Analisis Kebijakan Moneter Non-Suku Bunga: Mengapa Bank Indonesia Menghindari Kenaikan BI-Rate di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah

Authors

  • Aura Ashfia Al Kautsar UIN K.H. Abdurrahman Wahid
  • Tri Febriyani UIN K.H. ABDURRHAMAN WAHID
  • Wahyu Setiawan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Rinda Asytuti UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10840

Keywords:

Kombinasi Kebijakan, Kebijakan Moneter, SRBI, Nilai Tukar, Stabilitas Keuangan

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas kebijakan moneter non-suku bunga sebagai strategi stabilisasi alternatif di tengah guncangan eksternal yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada tahun 2026. Berbeda dengan kerangka kerja konvensional yang berpusat pada suku bunga, penelitian ini menyoroti pergeseran strategis Bank Indonesia dalam mempertahankan suku bunga kebijakannya sambil mengoptimalkan instrumen pro-pasar, termasuk Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI), intervensi valuta asing, dan Transaksi Mata Uang Lokal (LCT). Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif berdasarkan analisis dokumen kebijakan dan indikator makroekonomi, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bauran kebijakan ini tidak hanya meredam tekanan depresiasi nilai tukar dan menjaga inflasi tetap dalam target, tetapi juga mempertahankan intermediasi perbankan dengan risiko kredit yang terkendali. Secara teoritis, penelitian ini menantang dominasi kebijakan moneter berbasis suku bunga dan menggarisbawahi relevansi kerangka kerja bauran kebijakan dalam merespons guncangan eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan memberikan wawasan empiris mengenai instrumen moneter alternatif di negara-negara berkembang.

References

Andrianto, R. (2026, April 22). Lengkap! Keputusan BI tahan lagi suku bunga acuan 4,75% di April 2026. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/market/20260422162213-17-728983/lengkap-keputusan-bi-tahan-lagi-suku-bunga-acuan-475-di-april-2025

Astuti, S. P., Harini, D., & Riono, S. B. (2022). Pengaruh Tingkat Suku Bunga Dan Jangka Waktu Terhadap Kredit Macet (Studi Kasus Pada Koperasi Syariah Masyarakat Kertasinduyasa, Jatibarang, Brebes). Jurnal Akuntansi Dan Bisnis, 2(2), 1-7. Retrieved From Https://Doi.Org/10.51903/Jiab.V2i2.157

Bank Indonesia. (2025a). Tinjauan kebijakan moneter Februari 2025. https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/TKM-Februari-2025.aspx

Bank Indonesia. (2025b). Buku Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025: Sinergi memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/pidato-dewan-gubernur/Documents/Buku_PTBI_2025.pdf

Bank Indonesia. (2026). Kajian stabilitas keuangan (KSK) No. 46: Makroprudensial aman, perbankan tahan. Bank Indonesia.

Celesta, F., & Ariesa, Y. (2022). Faktor Bi Rate, Inflasi Dan Kurs Rupiah Terhadap Pembiayaan Kredit Umkm. Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Prima, 3(2), 144-157. Retrieved from https://doi.org/10.34012/jebim.v3i2.2232

Judijanto, L., Syaiful, M., & Lubis, M. M. (2024). Pengaruh Kebijakan Moneter dan Stabilitas Nilai Tukar terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Sanskara Ekonomi dan Kewirausahaan, 3(01), 7–15. https://doi.org/10.58812/sek.v3i01.461

Khaerunnisa. (2026, Maret 22). BI tetapkan SVBI-SUVBI sebagai underlying transaksi repo valas. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/5500118/bi-tetapkan-svbi-suvbi-sebagai-underlying-transaksi-repo-valas

Kusumawardani, A. (2023). Analisis pengaruh dana pihak ketiga (DPK), tingkat suku bunga, dan non performing loan (NPL) terhadap penyaluran kredit perbankan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 12(2), 115-129.

Laili, S. N. (2025). Peran SBSN dalam Kebijakan Moneter Syariah: Studi atas Operasi Pasar Terbuka oleh Bank Indonesia. JSE: Jurnal Sharia Economica, 4(02), 201–209. https://doi.org/10.46773/jse.v4i2.225

Luru, D. J., & Afif, A. S. (2024). Pengaruh Kredit Bermasalah, Permodalan dan Suku Bunga Kredit Terhadap Penyaluran Kredit Perbankan. Journal of Advances in Digital Business and Entrepreneurship, 3(01), 14-25. Retrieved From https://intropublicia.org/index.php/jadbe/article/view/122

Musytari. (2025). Efektivitas instrumen makroprudensial GWM dan LTV terhadap risiko kredit pada bank swasta nasional. Jurnal Riset Keuangan Perbankan, 14(1), 33-47.

Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Laporan perkembangan kebijakan makroprudensial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. OJK Press.

Salim, D., Stefvy, S., Afriani, D., & Salsabila, A. S. (2026). Pengaruh Inflasi Dan Bi Rate Terhadap Jumlah Kredit Perbankan Di Indonesia Periode Tahun 2020-2023. Jurnal Lentera Bisnis, 15(1), 1162-1179. Retrieved From Https://Padangjurnal.Web.Id/Index.Php/Menulis/Article/View/258/251

Saputra, J., & Ht.Suhut, M. (2025). Factors affecting Rupiah exchange rate on US Dollar. Journal of Sustainable Economics, 3(1), 45-58. https://talenta.usu.ac.id/jse/article/view/21055

Sari, L., et al. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kredit pada perbankan LQ45 di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer, 4(2), 88-102.

Taufiq, M., Pramana, M., & Lipursari, A. (2024). Pengaruh Kurs, Deposito dan BI Rate terhadap Kredit (Studi Empiris Pada Bank Umum Di Indonesia). Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 13(02), 1114–1126. Retrieved from https://doi.org/10.14710/jiab.2024.48143

Zainuri, et al. (2021). Interaksi kebijakan moneter dan makroprudensial: Tantangan pengendalian inflasi dan stabilitas sistem keuangan pasca-pandemi. Jurnal Ekonomi Makro Indonesia, 6(3), 201-218.

Downloads

Published

27-06-2026

How to Cite

Kautsar, A. A. A., Febriyani, T., Setiawan, W., & Asytuti, R. (2026). Analisis Kebijakan Moneter Non-Suku Bunga: Mengapa Bank Indonesia Menghindari Kenaikan BI-Rate di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 3123–3129. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10840