Critical Race Theory dalam Tinjauan Historis dan Relevansinya Terhadap Sistem Hukum Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11148Keywords:
Critical Race Theory, Filsafat Hukum, Sistem Hukum Indonesia, Ketimpangan Struktural, Keadilan SubstantifAbstract
Artikel ini mengkaji sejarah perkembangan Critical Race Theory (CRT) beserta landasan filosofisnya, dan menganalisis relevansinya terhadap sistem hukum Indonesia dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kontekstual dan historis. Kajian ini membedah CRT melalui tiga aspek utama yakni secara ontologis, ras dipandang sebagai konstruksi sosial; secara epistemologis, pengalaman kelompok marjinal menjadi sumber pengetahuan; dan secara aksiologis, CRT bertujuan mengubah struktur demi mewujudkan keadilan substantif. CRT awalnya lahir sebagai kritik atas sistem hukum liberal di Amerika Serikat. Walaupun konsep rasialnya berbeda, teori ini sangat relevan diterapkan di Indonesia untuk mengungkap ketimpangan struktural yang tersembunyi di balik kebijakan formal. Relevansi ini dibuktikan melalui sejarah diskriminasi institusional etnis Tionghoa era Orde Baru, marginalisasi masyarakat adat, serta warisan hierarki hukum kolonial Hindia Belanda. Meskipun persamaan di hadapan hukum telah dijamin kuat oleh Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28I ayat (2) UUD 1945, aturan formal tersebut belum otomatis menghasilkan keadilan secara nyata. Oleh karena itu, pendekatan CRT diperlukan sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi hambatan struktural demi membangun sistem hukum yang responsif, inklusif, dan adil.
References
Adhistianty, Q. S., Rahmawati, R., & Pratama, M. A. (2025). Kritik Rasisme dalam Studi Hukum Kritis. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 3(1), 2.
Aryani, M. K. (2022). Inpres No.14 Tahun 1967: Bentuk Diskriminasi Pemerintah Orde Baru Terhadap Etnis Tionghoa. JEJAK: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 2(2), 91.
Collins, S. L., Smith, T. C., Hack, G., & Moorhouse, M. D. (2023) Exploring Public Health Education’s Integration of Critical Race Theories: A Scoping Review. Frontiers in Public Health, 11, 3-4.
Delgado, R., & Stefancic, J. (2023). Critical Race Theory: An Introduction (4th Edition). New York University Press.
Elviandri, Amin, M., Amellia, D. S., Safutra, R. I., & Wibowo, A. (2025). The Dialectic Of Positivism And Substantive Justice: The Pancasila Rule Of Law Paradigm. Judge: Jurnal Hukum, 6(4), 1011.
Elviandri, Darmawan, A., Ridwan, A., Rifandi, A., & Hui, R. T. (2025). Validity Of The Divine Value In The Phrase "In The Name Of Justice Based On The One Supreme Divine Being": (The Dialectic Of Hans Kelsen's Pure Theory Of Law And The Transcendental Paradigm Of Law). Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 24(2), 8487.
Elviandri, Dimyati, K., & Absori. (2019). Quo Vadis Negara Kesejahteraan: Meneguhkan Ideologi Welfare State Negara Hukum Kesejahteraan Indonesia. Mimbar Hukum, 31(2), 253.
Farkhani, Elviandri, Nugroho, S. S., & Pudjiono, M. J. (2018). Filsafat hukum: Merangkai Paradigma Berfikir Hukum Post Modernism. Solo: Kafilah Publishing.
Hanna, A., Denton, E., Smart, A., & Smith-Loud, J. (2020). Towards a Critical Race Methodology in Algorithmic Fairness. Proceedings of the 2020 Conference on Fairness, Accountability, and Transparency, 509.
Hidayat, M., Putra, M., Saputro, M. R., & Husna, R. N. (2023). Analisis Prasangka dan Diskriminasi Pasa Etnis Tionghoa di Indonesia. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(2), 230-231.
Lutfiyah, K. (2021). Equality before the Law Principle and the Legal Aid for the Poor: An Indonesian Insight. GARUDA: The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education, 3(4), 517–536.
Martínez, G. (2020). Law, Race, and The Epistemology of Ignorance. UC Law Journal of Race and Economic Justice, 17(2), 507–554.
Munip, A. (2024). Ilmu Dalam Tinjauan Filsafat: Ontologi, Epistemologi, Dan Aksiologi. Al-Aulia: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 10 (1), 51-52.
Muthmainnah, N. (22 November 2023). “Teori Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi terhadap Kebijakan Publik di Indonesia”. Kompasiana.
Pratama, D. A., Wulandari, L., & Ramadhan, R. (2023). Ras, Kekuasaan, Dan Struktur Sosial Dalam Perspektif Teori Kritis. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 27(2), 150–162.
Rifa'i, S. D., Siregar, M. A. H., Utami, I. P., Mujahid, A., & Fakhis, A. Z. P. (2025). Deconstructing Colonial Law Through Critical Race Theory In Indonesian Regulations. Jurnal Pelita Raya, 1(1), 46–60.
Rofingi, R., Rozah, U., & Asga, A. R. (2022). Problems of Law Enforcement in Realizing The Principle of Equality Before The Law in Indonesia. Law Reform, 18(2), 222-237.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













