Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Lingkungan Industri yang Bergerak di Bidang Pembuatan Alat Kesehatan

Authors

  • Ronny Kurniawan Institut Teknolgi Nasional Bandung
  • Adhystie Rizkya Nabil Alamanda Institut Teknolgi Nasional Bandung
  • Bani Putri Bayyanu Institut Teknolgi Nasional Bandung
  • Riny Yolandha Parapat Institut Teknolgi Nasional Bandung

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10171

Keywords:

Alat Kesehatan, Industri Manufaktur, Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja, Penerapan K3

Abstract

Industri manufaktur alat kesehatan memiliki peranan penting dalam menghasilkan produk medis yang mendukung pelayanan kesehatan. Dalam proses produksinya, aktivitas kerja melibatkan penggunaan mesin, alat produksi, serta interaksi pekerja dengan lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan kerja. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kegiatan kunjungan industri ini dilakukan pada industri yang bergerak di bidang pembuatan alat kesehatan, yang memiliki proses produksi dengan standar kualitas dan keamanan tinggi untuk menghasilkan produk medis yang aman digunakan. Permasalahan yang dikaji meliputi penerapan K3, potensi bahaya kerja, dan upaya pengendalian risiko di lingkungan industri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami implementasi K3 serta mengidentifikasi potensi risiko kerja pada proses produksi. Metode yang digunakan berupa observasi langsung, penyampaian materi oleh pihak industri, diskusi, dan dokumentasi selama kunjungan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan K3 dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan standard operating procedure (SOP), pengawasan area kerja, serta penyediaan fasilitas keselamatan kerja. Potensi bahaya yang ditemukan meliputi risiko fisik akibat penggunaan mesin, risiko ergonomi dari aktivitas kerja berulang, dan kemungkinan kecelakaan kerja akibat ketidaksesuaian prosedur kerja. Dengan demikian, penerapan K3 pada industri pembuatan alat kesehatan telah menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pekerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan efektif.

References

Adib Maulana Pratama, Slamet Mahmudin, Habib Maulan, Reyhan Anwar, Zahran Nafaza, Dandi Bagus Dermawan, & Jaya Maulana. (2026). Edukasi Potensi Bahaya dan Pencegahan Kecelakaan Kerja pada UMKM Produksi Kain Kasa Mentah di Pekajangan, Kedungwuni, Pekalongan. Pengabdian Nasional Indonesia, 7 (No.2), 423-23423.

Aldyirwansyah, M., Windusari, Y., Fajar, N. A., & Novrikasari, N. (2023). Pengaruh Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Kinerja Pekerja: Systematic Literature Review. Jurnal Keperawatan, 15(4), 63–68. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v15i4.1937

Amalia, R., Herwanto, D., & Rana Zahra, W. (2023). Analisis Potensi Bahaya Dan Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (Hirarc) Pada Pemotongan Kayu. Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri, 13(1), 13–19. https://doi.org/10.36040/industri.v13i1.4523

Aulia Nabila, Y., Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan Keselamatan, P., Kerja, K., William Iskandar Ps, J. V, Estate, M., Percut Sei Tuan, K., & Deli Serdang, K. (2024). Dampak Kecel Kerja Tipus 2. Jurnal Kesehatan Tradisional, 2(2), 1–11. https://doi.org/10.47861/usd.v2i1.1100

Irawan, C. N., & Widiawan, K. (2023). Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. X Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012. Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja…/Jurnal Titra, 11(2), 129–136.

Khusnul Fahmi, Z., Nisa, N. K., Hidayati, N., & Mardiyah. (2024). Strategi Rekrutmen untuk Meningkatkan Kepatuhan terhadap Standar K3. Al-Marsus : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 190–200. https://doi.org/10.30983/al-marsus.v2i2.8645

Nova, L. S., Puspitasari, D. A., & Febriani, F. (2025). Penerapan Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Terhadap Pengembangan Industri Alat Kesehatan. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 15(3), 231–239. https://doi.org/10.52643/jbik.v15i3.5260

Novrianti, D. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan keluhan Kesehatan Akibat Tekanan Panas pada Pekerja. 14–16.

P., W., S., H., E., S., & A., S. (2016). Penerapan Metode Hazop padaPerawatan Fresh Water Cooling di MV. DK01. 6, 1–9.

Pani, S. (2018). PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LISTRIK DAN WAKTU ELECTROPLATING NICKEL-CHROME TERHADAP KETEBALAN LAPISAN PADA PERMUKAAN L A N D A S A N T E O RI A . Prinsip Dasar Electroplating Ahmad , 2011 . Prinsip dasar dari proses lapis listrik berpedoman atau berdasarka. 2(1), 18–25.

Rachmat Roebidin, S. K. . dkk. (2025). Dasar Dasar Higiene Industri (Fisq. d. Agustiawan, M.K.M., AIFO-K., FRSPH., Ed.; 1st ed., p. 112). Wawasan Ilmu. r. Herika Yulisa, M.K.K., Hafizd Hilal Assegaf, S.K.M., M.K.M., dr. Agustiawan, M.K.M., AIFO-K., FRSPH., FISQua., dr. Ade Yoska Tilla Serihati., M.K.M., dr. Rizkianti Anggraini, M.K.K.

Sastriawan, 2024. (2013). Jurnal Teknologi. Jurnal Teknologi, 14(1), 31–39.

Downloads

Published

11-06-2026

How to Cite

Kurniawan, R., Alamanda, A. R. N., Bayyanu, B. P., & Parapat, R. Y. (2026). Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Lingkungan Industri yang Bergerak di Bidang Pembuatan Alat Kesehatan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 1952–1959. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10171

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.