Peningkatan Fasilitas Stasiun Kayutanam Pasca Perubahan Rute KA Lembah Anai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

Authors

  • Afni Nindya Almira Politeknk Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • R. Caesario Boing RR Politeknk Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Dewa Putu Agus Widnyana Politeknk Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Ziqri Sulaiman Politeknk Transportasi Darat Indonesia-STTD

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10606

Keywords:

Stasiun Kayutanam, Kereta Api Perkotaan, Fasilitas Pelayanan, Analytical Hierarchy Process, Matriks Interaksi Modal

Abstract

Stasiun Kayutanam memiliki peran penting dalam jaringan transportasi kereta api di Sumatera Barat, khususnya sebagai stasiun terminal bagi layanan KA Lembah Anai. Peran strategi ini ditunjukkan dengan adanya tren kenaikan jumlah penumpang KA Lembah Anai yang melakukan aktivitas naik dan turun di Stasiun Kayutanam. Peningkatan volume pengguna jasa ini menuntut kesiapan sarana dan prasarana stasiun yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan tersebut. Namun, serta ketersediaan kualitas fasilitas pelayanan yang ada dinilai belum sepenuhnya optimal, sehingga berpotensi menghambat kenyamanan dan kepuasan penumpang jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, diperlukan langkah evaluasi strategi untuk menentukan intervensi perbaikan infrastruktur yang paling mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja fasilitas di Stasiun Kayutanam dan menentukan prioritas peningkatan fasilitas yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah penumpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) guna mereduksi kompleksitas pengambilan keputusan multikriteria melalui pembobotan hierarkis yang terukur. Serta metode Modal Interaction Matrix (MIM), untuk membandingkan kualitas alur pergerakan pada kondisi eksisting dan usulan melalui komponen Sum of Negative Value (SONV) sebagai indikator hambatan fisik di lapangan. Melihat hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan prioritas bagi pihak pengelola dalam mengalokasikan sumber daya perbaikan fasilitas secara tepat sasaran, demi mendukung penumpang serta mewujudkan pelayanan transportasi publik yang handal, aman, dan nyaman.

References

Alesandro, R. R., Prasetyo, H., & Montanasyah, M. P. (N.D.). Peningkatan Aksesibilitas Menuju Stasiun Untuk Menunjang Transportasi Berkelanjutan Di Stasiun Poris Kota Tangerang Pendahuluan Metode Hasil Dan Pembahasan. Xx(X), 1–10. Https://Doi.Org/10.55511/Jpsttd.Vxxix.Xx

Cervero, R. (1998). The Transit Metropolis: A Global Inquiry. Washington, DC: Island Press.

Cheng, Y. H., & Chen, S. Y. (2015). Perceived Accessibility, Mobility, And Connectivity Of Public Transportation Systems. Transportation Research Part A: Policy And Practice, 77, 386–403.

Di, K., & Sanggau, K. (2024). Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Menentukan Prioritas Peningkatan Jalan. 1–7.

Eboli, L., & Mazzulla, G. (2007). Service Quality Attributes Affecting Customer Satisfaction For Bus Transit. Journal Of Public Transportation, 10(3), 21–34.

Erinanda, S. P., Koerniawan, G., & Prasetya, R. L. (2024). Stasiun Bekasi Timur: Study On The Development Of Inter-Facility Connections At East Bekasi Station.

Fatah, A. (2020). Terminal XYZ Dengan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process).

Givoni, M., & Banister, D. (2010). Integrated Transport: From Policy To Practice. London: Routledge.

Imrie, R., & Hall, P. (2001). Inclusive Design: Designing And Developing Accessible Environments. London: Spon Press.

Ishizaka, A., & Labib, A. (2011). Review Of The Main Developments In The Analytic Hierarchy Process. Expert Systems With Applications, 38(11), 14336–14345.

Kasus, S., Tarif, A., & Trayek, U. (2024). Perkotaan Di Kabupaten Purwakarta.

Litman, T. (2023). Evaluating Public Transportation Benefits And Costs: Best Practices Guidebook. Victoria: Victoria Transport Policy Institute.

Meutia, W., Yuliana, E., Teknik, S., & Universitas, S. (2020). Analisa Kinerja Fasilitas Pelayanan Stasiun Manggarai Terhadap Kepuasan Penumpang. 5(2), 99–104.

Mouwen, A. (2015). Drivers Of Customer Satisfaction With Public Transport Services. Transportation Research Part A: Policy And Practice, 78, 1–20.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Api.

Rodrigue, J. P. (2020). The Geography Of Transport Systems (5th Ed.). New York: Routledge.

Saaty, T. L. (2008). Decision Making With The Analytic Hierarchy Process. International Journal Of Services Sciences, 1(1), 83–98.

Setiawan, A. (2018). Analisis Faktor Penunjang Pengoptimalan. 7(2), 90–96.

Siti, D., At, H., Hardiansyah, I., & Prasatya, R. L. (2023). Serdang Bedagai Strategy To Improve Accessibility Of Perbaungan Station In Serdang Bedagai Regency. 1–13.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian.

Vuchic, V. R. (2005). Urban Transit: Operations, Planning, And Economics. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Downloads

Published

22-06-2026

How to Cite

Almira, A. N., RR, R. C. B., Widnyana, D. P. A., & Sulaiman, Z. (2026). Peningkatan Fasilitas Stasiun Kayutanam Pasca Perubahan Rute KA Lembah Anai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) . Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 2721–2733. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10606