Evaluasi Kebutuhan Fasilitas Halte dan Penentuan Titik Henti Penumpang di Kota Lubuk Linggau

Authors

  • Baskoro Adhi Kusuma Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Riska Dina Meranda Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Yayu Orpayani Grestia Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • R. Caesario Boing Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10686

Keywords:

Bus Stop, Public Transportation, Passenger Boarding Point, Urban Transport, Lubuk Linggau

Abstract

Halte angkutan umum merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung kualitas pelayanan transportasi perkotaan. Keberadaan halte yang sesuai standar teknis dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas penumpang serta mendukung ketertiban lalu lintas. Kota Lubuk Linggau saat ini memiliki beberapa fasilitas halte angkutan perkotaan, namun sebagian besar belum memenuhi standar teknis dan belum berada pada lokasi yang sesuai dengan pola pergerakan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas halte eksisting, mengidentifikasi kebutuhan halte, menentukan lokasi ideal titik henti penumpang, serta memberikan usulan desain halte yang sesuai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa survei inventarisasi halte dan survei dinamis (on bus survey), serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Teknis Perekayasaan Tempat Pemberhentian Kendaraan Penumpang Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar halte belum memiliki fasilitas utama sesuai standar, seperti papan informasi trayek, rambu petunjuk, lampu penerangan, dan tempat sampah. Berdasarkan analisis distribusi frekuensi menggunakan persentil 85 diperoleh jumlah minimum penumpang sebesar 8 penumpang sebagai dasar kebutuhan halte. Terdapat tiga segmen jalan yang membutuhkan pembangunan halte baru. Berdasarkan analisis tata guna lahan dan standar jarak antar halte, diperlukan penambahan 7 halte dan 37 titik pemberhentian penumpang. Desain halte yang direkomendasikan memiliki dimensi 4 m × 2 m × 2,5 m dan dilengkapi fasilitas sesuai standar teknis.

References

271/HK.105/DRJD/96, Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : n.d. “Pedoman Teknis.”

Agita, Dika Septavian, and Mudjiastuti Handajani. 2018. “ANALISIS HALTE BUS TRANS SEMARANG ( Studi Kasus Koridor I ).”

BPS Kota Lubuk Linggau. 2025. “Lubuk Linggau Dalam Angka.”

Daud, Jeluddin. 2005. “Studi Efektifitas Penggunaan Halte Di Kota Medan (Studi Kasus : Koridor-Koridor Utama Kota Medan) Jeluddin” 4 (52).

Ekasari, Astri Mutia. 2014. “Evaluasi Rute Dan Halte Bus” 15 (1): 42–49.

Habibi, Naufal, Program Studi, Perencanaan Wilayah, Dan Kota, Departemen Teknik, Arsitektur Dan, Fakultas Teknik, And Universitas Gadjah Mada. 2023. “Di Kota Yogyakarta Dan Kabupaten Sleman ( Kasus : Rusunawa Jogoyudan Dan Rusunawa Jongke ) Tugas Akhir Program Studi S1 Perencanaan Wilayah Dan Kota Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Perencanaan Wilayah Dan Kota EFEKTIVITAS RUMAH SUSU.”

Jaya, Gde Ngurah Purnama. 2022. “Analisis Fungsi Halte Dalam Sistem Transportasi Perkotaan Kota Bogor (Gde Ngurah Purnama Jaya) Analisis Fungsi Halte Dalam Sistem Transportasi Perkotaan Kota Bogor.” Jurnal Teknik 23 (1): 1–12.

Jayusman, I., & Agus Kurniawan Shavab, O. (2020). Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Aktivitas Belajar Mahasiswa Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Edmodo Dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Artefak, 7(1). https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/artefak

Lingkungan, D I, and Kelurahan Gilingan. 2019. “Evaluasi Kondisi Jaringan Dan Perkerasan Jalan Di Lingkungan Kelurahan Gilingan Surakarta” 24 (1).

Murniati, Sutan Parasian Silitonga, and Dayanna Rossa Darlin. 2017. “Analisis Interaksi Tata Guna Lahan Terhadap Ketersediaan Parkir Dan Skenario Pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) (Studi Kasus Pasar Besar Kota Palangka Raya).” Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis Dan Terapan Bidang Keteknikan 1 (1): 33–40. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JT/article/view/1371.

PM 10 TAHUN2012. 2009. “Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan.”

PM 15 TAHUN. 2019. “Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.”

PP No 79 Tahun 2013. 2013. “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2013 Tentang Jaringan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.” Pemerintah Republik Indonesia, 1–97.

Rusmandani, Pipit, Riandy Sholeh Setiawan, and Yan El Rizal Unzilatirrizqi D. 2020. “Evaluasi Fasilitas Halte Dan Penentuan Kebutuhan Halte Di Kota Tegal.” Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) 7 (1): 40–58. https://doi.org/10.46447/ktj.v7i1.74.

UU No 22 TAHUN. 2009. “Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.” https://doi.org/10.1038/132817a0.

Downloads

Published

26-06-2026

How to Cite

Kusuma, B. A., Meranda, R. D., Grestia, Y. O., & Boing, R. C. (2026). Evaluasi Kebutuhan Fasilitas Halte dan Penentuan Titik Henti Penumpang di Kota Lubuk Linggau . Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 2951–2960. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10686