaan, dan dukungan sosial terhadap ketahanan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketahanan keuangan pekerja informal lebih banyak ditentukan oleh kepastian pekerjaan dan kemampuan individu dalam mengelola risiko keuangan dibandingkan sekadar akses terhadap layanan keuangan digital. Dengan demikian, peningkatan ketahanan keuangan pekerja informal memerlukan strategi yang tidak hanya memperluas akses digital, tetapi juga memperkuat stabilitas pendapatan, literasi pengelolaan risiko, serta jejaring sosial yang produktif. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja informal perlu diarahkan pada penguatan stabilitas pendapatan, edukasi pengelolaan risiko keuangan, serta dukungan sosial yang lebih produktif dan berkelanjutan.
References
Andrianingsih, V., & Laras, D. N. (2022). Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Ibu Rumah Tangga. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 8(1), 121–127. https://doi.org/10.32528/jmbi.v8i1.7812
Anindyntha, P., & Sulistyono, K. (2022). Kontribusi Inklusi Keuangan Terhadap Stabilitas Keuangan Melalui Peningkatan Akses Layanan Keuangan Formal. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan (JRAK), 10(1).
Batuwael, M. A., Soraya, B., Rasyid, M. N., & Pandin, M. Y. R. (2024). Pengaruh NPM, ROA, ROE Terhadap Ketahanan Keuangan Dalam Masa Krisis Ekonomi Pada PT. Garuda Indonesia. BISEI: Jurnal Bisnis Dan Ekonomi Islam, 9(2), 91–100. https://doi.org/10.33752/bisei.v9i2.6584
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, Social Support, and The Buffering Hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310
Financial Management of Catastrophe Risks. (2021). OECD. https://doi.org/10.1787/92106475-en
Fitradinata, K., Anes, M. R., Syah, M. I., Fadhli, M., & Nugraha, R. F. (2025). Konsep Dasar Manajemen Keuangan. Journal of Business Inflation Management and Accounting, 2(1), 49–56. https://doi.org/10.57235/bima.v2i1.4540
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, Marko. (2022). A Primer En Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). SAGE Publications, Inc.
Hidayatullah. S, S., Husni, M., & Andreawan, A. (2026). Determinan Resiliensi Keuangan pada UMKM di Indonesia: Peran Manajemen Modal Kerja, Perencanaan Keuangan, dan Alat Keuangan Digital. HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 4(3), 1348–1362. https://doi.org/10.54373/hijm.v4i3.5497
Indrarini, R., & Samsuri, A. (2022). Model Ketahanan Keuangan Syariah. IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, 9(1), 14-26.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and Evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5
Naufal, A., Nur, H., & Martiana, R. U. (2025). Analisis Resiliensi Finansial: Peran Modal Sosial, Sumber Daya Ekonomi, Dan Perilaku Keuangan Dalam Menghadapi Kerentanan. Jurnal Lentera Bisnis, 14(1), 285–294. https://doi.org/10.34127/jrlab.v14i1.1346
OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy. (2020). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/145f5607-en
Rahmahtika, R., Husni, T., & Adrianto, F. (2025). Pengaruh Digital Literasi dan Financial Technology terhadap Inklusi Keuangan Digital pada UKM Food and Beverage di Kota Padang. Journal of Accounting and Finance Management, 6(2), 774–783. https://doi.org/10.38035/jafm.v6i2.1970
Shafira, F., Septiani, F., & Dasman, S. (2025). Pentingnya Manajemen Keuangan bagi Perusahaan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 4376–4382. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.25062
Wati, T., Anjani, H., Rukmiati, L., Sinaga, L., & Minallah, N. (2022). Manajemen Keuangan Dalam Perusahaan. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 5(1), 50–55. https://doi.org/10.37673/jmb.v5i1.1620
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













