Analisis Komparatif Karakteristik Politik-Militer dan Pola Keruntuhan Tiga Kerajaan Besar Islam

Authors

  • Sirojul Fuadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Maksum Langkat
  • Nurul Happy Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia
  • Lidya Stefani Br Sitepu Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia
  • Devi Ramadhani Br Purba Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia
  • Gita Siti Soleha Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia
  • Alfany Dwi Lestar Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia
  • Nurnabila Azmi Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.10355

Keywords:

Turki Usmani, Dinasti Safawi, Dinasti Mughal, Karakteristik Militer, Pola Keruntuhan

Abstract

Tiga Kerajaan Besar Islam, yang terdiri dari Kesultanan Turki Usmani, Dinasti Safawi Persia, dan Dinasti Mughal India, merupakan pilar utama penyangga peradaban Islam pada periode pertengahan hingga awal modernitas. Meskipun lahir dalam kurun waktu yang berdekatan, ketiganya mengadopsi struktur institusi, strategi militer, dan orientasi teologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif mengenai karakteristik politik-militer serta membedah benang merah dari pola keruntuhan yang dialami oleh ketiga imperium tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah (historis-komparatif) yang meliputi empat tahapan sistematis, yaitu heuristik, verifikasi atau kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan politik-militer ketiga kerajaan ditopang oleh korps militer elite yang adaptif terhadap teknologi senjata api, seperti pasukan Janissary di Usmani, Ghulam di Safawi, dan sistem Mansabdari di Mughal. Namun, pola keruntuhan ketiganya memperlihatkan kemiripan struktural yang laten. Faktor internal berupa pembusukan birokrasi, konflik suksesi yang berkepanjangan, dan pembalikan kebijakan toleransi memicu runtuhnya kohesi sosial-politik dari dalam. Kerentanan internal ini diperparah oleh faktor eksternal berupa penetrasi kolonialisme Barat dan ketidakmampuan militer tradisional mereka dalam mengimbangi laju modernisasi industri global. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa kejatuhan sebuah peradaban besar tidak bersifat tunggal, melainkan akibat dari kegagalan adaptasi struktural terhadap dinamisnya konstelasi geopolitik zaman

References

Anwar, M. F., & Basuki, R. (2023). Dinamika politik Pakistan Timur dan lahirnya Bangladesh: Perspektif sejarah Islam kontemporer. Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam, 3(1), 45–62.

Firmansyah, D., & Iswanto, B. (2022). Warisan arsitektur Islam Mughal: Dari Taj Mahal hingga masjid-masjid bersejarah di anak benua India. Jurnal Kebudayaan Islam, 20(2), 115–134.

Firmansyah, I. R., & Nurul, H. (2022). Dinasti Mughal India: Kejayaan, kemunduran, dan warisan peradaban Islam di Asia Selatan. Jurnal Islam Nusantara, 6(1), 55–74.

Hasanuddin, A., & Sari, N. P. (2022). Tiga kerajaan besar Islam dan kontribusinya terhadap peradaban dunia. Jurnal Pendidikan Sejarah, 11(1), 1–18.

Hidayat, R., & Pratama, A. W. (2023). Sistem hukum dan pemerintahan Kesultanan Turki Usmani pada masa Suleiman Al-Qanuni. Jurnal Ilmu Hukum dan Peradaban Islam, 5(2), 78–96.

Maarif, S., & Kurniawan, D. (2021). Kolonialisme Barat dan keruntuhan kerajaan-kerajaan Islam: Kajian historis-komparatif. Jurnal Studi Islam dan Masyarakat, 8(2), 203–224.

Nugroho, H., & Fahmi, A. (2021). Shah Abbas I dan reformasi militer Dinasti Safawi: Antara modernisasi dan identitas Islam Syiah. Jurnal Historia Islamica, 9(1), 30–52.

Rachman, A., & Zulkifli, Z. (2022). Dinasti Safawi dan pembentukan identitas Syiah di Persia: Tinjauan historis-teologis. Jurnal Ushuluddin, 30(1), 1–22.

Wahyudi, A., & Santoso, B. (2020). Wilayat al-Faqih Khomeini dan akar tradisinya dalam teologi politik Safawi. Jurnal Pemikiran Islam, 45(2), 159–178.

Wulandari, S., & Hakim, L. (2021). Kesultanan Usmani dan proses sekularisasi Turki: Dari Tanzimat hingga Ataturk. Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 9(2), 88–110.

Abdurrahman, D. (2019). Sejarah peradaban Islam: Dari masa klasik hingga modern. Yogyakarta: Ombak.

Esposito, J. L. (2018). Islam: The straight path (5th ed.). New York: Oxford University Press.

Hitti, P. K. (2014). History of the Arabs (10th ed.). London: Palgrave Macmillan.

Lapidus, I. M. (2014). A history of Islamic societies (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Lewis, B. (2017). The emergence of modern Turkey (3rd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Mansurnoor, I. (2018). Sejarah peradaban Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, H. (2019). Islam ditinjau dari berbagai aspeknya (Jilid 1). Jakarta: UI Press.

Yatim, B. (2020). Sejarah peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.

Downloads

Published

15-07-2026

How to Cite

Fuadi, S., Happy, N., Sitepu, L. S. B., Purba, D. R. B., Soleha, G. S., Lestar, A. D., & Azmi, N. (2026). Analisis Komparatif Karakteristik Politik-Militer dan Pola Keruntuhan Tiga Kerajaan Besar Islam. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 867–873. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.10355