Pelaksanaan Pekerjaan Beton Fs 45 Pada Proyek Preservasi Jalan Ruas Letjen Harun Sohar (Plg) / Bts. Kab. Banyuasin – Tj. Api-Api

Authors

  • Agustriananda Agustriananda Universitas Bina Darma
  • Farlin Rosyad Universitas Bina Darma

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.11058

Keywords:

Sawah Rakyat, Beton

Abstract

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan luas areal tanam dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan persawahan. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang meliputi aspek klimatologi, kualitas udara, kualitas air, karakteristik tanah, hidrologi, vegetasi, dan fauna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan serta mengevaluasi tingkat kelayakan lokasi rencana kegiatan Cetak Sawah Rakyat di Kecamatan Belitang II, Madang Suku I, dan Madang Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan evaluasi lingkungan terpadu. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, pengambilan sampel lingkungan, studi literatur, analisis laboratorium, serta pengolahan data spasial menggunakan teknik overlay. Parameter yang dianalisis meliputi kondisi iklim, kualitas udara ambien, kualitas air permukaan, karakteristik fisik dan kimia tanah, kondisi hidrologi, serta keberadaan vegetasi dan fauna pada wilayah studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki kondisi topografi relatif datar, ketersediaan sumber daya air yang cukup, serta karakteristik lingkungan yang secara umum mendukung pengembangan lahan sawah. Kualitas udara dan kualitas air masih berada dalam batas baku mutu yang berlaku, sedangkan kondisi tanah menunjukkan tingkat keasaman yang memerlukan pengelolaan dan perbaikan tertentu untuk meningkatkan produktivitas lahan. Keberadaan vegetasi dan fauna lokal menunjukkan bahwa kawasan masih memiliki fungsi ekologis yang perlu dipertahankan melalui penerapan pengelolaan lingkungan yang tepat. Analisis spasial menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi rencana pengembangan memiliki tingkat kesesuaian yang baik untuk kegiatan budidaya padi. Dengan demikian, lokasi penelitian dinilai layak untuk mendukung program Cetak Sawah Rakyat dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan dan mitigasi terhadap faktor pembatas yang ditemukan guna menjamin keberlanjutan pengembangan lahan pertanian.

References

Ahmad, I. A., Taufieq, N. A. S., & Aras, A. H. (2009). Analisis Pengaruh Temperatur terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Teknik Sipil ITB, 16(2).

Anditia, Jeri, Junus Mara, and Lintje Tammu Tangdialla. (2022). "Analisis Peralatan Beton Ready Mix Pada Pekerjaan Pengecoran Balok Dan Lantai Proyek Gedung Education Center FISIP UNHAS." Paulus Civil Engineering Journal, 4(2).

Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000: Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2003). Pd T-14-2003: Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1743:2008: Tata Cara Pengujian Pemadatan Tanah dengan Modified Proctor. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 7619:2012: Metode Uji Penentuan Persentase Bidang Pecah pada Agregat Kasar. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 7656:2012: Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat, dan Beton Massa. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2004). Pd T-05-2004-B: Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen. Jakarta: Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2020). Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Hardiyatmo, H. C. (2019). Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah Edisi Ke-3. Yogyakarta: UGM Press.

Novarini, Evita. (2021). Perencanaan Geometrik Dan Tebal Perkerasan Kaku Pada Ruas Jalan Batas Kota Kayu Agung – Simpang Penyandingan Sta 102+650 – Sta 109+750 Provinsi Sumatera Selatan.

Prasetyo, B. H., & Suharta, N. (2018). Karakteristik, Kesuburan, dan Pengelolaan Tanah Podsolik Merah Kekuningan untuk Pengembangan Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Tanah dan Iklim, 42(1), 33-45.

Rostiyanti, Susy Fatena. (2002). Alat berat untuk proyek konstruksi. Jakarta: Rineka Cipta (atau penerbit terkait).

Simbolon, Juwita Milka. (2021). Analisis Produktivitas Dan Biaya Penggunaan Alat Berat Pada Pelaksanaan Pekerjaan Lapisan Perkerasan Lentur (Studi Kasus: Proyek Peningkatan Struktur Jalan Sirombu-Afulu). Diss. Universitas Medan Area.

Sulaeman, Y., Maswar, M., & Ritung, S. (2020). Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Tanaman Pangan Utama di Lahan Basah. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14(2), 75-86.

Waney, E. V., Manoppo, F. J., dan Walangitan, D. R. O. (2023). "Analisis Penggunaan Alat Berat pada Pekerjaan Konstruksi Jalan". Jurnal Sipil Statik, 11(1).

Downloads

Published

29-06-2026

How to Cite

Agustriananda, A., & Rosyad, F. (2026). Pelaksanaan Pekerjaan Beton Fs 45 Pada Proyek Preservasi Jalan Ruas Letjen Harun Sohar (Plg) / Bts. Kab. Banyuasin – Tj. Api-Api. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 3279–3285. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.11058