Faktor yang Mempengaruhi Stres pada Ibu Rumah Tangga

Authors

  • Mardliyya Ahmad Universitas Muria Kudus
  • Adhwa Amala Aulia Universitas Muria Kudus

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10042

Keywords:

Stres, Faktor Stres, Ibu Rumah Tangga, Dukungan Sosial, Fenomenologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi stres pada ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan memiliki anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur terhadap tiga ibu rumah tangga berusia 23–52 tahun yang mengalami stres dalam menjalankan peran domestik. Setiap partisipan diwawancarai dalam empat kali pertemuan yang mencakup tahap membangun rapport, penggalian data, serta verifikasi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres pada ibu rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu beban pekerjaan rumah tangga yang monoton dan berulang, kurangnya dukungan serta apresiasi dari suami, tekanan sosial dari lingkungan, dan karakteristik kepribadian individu. Ketiga partisipan mengungkapkan bahwa tugas rumah tangga yang terus-menerus, seperti mencuci, menyetrika, dan mengasuh anak, menimbulkan kejenuhan serta kelelahan fisik dan emosional. Selain itu, kurangnya dukungan emosional dari pasangan memperburuk kondisi stres yang dialami. Faktor kepribadian, seperti sifat sensitif, mudah cemas, dan kecenderungan berpikir berlebihan, turut meningkatkan kerentanan terhadap stres. Sebaliknya, dukungan sosial yang memadai dari suami dan keluarga terbukti membantu mengurangi tekanan psikologis dan meningkatkan kemampuan coping. Strategi yang digunakan partisipan untuk mengatasi stres meliputi bersantai, berkumpul dengan teman, menonton film, serta bermain bersama anak. Temuan ini sejalan dengan teori stres Lazarus dan Folkman yang menekankan bahwa stres muncul ketika tuntutan lingkungan dipersepsikan melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Dukungan sosial berperan penting sebagai faktor protektif dalam mengurangi stres pada ibu rumah tangga.

References

Abdilah, S. V., Anthony, S. A., Hayati, S. R., Agustin, S. D., Shilvia, S., Alifah, S., & Abdillah, R. (2024). Meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga melalui psikoedukasi manajemen stress. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(5), 1580–1584.

Amitya, B. R. I. H. (2014). Gambaran coping stress pada ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 3(1).

Anggun Saputri, K., & Sugiharto, D. Y. P. (2020). Hubungan antara self efficacy dan social support dengan tingkat stres pada mahasiswa akhir penyusun skripsi di FIP UNNES tahun 2019. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling, 4(1), 101–122.

Apreviadizy, P., & Puspitacandri, A. (2014). Perbedaan stres ditinjau dari ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1).

Batubara, A. (2024). Kesejahteraan psikologis: Ibu pekerja dan ibu rumah tangga di Desa Balai Kasih Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Jurnal Serunai Bimbingan dan Konseling, 13(1).

Cahyo, K., Rimawati, E., Widagdo, L., & Solikha, D. A. (2008). Kajian adaptasi sosial psikologis pada ibu setelah melahirkan (post partum) di ruang rawat inap RSUD Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 3(1), 48–54.

Edmawati, M. D., Maynawati, A. F. R., Setyawan, A., & Saputro, B. (2022). Kecerdasan spiritual sebagai prediktor psychological well-being pada ibu rumah tangga di Dusun Kalikatir Wonogiri. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(2). https://doi.org/10.32585/advice.v4i2.3534

Hsb, F. H. K. (2024). Fenomena burnout pada ibu rumah tangga: Dikaji berdasarkan keilmuan bimbingan dan konseling. JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling, 5(02), 75–86.

Jamhuri, J., & Mufid, M. A. (2020). Anjuran menikah perspektif Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah QS. An-Nur: 32. Mafhum: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

Jannah, M. (2013). Gangguan stres pasca trauma gagal untuk menikah: Studi fenomenologi terhadap seorang perempuan yang mengalami stres pasca trauma gagal untuk menikah (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Junaidi, H. (2017). Ibu rumah tangga: Streotype perempuan pengangguran. An Nisa'a, 12(1), 77–88.

Kartono, K. (2007). Psikologi wanita: Mengenal wanita sebagai ibu dan nenek (Jilid 2). Mandar Maju.

Lailiyah, K. N., Hakim, R. N., Mukti, G. A., & Mubaroka, K. U. (2025). Kesiapan mental ibu muda dari pernikahan usia dewasa awal di Kota Surabaya. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 12(1), 72–82.

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.

Maulana, B., & Sutatminingsih, R. (2005). Stres ditinjau dari harga diri pada ibu yang memiliki anak penyandang retardasi mental. Psikologia, 1(1), 9–18.

Mustapa, H. Z., & Maryadi, S. E. (2018). Kepemimpinan pelayan: Dimensi baru dalam kepemimpinan. Celebes Media Perkasa.

Nurrohman, M. (2023). Sosialisasi hubungan stres dengan kesehatan fisik pada ibu rumah tangga. Abdima: Jurnal Pengabdian Mahasiswa, 2(1), 2865–2870.

Nystrom, K., & Ohrling, K. (2004). Parenthood experiences during the child's first year: Literature review. Journal of Advanced Nursing, 46(3), 319–330.

Rahmah, S. (2014). Pola pengelolaan keuangan keluarga pada ibu rumah tangga (studi pada ibu rumah tangga yang bekerja sebagai cleaning service di UIN Sultan Syarif Kasim Riau). Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 13(1), 132–152.

Rahmadhani, A., Nabillah, A., Firdaus, K. N., Hakim, I. N., Hidayat, E. A., Idamatussilmi, F., ... & Fatimah, S. N. (2025). Peran dukungan keluarga dalam membangun work-family balance dan mengatasi stres pengasuhan ibu bekerja. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan dan Humaniora, 4(2), 134–150.

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health psychology: Biopsychosocial interactions (8th ed.). John Wiley & Sons.

Syalis, E. R., & Nurwati, N. N. (2020). Analisis dampak pernikahan dini terhadap psikologis remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(1), 29–39.

Tumbage, S. M., Tasik, F. C., & Tumengkol, S. M. (2017). Peran ganda ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Allude Kecamatan Kolongan Kabupaten Talaud. Acta Diurna, 6(2), 91231.

Zaphira, F. F. N. R. (2022). Perbedaan stres pasca perceraian pada ibu rumah tangga yang bekerja dengan yang tidak bekerja di Kelurahan Sunggal (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Downloads

Published

09-06-2026

How to Cite

Ahmad, M., & Aulia, A. A. (2026). Faktor yang Mempengaruhi Stres pada Ibu Rumah Tangga. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 1826–1834. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.10042

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.