Tradisi Adat Jawa Tujuh Bulanan (Tingkeban) Dalam Perspektif Kewahyuan (Studi Sosiologis Kultural Komunitas Suku Jawa Di Desa Sidomulyo, Kabupaten Batubara)

Authors

  • Sugeng Wanto Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Ahmad Perdana Indra Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Hermansyah Hermansyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11443

Keywords:

Tingkeban, Perspektif Kewahyuan, Sosiologi Kultural

Abstract

Upacara Tingkeban, atau yang sering dikenal sebagai mitoni, merupakan tradisi daur hidup masyarakat Jawa dalam memperingati usia kehamilan tujuh bulan untuk anak pertama. Artikel ini menganalisis eksistensi, rekonstruksi simbolis, dan dialektika teologis tradisi Tingkeban pada komunitas Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara. Melalui pendekatan sosiologis-kultural dan metode analisis hukum Islam ('Urf), studi ini mengkaji bagaimana identitas kultural diaspora Jawa berinteraksi dengan normativitas ajaran Islam yang menjadi keyakinan mayoritas penduduk. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Tingkeban di Desa Sidomulyo merepresentasikan asimilasi kultural yang diwariskan oleh para penyebar Islam terdahulu, khususnya Sunan Kalijaga, melalui modifikasi rapalan doa (ngujutne). Dalam perspektif hukum Islam, tradisi ini diklasifikasikan sebagai 'Urf Shahih (adat yang valid) sepanjang praktik simbolisnya dimurnikan dari aspek determinisme magis (tathayyur dan takhayyul) serta disesuaikan dengan aturan penutupan aurat pada prosesi siraman. Integrasi nilai-nilai keislaman berupa sedekah, doa keselamatan, dan penumbuhan rasa syukur menjadi pilar penting yang menjaga keberlanjutan tradisi ini di tengah arus modernisasi.

References

Ahmad Ahda Sabila, N. : 18103060038. (2022). TRADISI MITONI DI KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN: STUDI PERBANDINGAN PENDAPAT TOKOH NAHDLATUL ULAMA DAN TOKOH PERSATUAN ISLAM [Skripsi, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/54754/

Ardianti, Y., Mahmudah, H., & Hidayatullah, S. (2024). KAJIAN TENTANG ‘URF PADA TRADISI SALEMBADI DESA TALAPITI KECAMATAN AMBALAWI. 2.

Ashari, A. P. (2023). SEMIOTIC INTERPRETATION OF TINGKEBAN ON JAVANESE PRENATAL (PRE-BIRTH) CEREMONY IN PEMATANGSIANTAR [Undergraduate, Universitas Negeri Medan]. https://doi.org/10/2193510009_BAB_II.pdf

Baroroh, N., & Sabila, A. A. (t.t.). Cultural-Religious Harmony in the Mitoni Tradition Perspectives from Nahdlatul Ulama Figures in Bangil, Pasuruan. Diambil 14 Juni 2026, dari https://www.semanticscholar.org/paper/Cultural-Religious-Harmony-in-the-Mitoni-Tradition-Baroroh-Sabila/df162a83392ef214909e02d0dd850dbc1c52f280

Cholistarisa, D., Utami, T., Tsani, N., Q.A., L. R., & Darmadi, D. (2022). TRADISI TINGKEBAN (SYUKURAN TUJUH BULANAN IBU HAMIL) PADA MASYARAKAT JAWA KHUSUSNYA BERADA DI DESA BAJULAN, KECAMATAN SARADAN, KABUPATEN MADIUN. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 5(2), 190–195. https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i2.10222

Kurniawan, P. (2021). INTERAKSI SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN HUKUM ISLAM PADA MASYARAKAT JAWA DAN BATAK DI PADANGSIDIMPUAN. 7.

Makki, H. A., & Fadilah, M. (t.t.). TRADISI TINGKEBAN PADA UPACARA KE TUJUH DARI UMUR KANDUNGAN TERHADAP HUKUM ISLAM.

Rholand Muary. (2021). The Sociological Meaning of Pregnancy and Baby Birth Ceremonies in Javanese People in Buntu Pane Village Asahan. Lakhomi Journal Scientific Journal of Culture, 2(4), 162–170. https://doi.org/10.33258/lakhomi.v2i4.535

Safitri, D. (2023). Tradisi pembacaan surah pilihan dalam ritual tingkeban (studi living Qur’an di Desa Lubuk Jawi, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir) [Undergraduate, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan]. https://etd.uinsyahada.ac.id/9611/

Sindunata, S. (2005). Tata Upacara Tingkeban. Phdi.or.Id. http://phdi.or.id/artikel/tata-upacara-tingkeban

Sufathudin, S. (2020). HUKUM TINGKEBAN PADA ADAT JAWA MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DESA SUKA DAMAI KECAMATAN SEI BAMBAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI ). Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Kemasyarakatan, 10(1), 19–26. https://doi.org/10.30743/taushiah.v10i1.2697

Zulkifli, Z., Yenni, Dila Yulinda Sari, Angeline Rachel, & Elland Sasihade. (2023). Pregnancy Tradition Ceremony in Javanese Society. Indonesian Journal of Medical Anthropology, 4(1), 19–23. https://doi.org/10.32734/ijma.v4i1.11594

Downloads

Published

01-07-2026

How to Cite

Wanto, S., Indra, A. P., & Hermansyah, H. (2026). Tradisi Adat Jawa Tujuh Bulanan (Tingkeban) Dalam Perspektif Kewahyuan (Studi Sosiologis Kultural Komunitas Suku Jawa Di Desa Sidomulyo, Kabupaten Batubara). Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 1–7. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11443