Pelaksanaan Preservasi Ac - Wc Pada Ruas Jalan Letjen. Harun Sohar (Palembang) – Bts. Kota Palembang / Bts. Kab. Banyuasin – Tj. Api – Api

Authors

  • Cantika Permata Suri Universitas Bina Darma
  • Farlin Rosyad Universitas Bina Darma

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.11059

Keywords:

AC-WC, Cold Miling Machine, Asphalt Finisher

Abstract

Pekerjaan preservasi jalan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi pelayanan jalan agar tetap memenuhi standar kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Salah satu metode preservasi yang umum digunakan adalah pelapisan ulang menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis permukaan perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pekerjaan preservasi lapis AC-WC pada proyek pemeliharaan jalan serta mengidentifikasi peralatan utama yang digunakan dalam setiap tahapan pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui kegiatan magang lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara dengan pelaksana proyek, serta studi dokumen teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Tahapan pekerjaan yang diamati meliputi pengupasan lapisan perkerasan lama menggunakan Cold Milling Machine (CMM), pembersihan permukaan, penyemprotan tack coat, penghamparan campuran AC-WC menggunakan Asphalt Finisher, serta proses pemadatan menggunakan Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller (PTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan preservasi AC-WC telah dilakukan sesuai tahapan teknis yang berlaku dengan dukungan alat berat yang bekerja secara terintegrasi. Cold Milling Machine berperan dalam menghasilkan permukaan perkerasan yang siap dilapisi kembali, Asphalt Finisher menghasilkan hamparan yang seragam, sedangkan Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller berfungsi mencapai tingkat kepadatan yang disyaratkan. Selain itu, pengendalian suhu campuran aspal, jumlah lintasan pemadatan, dan koordinasi antaralat menjadi faktor penting dalam menjaga mutu hasil pekerjaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan preservasi AC-WC mampu meningkatkan kualitas permukaan jalan dan mendukung tercapainya umur layanan perkerasan yang lebih optimal apabila dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan prosedur kerja yang ditetapkan.

References

Clarkson, H. O., & Hicks, R. G. (1993). Perencanaan dan pemeliharaan jalan raya. Erlangga.

Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. (2002). Pedoman perencanaan tebal perkerasan lentur (Pd T-01-2002-B). Badan Penelitian dan Pengembangan Pemukiman dan Prasarana Wilayah.

Departemen Pekerjaan Umum. (2014). Spesifikasi umum Bina Marga 2018 (Revisi 3). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Ketut Sujana, I. (2024). Analisis dampak pembangunan infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi regional [Laporan Profesi, Universitas Udayana].

Marlina, I., Karami, M., & Zakaria, A. (2024). Analisis karakteristik campuran beraspal terhadap nilai stabilitas pada perkerasan lentur di Provinsi Lampung. REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung, 28(1).

Mukti, S. (2024). Metode pelaksanaan pekerjaan pengaspalan asphalt concrete wearing course (AC-WC) pada pekerjaan preservasi jalan Ipuh – Kerkap [Tesis S2, Universitas Andalas].

Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan jalan. (2004). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 9. Sekretariat Negara.

Putusan Mahkamah Agung Nomor 112 K/Pdt/1996. (1998, September 17).

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 88 K/TUN/1993. (1994, September 7).

Rahmat, H., Saleh, A., & Anggraini, M. (n.d.). Kajian pengaruh sebaran tack coat terhadap kekuatan geser pada lapisan perkerasan jalan. Siklus: Jurnal Teknik Sipil,Universitas Lancang Kuning

Standar Nasional Indonesia. (2016). SNI 1971:2016 tentang Metode pengujian kadar air agregat. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia. (2014). SNI 2053:2014 tentang Metode pengujian bentuk pipih dan lonjong agregat. Badan Standardisasi Nasional.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukirman, S. (2016). Perkerasan lentur jalan raya. Nova.

Sukmadinata, N. S. (2017). Metode penelitian pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96. Sekretariat Negara.

Vegy, G., & Pindan, Y. (2025). Studi faktor faktor keterlambatan proyek konstruksi jalan (Preservasi jalan dan jembatan Bts. Kab. Enrekang-Makale-Rantepao-Bts Kota Palopo) [Laporan Diploma, Politeknik Negeri Ujung Pandang].

Downloads

Published

29-06-2026

How to Cite

Suri, C. P., & Rosyad, F. (2026). Pelaksanaan Preservasi Ac - Wc Pada Ruas Jalan Letjen. Harun Sohar (Palembang) – Bts. Kota Palembang / Bts. Kab. Banyuasin – Tj. Api – Api. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 3286–3292. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.11059