Penerapan Metode Blocplan untuk Efisiensi Tata Letak Gudang di PT Nusavaria Chandra Sentosa

Authors

  • Rafi Akbar Syamil Universitas Pelita Bangsa
  • Hasyrani Windyatri Universitas Pelita Bangsa
  • Hana Silvia Dwi Putri Universitas Pelita Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6832

Keywords:

Tata Letak Gudang, Blocplan, Activity Relationship Chart (ARC), Efisiensi Jarak, Material Handling

Abstract

Tata letak gudang yang kurang optimal pada PT Nusavaria Chandra Sentosa menyebabkan jarak perpindahan material antar area utama seperti gudang, ruang service, ruang administrasi, dan area parkiran/loading menjadi relatif jauh sehingga menurunkan efisiensi operasional secara signifikan. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak gudang untuk meminimalkan jarak perpindahan material serta meningkatkan kelancaran alur kerja menggunakan metode Blocplan berbasis Activity Relationship Chart (ARC). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan pengukuran lapangan. Analisis dilakukan dengan menghitung jarak perpindahan menggunakan metode Manhattan (rectilinear distance) dan Euclidean untuk membandingkan layout eksisting dengan layout usulan secara komprehensif dan terukur. Hasil perancangan menghasilkan beberapa alternatif tata letak dan dipilih Layout 4 sebagai rancangan terbaik berdasarkan nilai score dan total jarak perpindahan. Layout usulan mampu menurunkan total jarak perpindahan material dari 360 m/hari menjadi 198,96 m/hari berdasarkan metode Manhattan (efisiensi 44,73%) serta dari 270 m/hari menjadi 148,25 m/hari berdasarkan metode Euclidean (efisiensi 45,09%). Penurunan jarak ini berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, pengurangan waktu material handling, serta perbaikan kelancaran alur distribusi internal perusahaan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Blocplan efektif digunakan dalam perancangan tata letak gudang karena mampu mengoptimalkan kedekatan antar area berdasarkan intensitas hubungan aktivitas operasional perusahaan. Tata letak usulan dapat dijadikan rekomendasi implementatif strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

N. Bukhori, W. Fatmawati, and A. Syakhroni, “Perancangan Ulang ( Re-layout ) Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode BLOCPLAN,” vol. 3, no. 1, pp. 36–42, 2024.

D. B. Pratama and A. S. Cahyana, “Layout Design Of Liferaft Service Station Workshop With Arc Method And Blocplan Method [ Perancangan Tata Letak Workshop Service Station Liferaft Dengan Metode ARC dan Metode Blocplan ],” pp. 1–12.

R. Yulianto and A. S. Cahyana, “Facility Layout Relayout Using ARC , ARD , And Blocplan Methods To Optimize Material Handling Transfer [ Relayout Tata Letak Fasilitas menggunakan Metode ARC , ARD , dan Blocplan guna Mengoptimalkan Perpindahan Material Handling ],” pp. 1–13.

D. Suryanto et al., “Optimalisasi Tata Letak Fasilitas untuk Mengurangi Biaya Penanganan Material dengan ARC dan BLOCPLAN 90 di CV . ABC Optimizing Facility Layout to Minimize Material Handling Costs Using ARC and BLOCPLAN 90 at CV . ABC,” vol. 34, no. 2, 2024, doi: 10.37277/stch.v34i2.2042.

A. K. Setiawan, A. Zaki, A. Fawwaz, and M. Qiyanul, “PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE ARC DAN BLOCKPLAN PADA PT . MMP,” vol. 3, no. 1, pp. 611–624, 2026.

A. Rizky, M. Ginting, A. C. Sembiring, and I. Budiman, “Penataan Ulang Tata Letak pada UMKM Penggilingan Jagung dengan Metode BLOCPLAN,” vol. 06, pp. 347–353, 2021.

M. D. Najmuddin, “Work Area Layout Optimization Using the BLOCPLAN Method : Optimalisasi Tata Letak Area Kerja Menggunakan Metode,” vol. 26, no. 3, pp. 1–8, 2025.

D. T. Setiyawan, D. H. Qudsiyyah, and S. A. Mustaniroh, “Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Kedelai Goreng dengan Metode BLOCPLAN dan CORELAP ( Studi Kasus pada UKM MMM di Gading Kulon , Malang ) Improvement of Production Facility Layout of Fried Soybean using BLOCPLAN and CORELAP Method ( A Case Study in UKM MMM Gading Kulon , Malang ),” vol. 6, no. 1, pp. 51–60, 2017.

F. Hamdani, L. Herlina, B. Kurniawan, J. Teknik, I. Universitas, and S. Ageng, “Usulan Layout Perkantoran Baru Menggunakan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan Di PT . Krakatau Bandar Samudera,” pp. 4–9.

V. Richardo et al., “Minimasi Jarak Perpindahan Material Menggunaan Algoritma Blocplan dalam Perancangan Tata Letak Proses Produksi Produk Vulkanisir Ban,” vol. 1, no. 1, pp. 39–46, 2017.

N. M. Wiati, “Material Handling Terpendek dengan Blocplan90 & Value Stream Mapping ( VSM ),” vol. 02, pp. 17–26, 2020.

M. Ikhlasul Amal and D. Andesta, “Simulasi Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Departemen Fabrikasi Dengan Metode Arc Dan Blocplan Pada Pt.Xyz,” JUSTI (Jurnal Sist. dan Tek. Ind., vol. 4, no. 1, p. 73, 2023, doi: 10.30587/justicb.v4i1.6713.

B. R. Pratama, E. Yuliawati, and H. Nugroho, “Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Gudang dengan Metode Systematic Layout Planning dan Blocplan untuk Meminimasi Jarak Bongkar dan Muat Material pada Gudang PT. Sukses Indah Metalindo Surabaya,” Senastitan, vol. 21, no. 1, pp. 1–9, 2025.

A. B. Luftimas, F. H. Mustofa, and S. Susanty, “Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode Blocplan (DI PT.CHITOSE MFG),” J. Inst. Teknol. Nas., vol. 02, no. 03, pp. 152–162, 2014.

M. A. Daya, F. D. Sitania, and A. Profita, “Perancangan Ulang (re-layout) tata letak fasilitas produksi dengan metode blocplan (studi kasus: ukm roti rizki, Bontang),” PERFORMA Media Ilm. Tek. Ind., vol. 17, no. 2, pp. 140–145, 2019, doi: 10.20961/performa.17.2.29664.

E. A. Rahayu and R. Y. H. Silitonga, “Perbaikan Tata Letak Gudang PT PYT dengan Memperhatikan Jarak, Waktu Handling, dan Utilitas Ruang Penyimpanan,” J. Integr. Syst., vol. 7, no. 1, pp. 31–51, 2024, doi: 10.28932/jis.v7i1.8678.

Downloads

Published

23-02-2026

How to Cite

[1]
R. A. Syamil, H. Windyatri, and H. S. D. Putri, “Penerapan Metode Blocplan untuk Efisiensi Tata Letak Gudang di PT Nusavaria Chandra Sentosa”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 4992–5001, Feb. 2026.