Evaluasi dan Redesain Stasiun Kerja Pekerja Perkantoran Menggunakan Metode ROSA

Authors

  • Pruestine Azzah Trisnawan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Haidar Natsir Amrullah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Naufa Aulia Rahma Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11185

Keywords:

Ergonomi, Gangguan Muskuloskeletal, GOTRAK, ROSA, Redesain Stasiun Kerja

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (musculoskeletal disorders) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering terjadi pada pekerja perkantoran akibat postur kerja yang tidak ergonomis, posisi duduk statis dalam waktu lama, serta penggunaan perangkat komputer secara berulang. Berdasarkan studi pendahuluan menggunakan kuesioner Gangguan Otot Rangka (GOTRAK) pada 21 pekerja di perusahaan penyedia jasa kelistrikan di Malang, Divisi Administrasi Umum dan Keuangan menunjukkan tingkat keluhan muskuloskeletal tertinggi dibandingkan divisi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi pada furnitur dan stasiun kerja perkantoran menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), memberikan rekomendasi perancangan ulang furnitur dan stasiun kerja yang ergonomis melalui simulasi desain, serta menilai perubahan tingkat risiko ergonomi setelah dilakukannya perancangan ulang. Metode GOTRAK digunakan sebagai studi pendahuluan untuk mengidentifikasi tingkat risiko musculoskeletal disorder, sedangkan metode ROSA digunakan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi stasiun kerja berdasarkan komponen kursi, monitor, telepon, mouse, dan keyboard. Hasil penilaian ROSA menunjukkan bahwa stasiun kerja pekerja memiliki tingkat risiko ergonomi yang memerlukan tindakan perbaikan segera dengan skor sebesar 8 dan 6. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dilakukan simulasi redesain furnitur dan stasiun kerja menggunakan prinsip ergonomi dan data antropometri pekerja menggunakan perangkat lunak CATIA. Hasil simulasi menunjukkan adanya penurunan skor ROSA menjadi 3, yang mengindikasikan berkurangnya tingkat risiko ergonomi pada stasiun kerja. Penerapan stasiun kerja yang ergonomis diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan kerja, mengurangi potensi keluhan muskuloskeletal, serta mendukung produktivitas dan kesehatan pekerja perkantoran dalam jangka waktu yang panjang.

References

[1] F. Putri, K. Abdullah, C. Waritshu, A. Swandari, and N. F. Romadhona, Buku Ajar: Risiko Ergonomi Pada Sektor Perkantoran. 2022.

[2] Diana, M. Andriani, and Dewiyana, ‘Analisis Postur Kerja Pada Karyawan Dengan Metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA) Guna Memperbaiki Fasilitas Kerja Dengan Pendekatan Antropometri’, JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING (JIME), vol. 8, no. 1, pp. 87–97, May 2024, doi: 10.31289/jime.v8i1.10925.

[3] M. Sonne, D. L. Villalta, and D. M. Andrews, ‘Development and evaluation of an office ergonomic risk checklist: ROSA - Rapid office strain assessment’, Appl. Ergon., vol. 43, no. 1, pp. 98–108, 2012, doi: 10.1016/j.apergo.2011.03.008.

[4] F. C. de Barros, C. S. Moriguchi, T. C. Chaves, D. M. Andrews, M. Sonne, and T. de Oliveira Sato, ‘Usefulness of the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) tool in detecting differences before and after an ergonomics intervention’, BMC Musculoskelet. Disord., vol. 23, no. 1, Dec. 2022, doi: 10.1186/s12891-022-05490-8.

[5] J. Widhia Putra, R. Aulia Imran, and S. Waluyo, ‘Pengujian Ergonomi Berdasarkan SNI 9011:2021 dan ROSA Serta Evaluasi Lingkungan Kerja Perkantoran Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 48 Tahun 2016 di Fakultas Teknik Unsoed’, SURYA TEKNIKA, vol. 11, no. 1, pp. 1–2, Jun. 2024, doi: https://doi.org/10.37859/jst.v11i1.5442.

[6] BSN, SNI 9011:2021 Ergonomi. 2021.

[7] M. Matos, P. M., and M. Arezes, ‘Ergonomic Evaluation of Office Workplaces with Rapid Office Strain Assessment (ROSA)’, in Procedia Manufacturing, Elsevier B.V., 2015, pp. 4689–4694. doi: 10.1016/j.promfg.2015.07.562.

[8] S. Chaiklieng and M. Krusun, ‘Health Risk Assessment and Incidence of Shoulder Pain Among Office Workers’, in Procedia Manufacturing, Elsevier B.V., 2015, pp. 4941–4947. doi: 10.1016/j.promfg.2015.07.636.

[9] Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, ‘Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja’, 2018

[10] S. Pratama, F. Saputra, A. Pratama, and W. Christy, ‘Perancangan Meja dan Kursi pada Stasiun Penjilidan di Percetakan Mulya Jaya dengan Pendekatan Antropometri’, Jurnal Keuangan dan Bisnis, vol. 4, no. 1, pp. 26–32, Jul. 2020.

[11] E. Lusi, S. Hilma, R. Zadry, and B. Yuliandra, PENGANTAR ERGONOMI INDUSTRI.

[12] International Organization for Standardization, ‘ISO 9241-5: Ergonomics of Human-System Interaction-Part 5: Workstation Layput and Postural Requirements’, Switzerland, 2024.

[13] E. Nurmianto, Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya, 2nd ed., vol. 1. Surabaya: Guna Widya, 2005.

[14] S. A. Abdulkadir, S. M. Dodo, and L. T. Vandi, ‘DESIGN OF AN ERGONOMIC CHAIR WITH HEADREST AND ARMREST USING ANTHROPOMETRIC DATA’, Nigeria Journal of Engineering Science and Technology Research, vol. 4, no. 2, pp. 36–42, 2018.

[15] J. W. Putra, ‘Rancangan Usulan Stasiun Kerja untuk Mengatasi Gejala Musculoskeletal Disorders di PT. X’, Jurnal Titra, vol. 9, no. 1, pp. 129–136, Jan. 2021.

Downloads

Published

20-08-2026

How to Cite

Trisnawan, P. A., Amrullah, H. N., & Rahma, N. A. (2026). Evaluasi dan Redesain Stasiun Kerja Pekerja Perkantoran Menggunakan Metode ROSA. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 4181–4189. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11185