Poligami Sebagai Instrumen Sosial: Telaah Terhadap Tafsir Tekstual Dan Kontekstual

Authors

  • Farit Afrizal Universitas PTIQ Jakarta
  • Birrul Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10251

Keywords:

Poligami, Tafsir, Hermeneutika Kontekstual, Keadilan Gender

Abstract

Poligami merupakan salah satu isu yang terus memunculkan perdebatan dalam studi Islam kontemporer, terutama terkait relasinya dengan keadilan gender, perubahan sosial, dan otoritas penafsiran teks keagamaan. Kajian ini bertujuan menganalisis bagaimana poligami dipahami dalam dua arus besar pemikiran Islam, yaitu pendekatan tekstualis-tradisional dan kontekstualis-progresif, dengan menempatkan poligami sebagai instrumen sosial yang lahir dalam konteks historis tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis karya-karya tafsir klasik dan kontemporer. Analisis dilakukan melalui pendekatan Critical Discourse Analysis Teun A. van Dijk yang dipadukan dengan hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed untuk menelaah hubungan antara teks, konteks, dan konstruksi makna yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai poligami berakar pada perbedaan asumsi epistemologis dalam membaca Al-Qur’an. Para mufasir tekstualis cenderung memahami poligami sebagai ketentuan normatif yang tetap relevan sepanjang masa, sedangkan para pemikir kontekstualis memandangnya sebagai respons hukum terhadap kondisi sosial masyarakat Arab awal, khususnya perlindungan terhadap perempuan dan anak yatim. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa poligami dalam Al-Qur’an lebih tepat dipahami sebagai regulasi transisional yang bertujuan mengendalikan praktik yang telah mengakar, bukan sebagai ideal perkawinan yang bersifat universal. Dalam perspektif ini, monogami dipandang lebih dekat dengan prinsip keadilan substantif yang menjadi tujuan utama institusi keluarga dalam Islam.

References

Abduh, M. (1947). Tafsir al-Manar (2nd ed., Vol. 1). Dar al-Manar.

Adawiyah, R. (2026). Polygamy In The Context Of Multidisciplinary Studies: An Analysis Of Amina Waduds Feminist Theory. International Journal of Advanced Research, 14(03), 942–946. https://doi.org/10.21474/IJAR01/23020

Ahmadi, R., Hefni, W., & Mutrofin, M. (2019). Indonesian Global Ikhwan’s Reception And Expression Toward Sunnah Polygamy In Online Media. Ulul Albab: Jurnal Studi Islam, 20(1), 70–94. https://doi.org/10.18860/ua.v20i1.5660

al-Bukhari, M. ibn I. (1993). Shahih al-Bukhari (5th ed., Vol. 2). Dar Ibn Katsir.

al-Harari, M. A. bin A. al-Arumi al-Alawi. (2001). Tafsir Hadaiq al-Rauh wa al-Raihan (1st ed.). Dar Thuq an-Najah.

al-Maraghi, A. M. (1946). Tafsir al-Maraghi (Vol. 4). Mushtafa al-Babi al-Halabi.

al-Muntasib, A. al-M. A. al-Salam. (1973). Ittijâhât al-Tafsîr fi al-Asr al-Hadîts (Beirut: Dar al-Fikr, 1973). Dar al-Fikr.

al-Naisaiburi, a-H. (n.d.). Al-Mustadrak ala Shahihain (Vol. 2). Dar al-Kutub al-’Arabi.

al-Qurthubi, M. bin A. (1964). Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an (2nd ed., Vol. 6). Dar al-Kutub al-Mishriyyah.

al-Quzwaini, M. bin Y. (n.d.). Sunan ibn Majah (Vol. 1). Maktabah al-Alamiah.

Al-Razi, F. (1981). Mafatih al-Ghaib (1st ed., Vol. 6). Dar al-Fikr.

al-Sa’di, A. (2002). Taisîr al-Karîm al-Rahmân fî Tafsîr Kalâm al-Mannân. Muasasah al-Risalah.

Ar-Razi, F. ad-Din. (1981). Mafatih al-Ghaib (Vol. 3). Dar al-Fikr.

Ar-Razi, F. ad-Din. (2001). Mafatih al-Ghaib (3rd ed., Vol. 3). Dar Ihya At-Turats al-Araby.

Ashidiqie, M. L. I. I. (2021). Poligami Dalam Tinjauan Syariat Dan Realitas. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 2(2), 199–218. https://doi.org/10.15575/as.v2i2.14332

Baker, M. (2023). Polygyny in Islam: A call for retrospection. British Journal of Middle Eastern Studies, 50(2), 397–409. https://doi.org/10.1080/13530194.2021.1975258

Begum, M. S. I., Ismail, I., Yaakob, Z., Razick, A. S., & Abdullah, M. M. A. (2024). Gender Equity in Muslim Family Law: Modern and Contemporary ‘Ulamā’s View. Al-Ahkam, 34(2), 221–256. https://doi.org/10.21580/ahkam.2024.34.2.20773

Engineer. (2007). Pembebasan Perempuan. LKiS.

Haryati, N. (2017). Analisis Pendekatan Teks Dan Konteks Penafsiran Poligami Ibnu Asyur Dalam Kitab Al-Tahrir Wa Al-Tanwir. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 3(1). https://doi.org/10.30821/ihya.v3i1.703

Hasan, H., Jahar, A. S., Umar, N., & Abdullah, I. (2022). Polygamy: Uncovering the effect of patriarchal ideology on gender-biased interpretation. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 78(4), 9. https://doi.org/10.4102/hts.v78i4.7970

Hassan, A. (2004). Tafsir Qur’an al-Furqan. al-Ikhwan.

Ibn Manzhur. (n.d.). Lisan al-Arab. Dar al-Maárif.

Mashhour, A. (2005). Islamic Law and Gender Equality: Could There Be a Common Ground?: A Study of Divorce and Polygamy in Sharia Law and Contemporary Legislation in Tunisia and Egypt. Human Rights Quarterly, 27(2), 562–596.

Mernissi, F. (1987). Beyond the Veil: Male-Famale Dynamics in Modern Muslim Society. Indiana University Press.

Mernissi, F. (1995). Women and Islam An Historical and Theological Enquiry. Blackwell.

Mernissi, F. (1999). Pemberontakan Wanita: Peran Intelektual Kaum Wanita dalam Sejarah Islam. Mizan.

Muzakki, A., Zaeni, A., Firdausiyah, V., & Ilmi, A. R. F. (2025). Polygamy in the History of Early Islamic Civilization: A Study of Islamic Law, Social Context, and the Practices of the Prophet. TSAQAFAH, 21(2). https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v21i2.41

Naimullah, S. dan. (2015). Pola Perkawinan Club Poligami Global Ikhwan Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru). Hukum Islam, 15(1), 129–142. https://doi.org/10.24014/hi.v15i1.3077

Nurramadhani, F. A., & Paizin, H. B. (2025). Reconstruction Of The Understanding Of Polygamy In Islam: Analysis Of Nasaruddin Umar’s Hermeneutics Of Gender Justice. Jurnal El-Thawalib, 6(6), 759–771. https://doi.org/10.24952/el-thawalib.v6i6.17931

Rohmadi, R. (2024). Polygamy in Indonesia: A Critical Interpretation through the Lens of Mubadalah Theory. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan, 11(2), 378–390. https://doi.org/10.29300/mzn.v11i2.5068

Saeed, A. (2013). Reading the Qur’an in the Twenty-First Century. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315870922

Saniatin, A., Mubarok, I. A., & Awan, E. (2025). Kontekstualisasi Surat An-Nisa (4:3) Perspektif Tafsir Ibnu Abbas dan Tafsir Al-Misbah Karya Quraish Syihab di Era Kontemporer. Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum Dan Pendidikan, 10(1), 101–101. https://doi.org/10.55102/alyasini.v10i1.6590

Setyawan, C. E. (2017). Pemikiran Kesetaraan Gender Dan Feminisme Amina Wadud Tentang Eksistensi Wanita Dalam Kajian Hukum Keluarga. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 3(1), 70–91. https://doi.org/10.31332/zjpi.v3i1.710

Shihab, M. Q. (2007). Perempuan. Lintera Hati.

Sumaelan, T. (2024). Redefining Tradition: The Impact of Modernization on Polygamous Practices Among Muslims. Qanun: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2), 105–117.

Usmam, B. (2017). Poligami Menurut Perspektif Fiqh (Studi kasus di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh). Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 1(1), 275–288. https://doi.org/10.22373/sjhk.v1i1.1578

Wadud, A. (2006). Inside the Gender Jihad: Women’s Reform in Islam. One World.

Wijaya, A., Muchlis, I., & Rohmatulloh, D. M. (2025). Rethinking Gender Justice in the Quran: A Critical Exploration of Muslim Feminist Perspectives. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 26(1), 77–98. https://doi.org/10.14421/qh.v26i1.5704

Downloads

Published

14-06-2026

How to Cite

Afrizal, F., & Qodriyyah, B. (2026). Poligami Sebagai Instrumen Sosial: Telaah Terhadap Tafsir Tekstual Dan Kontekstual. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 2063–2071. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10251