Pancasila dan Tantangan Arus Individualisme Global: Benteng Atau Sekedar Simbol

Authors

  • Erizca Amanda Saragih Universitas Negeri Medan
  • Revalina Angelila Sianipar Universitas Negeri Medan
  • Dea Larasati Lubis Universitas Negeri Medan
  • Sella Enzelika Br. Ginting Universitas Negeri Medan
  • Santa Margaretha Sitanggang Universitas Negeri Medan
  • Anugrah Setiawan Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7594

Keywords:

Pancasila, Individualisme Global, Globalisasi, Revitalisasi, Identitas Nasional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan arus individualisme global terhadap eksistensi nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan identitas nasional Indonesia, serta merumuskan strategi revitalisasi yang relevan di era digital. Globalisasi yang disertai dengan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya dengan menguatnya nilai kebebasan individu yang sering kali mengabaikan kepentingan kolektif. Fenomena ini menciptakan ketegangan mendasar antara nilai-nilai individualisme yang dibawa arus globalisasi dengan prinsip-prinsip Pancasila yang mengutamakan kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait globalisasi, individualisme, pendidikan karakter, serta implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sosial. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku akademik, serta publikasi ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa arus individualisme global berkontribusi terhadap erosi identitas nasional, meningkatnya sikap apatis, serta menurunnya solidaritas sosial yang bertentangan dengan prinsip gotong royong sebagai nilai utama Pancasila. Selain itu, penetrasi teknologi digital mempercepat kaburnya batas nilai budaya, sehingga Pancasila berisiko mengalami pergeseran fungsi dari pedoman hidup menjadi sekadar simbol formal. Oleh karena itu, diperlukan strategi revitalisasi yang komprehensif melalui penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila, peningkatan literasi digital, serta keteladanan dari pemimpin dan tokoh masyarakat. Dengan demikian, Pancasila dapat tetap berperan sebagai filter budaya yang efektif dan benteng yang kokoh dalam menghadapi derasnya arus individualisme global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Faturohmat, Azzahra, I. R., Ulumudin, Z. I., & Maharani, K. M. (2025). Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Di Era Globalisasi. JHN: Jurnal Hukum Nusantara, 1(1), 13-22.

Hasanah, A., & Agusti. (2025). Peran Pancasila Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10).

Mukhbita Alya, Wulandari, P., & Shifa, D. R. (2024). Individualisme Melunturkan Nilai-Nilai Pancasila. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik (JMIA), 1(5), 240-243.

Pramudita, O. (2024). Dampak Globalisasi terhadap Nilai-Nilai Pancasila dan Nasionalisme di Era Digital. Antropocene: Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 4(1), 19-24.

Ristake, A., dkk. (2024). Peran Pancasila sebagai Dasar Hukum Nasional dalam Menyaring Pengaruh Negatif Budaya Asing di Era Globalisasi. ResearchGate Publication.

Savitri, A. S., & Dewi, D. A. (2021). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan di Era Globalisasi. Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(2), 165-176.

Syamsuar, & Akansya, R. (2019). Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Eureka Media Aksara.

Vania, A., dkk. (2021). Revitalisasi Pancasila dalam Memfilter Dampak Globalisasi dan Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Basicedu, 5(6), 2580-1147.

Kholid, A. (2020). Krisis Identitas Nasional Generasi Muda di Era Globalisasi: Tantangan dan Solusi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 45-58.

Latif, Y. (2018). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Gramedia Pustaka Utama.

Nugroho, H. (2021). Individualisme dan Erosi Solidaritas Sosial di Era Digital: Perspektif Sosiologi. Jurnal Sosiologi Indonesia, 3(1), 12-27.

Rahayu, S., & Kurniawan, D. (2022). Pengaruh Media Sosial terhadap Orientasi Individualistik Remaja Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 20(1), 33-47.

Silitonga, P. (2020). Peran Negara dalam Penguatan Identitas Nasional Melalui Kebijakan Pendidikan di Era Globalisasi. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 8(2), 78-94.

Winarno. (2020). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan: Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Bumi Aksara.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Alaby, M. A. (2019). Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Karakter Bangsa di Era Globalisasi. Jurnal Civic Hukum, 4(2), 101-115.

Downloads

Published

09-04-2026

How to Cite

[1]
E. A. Saragih, R. A. Sianipar, D. L. Lubis, S. E. B. Ginting, S. M. Sitanggang, and A. Setiawan, “Pancasila dan Tantangan Arus Individualisme Global: Benteng Atau Sekedar Simbol ”, RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 11859–11866, Apr. 2026.

Most read articles by the same author(s)